Ancaman cuaca tidak hanya berada di daratan. Perairan Sumatera Utara juga berpotensi mengalami gelombang hingga 2,5 meter dalam periode 24-27 September 2026.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Lestari Irene Purba, mengatakan wilayah lereng barat, pantai timur, hingga kawasan pegunungan Sumut perlu mewaspadai hujan sedang yang dapat disertai petir.
Baca Juga:
Baca Juga:
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan longsor.
Hujan Berpotensi Mengguyur Sejumlah Wilayah Sumut
Pada Kamis pagi, cuaca Sumatera Utara secara umum diprakirakan berawan. Namun, hujan ringan berpeluang terjadi di sejumlah daerah.Wilayah yang masuk dalam prakiraan hujan ringan pada pagi hari antara lain Deli Serdang, Karo, Binjai, Medan, Langkat, Serdang Bedagai, dan Simalungun.
Baca Juga:
Memasuki siang hingga sore, cakupan wilayah yang berpotensi diguyur hujan semakin luas. BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang dapat terjadi di sejumlah kabupaten dan kota.
Beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang meliputi:
Baca Juga:
Sementara pada dini hari, kondisi cuaca diprakirakan cenderung berawan dengan peluang hujan ringan di sebagian wilayah Sumatera Utara.
Suhu Sumut Diprediksi 15-33 Derajat Celsius
Selain hujan, BMKG memperkirakan suhu udara di Sumatera Utara berada pada kisaran 15 hingga 33 derajat Celsius.Kelembapan udara diprediksi cukup tinggi, yakni sekitar 60 hingga 99 persen. Sementara angin bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 5-20 kilometer per jam.
Kombinasi hujan, kelembapan tinggi, dan kondisi atmosfer tersebut membuat masyarakat di wilayah rawan perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru.
BMKG sebelumnya juga mencatat bahwa Sumatera Utara masih termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan dalam periode 22-24 September 2026.
Gelombang Laut Sumut Bisa Mencapai 2,5 Meter
Risiko cuaca pada Kamis tidak hanya menyangkut aktivitas masyarakat di daratan.Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, menyebut sejumlah perairan Sumatera Utara berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter pada 24-27 September 2026.
Wilayah yang perlu diperhatikan antara lain:
Kondisi laut tersebut menjadi perhatian khusus bagi nelayan dan pelaku pelayaran.
Nelayan yang menggunakan perahu kecil menghadapi risiko lebih besar ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Karena itu, kondisi angin dan gelombang perlu diperhitungkan sebelum aktivitas pelayaran dilakukan.
Data BMKG juga menunjukkan kondisi laut di sejumlah wilayah Sumatera Utara dapat berubah sesuai perkembangan angin dan cuaca. Pada prakiraan perairan barat Sumatera Utara, misalnya, BMKG memperbarui informasi maritim secara berkala berdasarkan kondisi terbaru.
Warga Diminta Waspadai Banjir dan Longsor
Dengan potensi hujan yang dapat disertai petir serta kondisi laut yang dapat mencapai 2,5 meter, kewaspadaan diperlukan baik di daratan maupun wilayah pesisir Sumatera Utara.Masyarakat yang tinggal di kawasan lereng, pegunungan, bantaran sungai, dan wilayah yang memiliki riwayat banjir maupun longsor perlu memperhatikan perkembangan cuaca.
Sementara bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut, informasi gelombang tinggi Sumatera Utara dan kecepatan angin perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di laut.
BMKG mengimbau masyarakat mengikuti informasi cuaca resmi dan memperbarui informasi prakiraan sebelum bepergian atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kondisi laut.