Sabtu, 26 September 2026

Analis Pasar: Penguatan Nilai Tukar Rupiah Besok Bakal Tidak Bertahan Lama

Mhd Rabbani - Minggu, 12 Juli 2026 16:53 WIB
Analis Pasar: Penguatan Nilai Tukar Rupiah Besok Bakal Tidak Bertahan Lama
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026) nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Meski demikian, penguatan ini dinilai masih dibayangi risiko pembalikan arah seiring kembali memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,35% secara harian ke Rp 18.065 per dolar AS pada Jumat (10/7/2026). Tapi, dalam sepekan rupiah melemah 0,56% dari posisinya di level Rp 17.963 per dolar AS pada Jumat (3/7/2026). Sementara, berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,11% secara harian ke Rp 18.069 per dolar AS. Diketahui, dalam sepekan, nilai tukar rupiah melemah 0,60% dari posisinya di level Rp 17.960 per dolar AS pada Jumat (3/7/2026). Menanggapi hal tersebut, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Kondisi tersebut mendorong mata uang di kawasan Asia maupun mata uang utama dunia menguat terhadap dolar AS. "Rupiah dan mata uang regional maupun dunia umumnya menguat terhadap dolar di tengah pulihnya sentimen risiko menyusul harapan dilanjutkannya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran," ujar Lukman. Meski begitu, Lukman mengingatkan penguatan nilai tukar rupiah berpotensi tidak bertahan lama. Pasalnya, pasar kembali dihadapkan pada meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terbaru terhadap Iran yang kemudian dibalas dengan pernyataan serupa oleh Iran. Menurutnya, eskalasi konflik tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS, sehingga dapat kembali menekan pergerakan mata uang negara berkembang seperti rupiah. Untuk perdagangan Senin (13/7/2026), Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.100 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau