Topikseru.com,
Maumere - Bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berdatangan. Kali ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengangkut ratusan koli bantuan menggunakan KM Tidar hingga tiba di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis (20/8/2026) pagi.
Sebanyak 481 koli bantuan kemanusiaan dibawa KM Tidar dari Surabaya dan Makassar. Bantuan tersebut berasal dari anak usaha PELNI, yakni PT Sarana Bandar Nasional (SBN), PT Pelita Indonesia Djaya (PID), program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PELNI, serta sejumlah instansi lainnya.
Bantuan kemudian diserahkan langsung Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi kepada Koordinator Bidang Logistik BPBD Kabupaten Sikka Yohanes Carlous.
Penyerahan bantuan turut disaksikan Nakhoda KM Tidar Capt. Noviansyah, Kepala Cabang Maumere Edwin Kurniansyah, Kepala KSOP Kelas IV Lorens Say Maumere Rian Partigor, serta General Manager Pelindo Cabang Maumere Angga Adi Prebawa.
KM Tidar Jadi Penghubung Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Hana mengatakan pengangkutan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan PELNI terhadap proses penanganan dan pemulihan masyarakat setelah bencana gempa melanda sejumlah wilayah NTT.
Menurut dia, jaringan pelayaran PELNI tidak hanya berfungsi menghubungkan mobilitas masyarakat antarpulau. Infrastruktur tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat distribusi bantuan ke daerah yang membutuhkan.
"Hari ini KM Tidar tiba di Maumere membawa 481 koli bantuan dari Surabaya dan Makassar. Bagi PELNI, konektivitas laut tidak hanya berfungsi menghubungkan wilayah, tetapi juga dapat menjadi jembatan yang mengantarkan kepedulian dari berbagai daerah kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Hana.
Beragam kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak ikut diangkut dalam kapal tersebut.
Bantuan itu meliputi sembako, air mineral, perlengkapan mandi, obat-obatan, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), popok bayi, susu dan makanan bayi, perlengkapan sekolah, terpal hingga tenda.
Setelah tiba di Maumere, seluruh bantuan diserahkan kepada BPBD Kabupaten Sikka. Selanjutnya, distribusi akan dikoordinasikan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak gempa di berbagai wilayah NTT.
PELNI Dapat Dukungan Kemenhub, Tarif Angkutan Bantuan Gratis

Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero) Ditto Pappilanda mengatakan kelancaran program pengangkutan bantuan untuk korban gempa NTT tidak terlepas dari dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan.
Kementerian Perhubungan memberikan potongan harga 100 persen atau menggratiskan tarif muatan barang bantuan yang diangkut menggunakan kapal penumpang PELNI.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan yang memberikan izin kepada kami untuk menggratiskan 100 persen muatan berupa barang bantuan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di NTT," kata Ditto.
Dukungan berupa pembebasan tarif angkutan bantuan tersebut sebelumnya juga diberikan pemerintah ketika PELNI membantu mengangkut bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera pada akhir tahun lalu.
Dengan kebijakan tersebut, distribusi bantuan melalui jalur laut dapat dilakukan tanpa membebani pihak yang mengirimkan bantuan.
PELNI Buka Pengiriman Bantuan dari Berbagai Daerah
PELNI juga masih membuka kesempatan bagi instansi pemerintah, lembaga, perusahaan maupun komunitas yang ingin menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Bantuan dapat dikoordinasikan melalui kantor cabang PELNI yang berada di sepanjang rute pelayaran kapal. Selanjutnya, barang bantuan akan diangkut menggunakan jaringan kapal PELNI menuju wilayah tujuan.
"Kami masih menerima untuk mengangkut bantuan dari berbagai institusi, instansi maupun lembaga yang ingin berkontribusi bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. PELNI siap membantu pengangkutan agar bantuan dapat tersalurkan," ujar Hana.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong mengumpulkan bantuan, termasuk KSOP dan Pelindo di Maumere yang mendukung proses distribusi.
"Kami berharap bantuan ini dapat segera disalurkan dan bermanfaat bagi masyarakat NTT yang sedang menjalani masa pemulihan," lanjut Hana.
KM Tidar Layani Rute Jawa hingga NTT
KM Tidar merupakan salah satu kapal penumpang PELNI dengan kapasitas hingga sekitar 2.000 penumpang. Kapal tersebut melayani rute Tanjung Priok–Surabaya–Makassar–Baubau–Maumere–Larantuka–Lewoleba–Kupang dan sebaliknya.
Melalui jaringan pelayaran tersebut, PELNI tidak hanya menjalankan fungsi transportasi dan distribusi barang, tetapi juga mengambil bagian dalam respons kemanusiaan ketika terjadi bencana.
Pengangkutan 481 koli bantuan korban gempa NTT menjadi salah satu bentuk pemanfaatan konektivitas laut untuk mempercepat bantuan mencapai masyarakat yang membutuhkan.
Berita Terkait