Selasa, 29 September 2026

Harga Perak Cetak Rekor Baru dan Harga Emas Naik Menjelang Rilis Data Ekonomi Penting AS

Mhd Rabbani - Selasa, 02 Desember 2025 06:39 WIB
Harga Perak Cetak Rekor Baru dan Harga Emas Naik Menjelang Rilis Data Ekonomi Penting AS
Harga Emas
Topikseru.com - Pada perdagangan Senin (2/12/2025) harga emas kembali menguat, mencapai level tertinggi dalam enam minggu terakhir didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan melemahnya dolar. Sementara itu, harga perak mencatat rekor baru menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat (AS). Harga emas naik 0,3% ke level US$ 4.241,27 per ons, tertinggi sejak 21 Oktober. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,5% menjadi US$ 4.274,80 per ons. Sementara itu, harga perak melonjak 3,8% menjadi US$ 58,57 per ons, setelah sempat menembus rekor tertinggi US$ 58,83 per ons. Sejak awal tahun, harga logam putih ini sudah meningkat lebih dari 100%. Dolar AS melemah ke level terendah dua minggu, membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi investor dengan mata uang lain. David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, mengatakan, “Ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut, ditambah tekanan inflasi yang masih di atas target The Fed, tetap menjadi pendorong utama harga emas dan perak.” Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Desember meningkat, mencapai probabilitas 87%, setelah data ekonomi AS yang lebih lemah dan komentar dovish dari pejabat The Fed, termasuk Gubernur Christopher Waller dan Presiden Federal Reserve New York, John Williams. Suku bunga rendah biasanya mendukung aset non-yielding seperti emas. Investor kini menantikan sejumlah data ekonomi AS penting pekan ini, termasuk laporan tenaga kerja ADP November pada Rabu dan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) September yang tertunda, indikator inflasi favorit The Fed, yang dijadwalkan rilis Jumat. Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, pada Senin juga dipantau untuk petunjuk kebijakan lebih lanjut. Meger menambahkan, ekspektasi bahwa ketua The Fed berikutnya akan lebih dovish dibanding pendahulunya juga mendukung kenaikan emas dan perak. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyatakan kesediaannya jika dipilih menjadi Ketua The Fed berikutnya, sementara Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut pengumuman ketua baru bisa dilakukan sebelum Natal. Di sisi lain, logam mulia lainnya justru menurun. Platinum turun 0,7% menjadi US$ 1.660,69 per ounce, sedangkan palladium merosot 2,1% ke US$ 1.431,52 per ounce.

Sumber
:
Berita Terkait
Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Selasa, 22 September 2026: 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Terkoreksi Tipis Rp1.000, Cek Rinciannya
Menteri Imipas Agus Andrianto Minta 15 Program Aksi Bawa Dampak Nyata, Bukan Sebatas Laporan
Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Senin (21/9/2026): 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram
Harga Emas Spot Terkoreksi 0,36% Terseret di Level US$ 4.309,10 per Ons
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Dibanderol Rp2.628.000 per Gram