Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan Selasa (14/7/2026) nilai tukar rupiah spot ditutup pada level Rp 18.091 per dolar Amerika Serikat (AS).
Nilai tukar rupiah menguat 0,10% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 18.109 per dolar AS. Di Asia, rupiah menguat Bersama beberapa mata uang lainnya.
Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,23%, disusul dolar Singapura yang menguat 0,12%.
Di mana nilai tukar rupiah menguat 0,10%, yen Jepang menguat 0,04%, dolar Taiwan menguat 0,04% dan yuan China yang menguat 0,02% terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Rupee India melemah 0,56%, peso Filipina melemah 0,21%, ringgit Malaysia melemah 0,16%, baht Thailand melemah 0,09% dan dolar Hong Kong melemah 0,01% terhadap dolar AS sore ini.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 101,15, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 101,23.
Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis 0,04% Dibuka di Level Rp18.116 per Dolar AS
Pada awal perdagangan Selasa (14/7/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak tipis dibuka di level Rp 18.116 per dolar Amerika Serikat (AS).
Hal ini membuat nilai tukar rupiah melemah tipis 0,04% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 18.109 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar rupiah sejalan dengan sebagian besar mata uang di Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,34%.
Disusul, peso Filipina turun 0,18%. Menguat, Hang Seng Terjun Selanjutnya ada baht Thailand terkoreksi 0,07% dan yuan China tertekan 0,05%.
Lalu, dolar Singapura yang tergelincir 0,02%. Kemudian ada dolar Hong Kong melemah tipis 0,003% terhadap the greenback.
Sementara itu, won Korea Selatan kembali menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,2%.
Berikutnya, yen Jepang naik 0,02% dan dolar Taiwan yang terkerek 0,003% di pagi ini.
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Menguat Dipicu S&P Global Ratings
Pada perdagangan Selasa (14/7/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot diproyeksi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Sekedar mengingatkan, nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin (13/7/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,24% secara harian ke Rp 18.109 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,34% secara harian ke Rp 18.131 per dolar AS.
Menanggapi hal tersebut, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksi, rupiah dapat menguat pada perdagangan hari ini (14/7/2026) karena S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dan jangka pendek A-2.
Sebelumnya, S&P menyebut, prospek peringkat jangka panjang stabil, mencerminkan harapan bahwa penurunan metrik fiskal dan eksternal bersifat sementara dan akan berbalik dengan harga komoditas yang lebih tinggi dan laju perubahan kebijakan yang lebih stabil.
“Untuk hari ini ada kemungkinan (rupiah) bisa menguat setelah S&P mempertahankan rating kredit Indonesia tetap di BBB dengan outlook stabil,” ujar Lukman.
Lukman memproyeksikan, rupiah bergerak dalam kisaran Rp 18.000 – Rp 18.150 per dolar AS untuk hari ini.
Sementara itu, Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pasar merespon negatif dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.
Sebab, negara yang memiliki sistem hukum buruk cenderung terhambat kinerja dan pertumbuhan ekonominya. Ini bukan hanya teoritis, tetapi faktual terjadi di berbagai negara dengan sistem hukum yang lemah.
“Oleh karena itu, sasaran pertumbuhan menuju 8% sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini,” ucapnya.
Ibrahim memperkirakan, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
Ibrahim memproyeksikan rupiah hari ini (14/7/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 18.100 – Rp 18.150 per dolar AS.
Berita Terkait