Topikseru.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan mencatat, kota Medan mengalami deflasi bulanan sebesar 0,05% pada Oktober 2025 dibandingkan dengan bulan sebelumnya, September 2025. Capaian ini menjadi deflasi terendah Kota Medan untuk bulan yang sama selama tiga tahun terakhir.
Kepala BPS Kota Medan, Nafsyah Aprillia, S.Si, M.Si, menjelaskan bahwa penyebab utama deflasi di bulan Oktober ini adalah melimpahnya pasokan bawang merah akibat panen raya di Pulau Jawa sepanjang bulan tersebut.
“Selain itu, masuknya pasokan cabai merah dari luar Sumatera Utara juga turut menekan laju inflasi komoditas cabai merah di Kota Medan,” jelas Nafsyah dalam paparannya pada Senin (3/11/2025).
Beberapa kelompok pengeluaran menunjukkan penurunan harga (deflasi) pada bulan Oktober 2025, di antaranya:
Penyumbang Deflasi:
Bawang merah, cabai rawit, cabai hijau, kacang panjang, daging ayam ras, buncis, kol putih, sawi putih, beras, ikan tongkol, daun bawang, minyak goreng, ikan dencis, ketimun, jengkol, mangga, sawi hijau, terong, dan tomat.
Penyumbang Inflasi:
Cabai merah, wortel, roti manis, ikan nila, telur ayam ras, apel, biskuit, kentang, sigaret kretek tangan (SKT), minuman ringan, dan makanan ringan/snack.
Penyumbang Deflasi: Pengharum cucian, pelembut pakaian, dan pembersih lantai.
Penyumbang Deflasi: Angkutan udara.
Penyumbang Inflasi: Tarif kendaraan roda empat daring (online).
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami kenaikan harga (inflasi), di antaranya:
Penyumbang Inflasi: Emas perhiasan, sabun mandi cair, sampo, dan sabun mandi.
Penyumbang Deflasi: Pasta gigi dan popok bayi sekali pakai.
Penyumbang Inflasi: Obat gosok dan obat dengan resep.
Penyumbang Inflasi: Kemeja pendek katun pria.
Penyumbang Inflasi: Rujak.
“Terdapat dua kelompok yang tidak mengalami perubahan indeks pada bulan Oktober, yaitu kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan, serta kelompok Pendidikan,” tambah Nafsyah.
BPS Kota Medan juga merilis daftar komoditas dominan penyumbang inflasi dan deflasi bulanan sebagai berikut:
| Penyumbang Inflasi | Andil (%) | Penyumbang Deflasi | Andil (%) |
|---|---|---|---|
| Emas Perhiasan | 0,24 | Bawang Merah | 0,12 |
| Cabai Merah | 0,07 | Cabai Rawit | 0,06 |
| Wortel | 0,05 | Cabai Hijau | 0,05 |
| Roti Manis | 0,02 | Kacang Panjang | 0,04 |
| Kemeja Pendek Katun Pria | 0,02 | Daging Ayam Ras | 0,04 |
Menurut BPS, bawang merah menjadi komoditas dengan andil deflasi terbesar, yakni 0,12% dengan tingkat deflasi 15,15% pada bulan Oktober.
Namun secara kumulatif sepanjang 2025, bawang merah justru masih mengalami inflasi sebesar 21,74%.
Sementara itu, cabai merah memberikan andil inflasi sebesar 0,07% dengan kenaikan harga 5,53%. Secara kumulatif, komoditas ini mencatat inflasi 192,33% sepanjang tahun berjalan.
Deflasi Kota Medan sebesar 0,05% pada Oktober 2025 menunjukkan adanya stabilitas harga pangan berkat peningkatan pasokan dari berbagai daerah. Namun, BPS tetap mencatat bahwa sejumlah komoditas seperti emas perhiasan dan cabai merah masih berpotensi mendorong inflasi menjelang akhir tahun.
Dengan kondisi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pelaku distribusi dapat terus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Kota Medan.