Sabtu, 26 September 2026

Semeru Erupsi 6 Kali dalam Semalam, Letusan Tertinggi Capai 800 Meter

Muchlis - Sabtu, 26 September 2026 00:32 WIB
Semeru Erupsi 6 Kali dalam Semalam, Letusan Tertinggi Capai 800 Meter
Foto: PVMBG
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Jumat (25/9/2026) malam.

Topikseru.com, Lumajang - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Jumat (25/9/2026) malam. Gunung api setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tercatat mengalami enam kali erupsi beruntun dalam rentang waktu sekitar satu setengah jam.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 22.15 WIB dengan kolom letusan teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak. Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang terpantau bergerak ke arah utara.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan aktivitas tersebut masih berlangsung ketika pengamatan dilakukan.

Baca Juga:

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak," kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Aktivitas Gunung Semeru belum berhenti setelah letusan pertama. Sekitar 11 menit kemudian, tepatnya pukul 22.26 WIB, erupsi kembali terjadi dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau mencapai 4.176 mdpl.

Selanjutnya, Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 22.40 WIB. Kali ini kolom letusan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.

Erupsi berikutnya terjadi pukul 22.54 WIB dengan tinggi kolom sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 mdpl. Abu vulkanik tetap teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang menuju utara.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 23.05 WIB. Kolom letusan yang teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak.

Puncak rangkaian erupsi malam itu terjadi pukul 23.29 WIB. Kolom letusan tercatat mencapai sekitar 800 meter di atas puncak, menjadi yang tertinggi dalam rangkaian enam erupsi tersebut.

Dengan aktivitas itu, Gunung Semeru tercatat mengalami enam kali erupsi sejak pukul 22.15 WIB hingga 23.29 WIB.

Di tengah aktivitas erupsi yang berulang, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Badan Geologi sebelumnya menetapkan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar batas tersebut, warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Area tersebut dinilai berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Selain itu, masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena terdapat potensi lontaran batu pijar.

Petugas juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru untuk tidak mengabaikan potensi bahaya susulan.

Ancaman yang perlu diwaspadai antara lain awan panas guguran, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat bergerak mengikuti lembah dan aliran sungai yang berhulu di kawasan puncak.

Beberapa jalur sungai yang menjadi perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat.

Anak-anak sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan juga perlu diwaspadai karena dapat menjadi jalur aliran lahar, terutama ketika terjadi hujan di kawasan puncak.

Rangkaian enam erupsi pada Jumat malam menunjukkan aktivitas Gunung Semeru masih perlu dipantau secara ketat. Dalam beberapa hari terakhir, gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu juga beberapa kali mengalami erupsi.

Pada 21 September 2026, Badan Geologi memperkuat rekomendasi pembatasan aktivitas hingga 13 kilometer di sektor tenggara Besuk Kobokan setelah Semeru mengalami erupsi dengan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru dan Badan Geologi serta mematuhi seluruh batas kawasan yang telah ditetapkan.

Keselamatan warga menjadi prioritas, terutama bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Gunung Semeru Erupsi 8 Kali Selasa Pagi, Tinggi Letusan Capai 800 Meter
Semeru Keluarkan Asap Setinggi 1 Km, Aktivitas Kegempaan Meningkat: Warga Diminta Menjauh dari Zona Berbahaya
Basarnas Intensifkan Evakuasi Warga Lumajang Usai Erupsi Semeru, 300 Orang Mengungsi
Erupsi Gunung Semeru Hari Ini: Awan Panas Meluncur 7 Km, Status Tetap Waspada Level II