Kamis, 24 September 2026

Bursa Asia Bergerak Melemah di Perdagangan Senin (31/8/2026): Nikkei 225 Melemah 1,98% dan Hang Seng 0,64%

Mhd Rabbani - Senin, 31 Agustus 2026 09:30 WIB
Bursa Asia Bergerak Melemah di Perdagangan Senin (31/8/2026): Nikkei 225 Melemah 1,98% dan Hang Seng 0,64%
Bursa Asia
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Senin (31/8/2026) Bursa Asia bergerak melemah indeks Nikkei 225 melemah 1,98% ke 65.092,29. Sejalan, indeks Hang Seng dibuka melemah 0,64% ke 25.420,63. Selanjutnya indeks Taiex turun 1,34% menjadi 45.711,48 dan indeks Kospi anjlok 2,53% ke 6.616,97. Sedangkan indeks ASX 200 menguat 0,33% ke 9.122,6. Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,34% ke 5.719,46. Sementara, FTSE Malay KLCI sedang libur memperingati Hari Kebangsaan atau Hari Kemerdekaan. Pasar saham Asia melemah pada awal pekan ini akibat pecahnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak. Sementara imbal hasil obligasi tetap tinggi setelah investor memperbesar kemungkinan kenaikan suku bunga AS. Harga minyak mentah berjangka Brent dan WTI sama-sama naik lebih dari 1% setelah pasukan AS menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada hari Minggu (30/8/2026). Sebagai tanggapan, Iran menyerang pasukan AS yang ditempatkan di Yordania, menurut laporan Fox News. Risiko inflasi yang timbul akibat situasi ini membuat pasar obligasi waspada, menyusul pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada hari Jumat yang menegaskan bahwa bank sentral masih memiliki tugas untuk mengendalikan inflasi. Pasar bereaksi dengan meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga bulan September menjadi 57%. Yang mendorong lonjakan tajam imbal hasil Treasury jangka pendek dan menyebabkan pendataran kurva imbal hasil. Faktor kunci bagi kemungkinan kenaikan suku bunga lebih awal adalah hasil laporan data ketenagakerjaan (payrolls) bulan Agustus yang akan dirilis hari Jumat serta data harga konsumen yang dijadwalkan pada 11 September. Para analis memprediksi adanya penambahan 58.000 lapangan kerja, menyusul penurunan mengejutkan sebesar 23.000 pada bulan Juli, dengan tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1%. Diperlukan hasil yang jauh lebih lemah untuk secara signifikan mengurangi risiko adanya langkah kebijakan suku bunga pada bulan September.
Sumber
:
Berita Terkait
Bursa Asia Memerah di Perdagangan Senin (31/8/2026): Topix Melemah 0,84% dan Nikkei 225 Ditutup Turun 1,97%
IHSG Melemah 0,33% ke Level 5.904,86 di Perdagangan Senin (13/7/2026) Pagi Ini
Bursa Saham di Kawasan Asia Terkoreksi Mundur dari Level Rekor Tertinggi Efek Ketegangan di Timur Tengah
Bursa Asia Bergerak Bervariasi: Indeks Nikkei 225 Jepang Melonjak Lebih dari 1% dan Cetak Rekor Tertinggi
Pasar Saham Asia-Pasifik Menghijau: Indeks Kospi Korea Selatan Melonjak 1,83%