Topikseru.com, Jakarta - Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (21/9/2026) jam 17:53 WIB, mata uang Yen Jepang (USD/JPY) menguat 0,23% atau naik 0,355 poin ke level 157,229.
Sementara Euro (EUR/USD) melemah 0,03% atau berkurang 0,0003 poin ke level 1,14821, dan Poundsterling Inggris (GBP/USD) terkoreksi 0,09% atau turun 0,00127 poin ke posisi 1,33824.
Dinamika nilai tukar mata uang utama dunia masih bergerak fluktuatif akibat pengaruh divergensi kebijakan moneter global dan perhatian pasar terhadap agenda diplomatik antarnegara.
Menanggapi hal tersebut, Research and Development ICDX Muhammad Amru Syifa menilai pergerakan valas utama saat ini sangat dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter, perkembangan geopolitik, dan dinamika sentimen risiko.
Tekanan pada Yen Jepang terjadi karena pasar memandang sinyal pengetatan lanjutan dari Bank of Japan (BoJ) belum cukup kuat untuk mengimbangi sikap The Fed yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga berikutnya.
Di saat yang sama, langkah antisipasi pasar terhadap potensi intervensi otoritas Jepang juga membatasi ruang gerak yen.
Sementara untuk mata uang Euro dan Poundsterling, fokus utama pasar tertuju pada efektivitas kebijakan European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) dalam merespons tekanan inflasi domestik serta lonjakan harga energi kawasan.
“Selain itu, perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak masih menjadi faktor penting bagi pasar valas,” kata Amru.
Pasar mata uang global juga mencermati secara ketat agenda pertemuan bilateral antara AS dan China pada pekan ini.
Perkembangan hubungan kedua negara ekonomi terbesar tersebut dipandang berpotensi mengubah lanskap sentimen risiko global secara signifikan.
“Pasar juga mencermati pertemuan AS-China pada pekan ini karena perkembangan hubungan kedua negara dapat memengaruhi sentimen risiko global dan arah mata uang utama,” ujar Amru.
Hingga akhir 2026, Amru memproyeksikan pasangan mata uang EUR/USD akan bergerak di kisaran 1,13–1,17.
Sedangkan GBP/USD diperkirakan berada di area 1,31–1,36, dan USD/JPY di rentang 154–160. Adapun Indeks Dolar AS (DXY) diproyeksikan bergerak dalam kisaran 98–102.
Proyeksi indikatif ini berpotensi bergerak dinamis menyesuaikan penyesuaian suku bunga acuan bank sentral, laju inflasi, harga energi global, serta respons kebijakan moneter pemerintah Jepang.
Berita Terkait