Jumat, 25 September 2026

Astaga! Nilai Tukar Rupiah Kembali Cetak Rekor Terlemah Usai Ditutup di Rp 17.668

Mhd Rabbani - Senin, 18 Mei 2026 16:26 WIB
Astaga! Nilai Tukar Rupiah Kembali Cetak Rekor Terlemah Usai Ditutup di Rp 17.668
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.comm Jakarta - Soal nilai tukar rupiah cetak rekor melemah lagi, saat pemerintah belum mengambil langkah khusus terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah memilih untuk terus memantau perkembangan pasar keuangan global sebelum menentukan kebijakan lanjutan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah saat ini masih dipengaruhi kondisi global, terutama tingginya harga minyak dunia yang turut menekan berbagai mata uang. Menurut dia, pelemahan kurs tidak hanya dialami rupiah, tetapi juga terjadi pada sejumlah mata uang negara lain di tengah meningkatnya tekanan eksternal. "Nanti kita monitor saja dulu, karena memang berbagai currency juga lemah akibat dari pada harga minyak masih terlalu tinggi," ujar Airlangga kepada awak media di Kemenko Perekonomian, Senin (18/5). Sebagai informasi, rupiah kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan awal pekan ini dan mencatatkan posisi terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Senin (18/5/2026), mata uang Garuda berakhir di level Rp 17.668 per dolar AS, melemah sekitar 0,4%. Dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp 17.597 per dolar AS pada Jumat (15/5/2026). Tekanan terhadap rupiah juga sempat membawa kurs menyentuh titik terendah intraday di Rp 17.683 per dolar AS sekitar pukul 12.17 WIB. Pergerakan mata uang di kawasan Asia hingga pukul 15.00 WIB terlihat bergerak beragam. Ringgit Malaysia tercatat menjadi mata uang dengan pelemahan paling dalam setelah turun 0,49% terhadap dolar AS. Selain itu, rupee India ikut tertekan sebesar 0,33%, disusul yen Jepang yang melemah 0,11%. Dolar Taiwan juga terkoreksi 0,03%, sementara peso Filipina turun tipis 0,02%. Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih mampu menguat. Yuan China mencatat kenaikan terbesar di kawasan dengan apresiasi 0,15%, diikuti baht Thailand yang menguat 0,09% terhadap dolar AS.  

Sumber
:
Berita Terkait
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bergerak Fluktuatif Namun Terbatas di Rentang Rp17.580-Rp17.680 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis 0,02% Bertengger di Level Rp17.718 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Terbatas dengan Rentang Rp17.720-Rp17.780 per Dolar AS