Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Selasa (27/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan melemah di pasar spot.
Di mana IHSG melemah 6,622 poin atau 0,11% ke 6.179,161. Pelemahan IHSG ini disokong sebagian indeks sektoral.
Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang anjlok 0,37%.
Diikuti, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Kesehatan, IDX Sektor Infrastruktur dan IDX Sektor Barang Baku.
Sementara itu, IDX Sektor Barang Konsumen Primer menjadi sektoral dengan penguatan terbesar setelah melonjak 0,41% di awal perdagangan hari ini.
Berikutnya ada IDX Sektor Transportasi dan Logistik, IDX Sektor Properti & Real Estate, IDX Sektor Teknologi dan IDX Sektor Perindustrian.
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 2,69%
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 1,05%
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 1,05%
Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik 2,52%
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 1,69%
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 1,36%
Analis Pasar: IHSG Cenderung Bergerak Konsolidasi dalam Kisaran 6.080 Hingga 6.250
Pada perdagangan Senin (27/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.
IHSG terkoreksi 0,17% ke level 6.185,78 pada penutupan perdagangan, seiring respons negatif pelaku pasar terhadap sentimen domestik.
Menanggapi hal tersebut, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, pelemahan IHSG dipicu oleh pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang meningkatkan ketidakpastian pasar.
“Pengunduran diri Gubernur BI secara mendadak direspons negatif oleh pasar karena dalam jangka pendek meningkatkan ketidakpastian, terutama di tengah depresiasi rupiah serta potensi tren kenaikan suku bunga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelemahan IHSG tertahan oleh koreksi harga minyak mentah. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah 0,26% ke level Rp18.009 per dolar AS di pasar spot. Secara teknikal, indikator menunjukkan pelemahan mulai terbatas.
“Histogram positif MACD kembali menyempit dan Stochastic RSI melemah, namun IHSG masih bertahan di atas MA20 dan MA50, sehingga diperkirakan bergerak konsolidasi di kisaran 6.080-6.250,” jelas Alrich.
Senada, Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project William Hartanto melihat tekanan IHSG mulai mereda dan berpotensi memasuki fase jenuh jual.
“Pelemahan IHSG mulai terbatas dan semakin memperlihatkan indikasi jenuh jual. Nilai transaksi juga berada di batas bawah dan tidak menunjukkan adanya panic selling,” ujarnya.
Ia menambahkan, posisi candlestick IHSG masih tertahan di area MA20, sehingga membuka peluang terjadinya rebound dalam jangka pendek.
“Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi mencapai jenuh jual dan mengalami rebound pada perdagangan hari ini,” imbuhnya.
Untuk perdagangan Selasa (28/7/2026), William memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.154-6.243.
Sementara itu, Alrich memproyeksikan IHSG cenderung bergerak konsolidasi dalam kisaran 6.080 hingga 6.250.
Adapun sejumlah saham yang dapat dicermati investor antara lain PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dengan target Rp 490-Rp 500 serta PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) di kisaran Rp 745-Rp 800 per saham.
Berita Terkait