Jumat, 25 September 2026

Rupiah Spot dan Ringgit Malaysia Tersungkur di Perdagangan Selasa (18/11/2025)

Mhd Rabbani - Selasa, 18 November 2025 12:52 WIB
Rupiah Spot dan Ringgit Malaysia Tersungkur di Perdagangan Selasa (18/11/2025)
Rupiah
topikseru.com - Pada perdagangan Selasa (18/11/2025) rupiah spot terus melemah berada di level Rp 16.763 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,16% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.736 per dolar AS. Di Asia, rupiah melemah bersama mayoritas mata uang lainnya. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam yakni 0,65%. Disusul won Korea yang melemah 0,37%, peso Filipina melemah 0,19%, dolar Taiwan melemah 0,17%. Tupiah melemah 0,16%, baht Thailand melemah 0,08%, dolar Hong Kong melemah 0,08% dan yuan China melemah 0,05% terhadap dolar AS. Sedangkan yen Jepang, dolar Singapura dan rupee India menguat terhadap dolar AS siang ini dengan penguatan masing-masing 0,18%, 0,008% dan 0,004%. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,45, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,58. Analis Pasar: Rupiah Spot Bakal Bergerak di Rentang Rp16.650–Rp16.800 Per Dolar AS Pada pedagangan Selasa (18/11/2025) Mata uang Garuda diproyeksi masih akan lanjut melemah. Rupiah spot ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (17/11/2025) kemarin. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,17% secara harian ke level Rp 16.736 per dolar AS. Sedangkan jika mengacu Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,14% secara harian ke posisi Rp 16.734 per dolar AS. Menanggapi hal tersebut, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah terhadap dolar AS tertekan oleh menurunnya prospek pemangkasan suku bunga oleh the Fed. Investor justru mengantisipasi pemangkasan suku bunga dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI yang akan dilaksanakan pada 18 – 19 November dan peluang besar untuk pemangkasan kedepannya. “Rupiah diperkirakan masih tertekan menjelang RDGBI, dolar AS sendiri masih kuat didukung oleh pernyataan hawkish pejabat – pejabat the Fed yang telah sangat memupus harapan untuk pemangkasan di bulan Desember,” ujar Lukman. Lukman memperkirakan rupiah hari ini (18/11/2025) bergerak di rentang Rp 16.650 – Rp 16.800 per dolar AS. Sementara Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai sentimen dari dalam negeri yang mempengaruhi pergerakan rupiah. BI optimistis ke depan pengeluaran fiskal dapat direalisasi lebih cepat dari tahun ini, sehingga peluang pertumbuhan ekonomi 2026 mencapai 5,4% sebagaimana target APBN 2026 dapat terwujud. Sementara itu, BI memproyeksikan inflasi pada 2026 akan berada di level 2,62%. Angka ini masih dalam kisaran sasaran inflasi BI sebesar 2,5% plus minus 1%, namun di atas asumsi dasar APBN 2026 yang sebesar 2,5%. Ibrahim memproyeksikan rupiah hari ini (18/11/2025) bergerak di rentang Rp 16.730 – Rp 16.770 per dolar AS.
Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Terjatuh di Zona Merah Ditutup di Level Rp17.758 per Dolar AS