Jumat, 25 September 2026

UNRWA: Seluruh Negara Sepakat Danai Kemanusiaan di Palestina, Kecuali 3 Negara Ini

Administrator - Rabu, 01 Mei 2024 06:00 WIB
UNRWA: Seluruh Negara Sepakat Danai Kemanusiaan di Palestina, Kecuali 3 Negara Ini
Israel
TOPIKSERU.COM, JENEWA - Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan pada Selasa seluruh negara sepakat melanjutkan pendanaan terhadap badan kemanusiaan terbesar di Gaza ini, kecuali Inggris, Austria, dan Swiss. UNRWA adalah badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurus pengungsi korban konflik di Palestina. Philippe mengatakan sedangkan Amerika Serikat belum memutuskan hingga Maret 2025 apakah akan melanjutkan pendanaan atau tidak. "Amerika Serikat dengan jelas mengindikasikan bahwa mereka akan membekukan penangguhan tersebut hingga Maret 2025. Inggris belum mengambil keputusan karena larangan kongres," kata Lazzarini pada konferensi pers di Jenewa. Dia menambahkan bahwa belum ada keputusan yang diambil oleh Austria dan Swiss. "Jadi ketiga negara tersebut masih melakukan penangguhan, semua negara lainnya sudah melanjutkan," ujar Lazzarini. Sedangkan untuk penangguhan Italia, dia menyebut bahwa negara tersebut belum berkontribusi ke UNRWA sejak pemerintahan baru berkuasa. "Dengan diumumkannya kontribusi baru kepada UNRWA, kami dapat tetap beroperasi hingga Juni dan berencana melanjutkan operasi hingga Agustus," kata Philippe. Lazzarini menjelaskan bahwa jumlah dana yang mengalami penangguhan sebesar 257 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,1 triliun. Dia juga mengatakan Tel Aviv belum mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga Palestina di Kota Rafah, Jalur Gaza Selatan, di tengah rencana serangan militer Israel. “Masyarakat belum diminta untuk mengungsi dari Rafah, tetapi jika tidak ada kesepakatan pekan ini, hal itu (serangan Israel) bisa terjadi kapan saja," ujar Lazzarini. Dia menyebut bahwa saat ini ada kecemasan luar biasa di Gaza tentang rencana serangan militer tersebut.
Kondisi Pangan Langka
Philippe Lazzarini menyebut kondisi pangan, lebih banyak makanan sekarang tersedia di pasar, tetapi tidak mudah mendapatkan karena tidak ada uang tunai yang beredar. Sedangkan jumlah pangan yang tersedia tidak cukup untuk mengatasi kelaparan. Dia menekankan bahwa UNRWA masih belum memiliki akses ke Gaza utara. Setiap kali pihaknya memberangkatkan konvoi bantuan ke utara dari selatan, Israel menolak mereka. "Proses untuk mendapatkan izin pengiriman ke tempat lain di wilayah kantong Palestina itu rumit dan sangat tidak praktis," pungkasnya.(*)
Sumber: Antara
Sumber
:
Berita Terkait
PELNI dan Pelindo Buka Posko Bantuan Gempa NTT di Tanjung Priok, Angkutan Gratis 100%
481 Koli Bantuan Gempa NTT Diangkut KM Tidar, Tarif Muatan Digratiskan 100 Persen
PELNI Kirim 200 Koli Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Berangkat dari Surabaya
PELNI Gratiskan Kirim Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Berangkat 16 Agustus
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Palestina Terus Terluka, Masihkah Hati Kita Tertaut dengan Mereka?
Nekat Curi Arsip di Rumah Dinas Kejati Jambi Demi Tebus Ijazah Anak, Kisah Sailan Bikin Haru