Sabtu, 26 September 2026

Analis Pasar: Harga Emas Spot Diproyeksikan Masih Bergerak Volatil hingga Akhir 2026

Mhd Rabbani - Selasa, 01 September 2026 08:32 WIB
Analis Pasar: Harga Emas Spot Diproyeksikan Masih Bergerak Volatil hingga Akhir 2026
Harga Emas Spot
Topikseru.com, Jakarta - Analis Pasar memproyeksikan hingga akhir 2026 harga emas spot masih bergerak volatil. Dalam jangka pendek, pergerakan harga emas dinilai belum menunjukkan sinyal kuat. Untuk kembali memasuki tren kenaikan, sementara arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) masih menjadi salah satu faktor penting yang perlu dicermati investor. Menanggapi hal tersebut, Group Head of Operations Syailendra Capital Syanne Gracetinne Polii mengatakan dalam horizon tiga hingga enam bulan ke depan, harga emas berpotensi bergerak sideways atau mengalami koreksi jangka pendek. "Dalam kurun waktu pendek, mungkin sekitar 3 sampai 6 bulan, harga emas either cenderungnya sideways atau koreksi short-term saja," ujar Syanne. Dia menjelaskan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, terutama arah kebijakan moneter AS. Karena itu, investor belum dapat memastikan bahwa harga emas akan segera kembali memasuki tren kenaikan baru. Sebelumnya, harga emas mengalami koreksi hingga 26% sepanjang Januari-Juni 2026. Koreksi tersebut menjadi yang terdalam dalam satu dekade terakhir. Syanne mengatakan tekanan terhadap harga emas pada periode tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk perubahan aturan leverage, aksi ambil untung investor, serta gejolak geopolitik. Kondisi tersebut membuat ruang pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih cukup dinamis. Investor dinilai perlu memperhatikan perkembangan faktor makroekonomi dan kebijakan moneter sebelum mengambil keputusan investasi. Meski prospek jangka pendek masih menghadapi tekanan, Syanne melihat permintaan emas dalam jangka panjang tetap memiliki sejumlah penopang struktural. Salah satunya berasal dari pembelian emas oleh bank sentral. Menurut dia, bank sentral cenderung memanfaatkan periode koreksi harga emas untuk meningkatkan cadangan emas mereka. "Bank Sentral sekarang itu lumayan action-nya jadi kayak dip buyers gitu. Every single correction yang terjadi di emas mereka akan memanfaatkan untuk membeli emas dan meningkatkan cadangan emasnya," beber Syanne. Pembelian bank sentral tersebut berpotensi menjadi penopang permintaan ketika harga emas mengalami koreksi. Dengan demikian, meskipun pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih berpotensi volatil, permintaan struktural dalam jangka panjang masih relatif kuat. Sementara itu, Chief Executive Officer Syailendra Capital Fajar R. Hidajat menilai emas memiliki karakteristik yang berbeda dari aset keuangan lainnya sehingga dapat berfungsi sebagai diversifier dalam portofolio. "Emas memiliki karakteristik yang unik dalam sebuah portofolio. Walaupun bersifat non-yielding asset, namun emas mampu menjadi portfolio diversifier karena korelasi yang bisa berbeda dengan aset keuangan lainnya," ujar Fajar. Menurut Fajar, investor perlu memahami karakteristik dan fungsi emas sebelum memasukkannya ke dalam portofolio, termasuk memahami risiko fluktuasi harga. Seiring berkembangnya instrumen investasi, akses terhadap emas juga tidak lagi terbatas pada kepemilikan fisik. Investor kini dapat memperoleh eksposur terhadap emas melalui Exchange Traded Fund (ETF), yakni reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa. Syailendra Capital sebelumnya meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) yang menggunakan emas sebagai underlying. Fajar mengatakan perkembangan ETF memberikan alternatif bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap emas melalui mekanisme pasar modal. "Perkembangan cara investasi emas melalui ETF membuat setiap investor bisa lebih mudah memperoleh eksposur terhadap emas melalui infrastruktur pasar modal yang fleksibel, transparan, dan terstruktur," tambahnya. Dengan prospek harga yang masih volatil dalam jangka pendek, pemahaman terhadap faktor penggerak harga serta karakteristik instrumen investasi menjadi penting bagi investor. Di sisi lain, pembelian bank sentral dan kebutuhan diversifikasi portofolio menjadi faktor yang dapat menopang minat terhadap emas dalam jangka panjang.

Sumber
:
Berita Terkait
Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Selasa, 22 September 2026: 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Terkoreksi Tipis Rp1.000, Cek Rinciannya
Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Senin (21/9/2026): 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram
Harga Emas Spot Terkoreksi 0,36% Terseret di Level US$ 4.309,10 per Ons
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Dibanderol Rp2.628.000 per Gram
Analis Pasar: Harga Emas Terkonsolidasi dan Menguat Kembali ke Rentang US$4.500–US$5.000 per Troy Ons