Topikseru.com - Setelah identitasnya dipastikan melalui pemeriksaan DNA, jenazah Surakman atau Sukarman (60), kru kapal cepat KM Arupadatu I, dijadwalkan dipulangkan kepada keluarga di Pandeglang, Banten, Kamis (24/9/2026).
Sukarman merupakan satu dari delapan orang yang hilang kontak setelah KM Arupadatu I bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9).
Jenazah Sukarman ditemukan di wilayah perairan Pulau Enggano, Bengkulu, sebelum kemudian menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri.
Baca Juga:
Jenazah direncanakan diterbangkan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Setibanya di bandara, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah dan unsur terkait akan menyambut kedatangan jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga.
"Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kami bersama Gubernur, unsur Basarnas, dan tim terpadu akan menyambut langsung kedatangan jenazah di bandara," kata Hengki dalam konferensi pers, Rabu (23/9).
Baca Juga:Dari Soetta, jenazah selanjutnya akan dibawa menuju rumah duka di wilayah Pandeglang.
Jenazah yang ditemukan dalam operasi SAR diberi kode PM/62/P.Enggano/01. Tim DVI Pusdokkes Polri kemudian membandingkan data postmortem jenazah dengan data antemortem dari keluarga delapan orang yang masih dalam pencarian.
Hasil pencocokan genetik menunjukkan jenazah tersebut merupakan Sukarman, yang merupakan ayah kandung Yayan, salah satu anggota keluarga kru KM Arupadatu I.
Baca Juga:Proses identifikasi dilakukan dengan menggabungkan sejumlah data primer untuk memastikan identitas korban.
Saat ditemukan, jenazah belum diketahui identitasnya.
Petugas mencatat sejumlah karakteristik fisik, di antaranya tinggi badan sekitar 163 sentimeter, perkiraan usia sekitar 50 tahun, serta mengenakan celana pendek berwarna hitam.
Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim identifikasi untuk melakukan pencocokan dengan data korban yang masih dinyatakan hilang.
Setelah koordinasi antara Dokkes Polda Banten dan Polda Bengkulu, jenazah dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tim SAR gabungan sebelumnya mengerahkan 523 personel untuk menyisir wilayah perairan dan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Area pencarian mencakup wilayah yang berada di sekitar Banten, Lampung, hingga Bengkulu.
Operasi tersebut dilakukan setelah KM Arupadatu I beserta seluruh penumpangnya dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026.
Meski pencarian telah berlangsung hingga 10 hari, tim SAR sebelumnya belum memperoleh hasil positif terkait keberadaan seluruh korban.
Lima di antaranya merupakan jurnalis yang melakukan perjalanan untuk menjalankan tugas peliputan, yakni:
Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, sekitar pukul 14.00 WIB pada 7 September.
Mereka diketahui melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kini, setelah proses identifikasi selesai, jenazah Sukarman akan dipulangkan ke Pandeglang untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Pemulangan tersebut menjadi salah satu tahapan lanjutan dalam penanganan tragedi hilang kontak KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda.