Sabtu, 26 September 2026

Trump Buka Pintu Bitcoin di Rekening Pensiun: Pasar Kripto Siap Dibanjiri Triliunan Dolar

Muchlis - Senin, 11 Agustus 2025 06:01 WIB
Trump Buka Pintu Bitcoin di Rekening Pensiun: Pasar Kripto Siap Dibanjiri Triliunan Dolar
Bitcoin
Topikseru.com - Sebuah langkah yang disebut “bersejarah” oleh para pelaku industri kripto datang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia resmi mengizinkan aset kripto, termasuk Bitcoin, masuk ke dalam rekening pensiun atau retirement account warga AS. Kebijakan ini diyakini menjadi titik balik besar dalam adopsi aset digital. Dengan pasar pensiun AS bernilai triliunan dolar, hanya aliran dana 1–3 persen saja yang masuk ke Bitcoin sudah cukup untuk memicu reli harga ke rekor baru. "Ini very big move. Dulu investor harus lewat strategi tertentu, sekarang bisa membeli Bitcoin langsung. Artinya, pasarnya terbuka dalam triliunan dolar," ujar pendiri bursa kripto Triv, Gabriel Rey, dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (10/8/2025).

Dari Rumit Jadi Legal dan Sederhana

Sebelum kebijakan ini, investor di AS yang ingin menaruh Bitcoin di portofolio pensiun harus menempuh jalur investasi alternatif yang rumit dan penuh batasan. Kini, dengan aturan resmi dari Trump, proses tersebut menjadi sederhana dan legal. Hal ini diperkirakan akan memicu lonjakan minat dari investor institusi maupun individu, membuka peluang masuknya gelombang dana segar yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar kripto.

Kombinasi “Pendorong Ganda” untuk Reli Bitcoin

Gabriel menilai, selain kebijakan pro-kripto Trump, faktor pelonggaran moneter dari The Federal Reserve juga bisa menjadi katalis tambahan. Dia memprediksi kemungkinan penurunan suku bunga acuan The Fed hingga 1 persen. "Kombinasi ini akan menjadi double boost bagi pasar. Sekitar 150.000 dolar AS per BTC should be achievable," ucap Gabriel optimistis. Dengan kurs Rp 16.252 per dolar AS, target tersebut setara Rp 2,43 miliar per BTC.

Dampak ke Industri Kripto Global

Langkah Trump ini memberi sinyal bahwa pemerintah AS semakin membuka diri terhadap aset digital. Bagi industri kripto, ini bukan hanya peluang, tetapi juga pengakuan legitimasi dari salah satu pasar keuangan terbesar di dunia. Meski demikian, Gabriel mengingatkan volatilitas tetap menjadi risiko utama. "Saya rasa itu akan terjadi sooner or later. Ketika itu terjadi, saham Amerika dan Bitcoin masih akan naik, lalu turun. Perkiraannya di kuartal pertama 2026," pungkasnya.

Sumber
:
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
Rupiah Anjlok ke Rp 17.753/US$, Tertekan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Trump-Warsh
Taruhan KTT Xi-Trump: China Ancam Batal Temui AS akibat Senjata Taiwan
65 Miliar Barel Minyak Venezuela Jadi Rebutan, China Ingatkan AS
Harga Kripto Mayoritas Menguat di Perdagangan Selasa (1/9/2026): Bitcoin Menguat 1,44% dan Ethereum 2,13%
Bitcoin Tembus US$69.000, Modal Baru Masuk Deras ke Pasar Kripto