Sabtu, 26 September 2026

IHSG Dibuka Langsung Turun ke Zona Merah di Perdagangan Senin (7/9/2026)

Mhd Rabbani - Senin, 07 September 2026 10:36 WIB
IHSG Dibuka Langsung Turun ke Zona Merah di Perdagangan Senin (7/9/2026)
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada pembukaan perdagangan Senin (7/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka langsung turun ke zona merah pada perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG sempat turun 0,15% ke level 6.626,21 di pasar spot. IHSG tertekan penurunan sejumlah indeks sektoral antara lain seperti IDX Perindustrian dan logistik, disusul IDX Barang Baku, IDX Barang Konsumer non-primer, IDX Transportasi dan IDX Keuangan. Dengan total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 7,55 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,4 triliun. Ada sebanyak 277 saham yang melemah, 227 saham yang menguat, dan 212 saham yang stagnan. Top losers di LQ45: 1. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) 3,1% ke Rp 2.210 per saham 2. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 1,9% ke Rp 505 per saham 3. PT Indika Energy Tbk (INDY) 1,4% ke Rp 2.750 per saham HRTA Top gainers di LQ45: 1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 5,2% ke Rp 815 per saham 2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 3,5% ke Rp 2.980 per saham 3. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 3,3% ke Rp 11.625 per saham

Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Mixed di Rentang Support 6.575 dan Resistance 6.718

Pada perdagangan Senin (7/9/2026) ketegangan geopolitik global, terutama konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, berpotensi menahan laju penguatan IHSG. Di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki pekan kedua September 2026 dengan risiko volatilitas yang masih tinggi. Menanggapi hal tersebut, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, konflik AS-Iran menjadi salah satu risiko utama pasar karena dapat mengganggu pengiriman energi melalui Selat Hormuz dan mendorong kenaikan harga minyak global. Kenaikan harga minyak berpotensi kembali menekan sentimen pasar dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Dari dalam negeri, investor juga mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia Agustus 2026. Audi memperkirakan cadangan devisa masih berpotensi mencatat surplus, meski berada dalam tren penurunan sejak awal tahun. Dengan demikian, respons pasar terhadap data tersebut diperkirakan cenderung moderat. "Risiko global masih membayangi, sehingga IHSG berpotensi melemah terbatas," ujar Audi. Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas pada rentang support 6.575 dan resistance 6.718. Sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,47% ke level 6.636,47 pada perdagangan Jumat (4/9). Di tengah tekanan eksternal, penguatan rupiah dan masih derasnya aliran dana asing menjadi penopang pasar saham domestik. Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai penguatan rupiah ke sekitar Rp 17.642 per dolar AS pada akhir pekan lalu dapat membuka ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham. Menurut Hendra, kondisi pasar relatif lebih terjaga selama rupiah mampu bertahan dan tidak kembali tertekan hingga mendekati level Rp 18.000 per dolar AS. Selain itu, investor asing masih membukukan net buy sekitar Rp 1,6 triliun dalam sepekan, yang menunjukkan minat terhadap aset saham Indonesia mulai pulih. Hendra menempatkan area support IHSG pada 6.580-6.600 dan resistance 6.680-6.700. "Selama bertahan di atas 6.580, tren jangka pendek masih sehat," kata Hendra.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan