Kamis, 24 September 2026

Jumlah Negara Eropa yang Mendukung Kemerdekaan Palestina Bertambah

Muchlis - Senin, 14 Oktober 2024 06:06 WIB
Jumlah Negara Eropa yang Mendukung Kemerdekaan Palestina Bertambah
Rusia
TOPIKSERU.COM - Dukungan terhadap perjuangan Palestina atas pendudukan Israel terus mengalir. Terbaru, jumlah negara di Benua Eropa yang mendukung kemerdekaan Palestina, turut meluas. Duta Besar Palestina untuk Rusia, Abdel Hafiz Nofal mengatakan jumlah negara di Eropa yang akan siap meberikan pengakuan terhadap kedaulatan Palestina telah bertambah. "Sekitar 149 negara sudah mengakui Negara Palestina dan sudah ada pula sejumlah negara Eropa yang siap memberi pengakuan lagi," kata Dubes Nofal pada Minggu (13/10). Dia menyebut pemerintah Palestina tengah bekerja keras untuk memenuhi tujuan kunci kebijakan luar negeri Palestina saat ini. Tujuan tersebut yakni, memperjuangkan pengakuan Palestina merdeka dari negara-negara yang belum mengakuinya. Abdel Hafiz menyampaikan hal itu di sela-sela aksi solidaritas bagi rakyat Palestina dan Lebanon oleh Kedutaan Besar Venezuela di Moskow, Rusia. Meski demikian, dia belum menyebut secara rinci negara-negara Eropa yang siap mengakui kedaulatan Palestina. Selain itu, Dubes Palestina menyoroti sejumlah negara Amerika Latin seperti Bolivia, Venezuela, Kolombia, dan Nikaragua yang telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Israel sebagai protes atas agresi negara zionis itu terhadap rakyat Palestina. Nofal juga meyakini bahwa solidaritas Amerika Latin atas Palestina dan hak asasi rakyat Palestina tak hanya dimiliki oleh pemerintahnya semata, namun juga meluas di kalangan rakyat biasa. Perjuangan diplomasi Palestina tersebut di tengah agresi Israel yang tak kunjung berhenti ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 dan menyebabkan kehancuran besar di kawasan itu. Sudah hampir 42.000 orang terbunuh dan 97.000 lainnya terluka akibat serangan Israel. Korban yang masih bertahan di Jalur Gaza hingga kini pun menghadapi kelangkaan air, sumber listrik, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan yang akut akibat blokade Israel yang berkepanjangan. Agresi Israel menyebabkan terpecahnya Jalur Gaza menjadi dua daerah di utara dan selatan. Pasukan Israel pun tak berhenti menggempur Rafah, yang mereka klaim sebagai benteng terakhir Hamas, di Gaza selatan.
Sumber
:
Berita Terkait
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Palestina Terus Terluka, Masihkah Hati Kita Tertaut dengan Mereka?
Komisi PBB Tuduh Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina di Gaza
Presiden Lebanon dan Wakil Presiden AS Bahas Gencatan Senjata Israel-Hizbullah
UNICEF Sebut 265 Anak Palestina Tewas Meski Gaza Dalam Status Gencatan Senjata
Prabowo Terima Telepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina
Trump Dilaporkan Bentak Netanyahu, Ketegangan AS-Israel Memanas