Kamis, 15 Oktober 2026

Kopi Sinaok dan Keripik UMKM Dairi Tampil di INACRAFT 2026, Bidik Pasar Lebih Luas

Muchlis - Kamis, 15 Oktober 2026 19:09 WIB
Kopi Sinaok dan Keripik UMKM Dairi Tampil di INACRAFT 2026, Bidik Pasar Lebih Luas
Kopi Sinaok dan keripik UMKM binaan PT DPM dipromosikan di INACRAFT 2026. Simak upaya pengembangan UMKM Dairi dan perluasan akses pasar.

Topikseru.com, Dairi - Produk olahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mendapat kesempatan tampil di pasar nasional melalui ajang INACRAFT October Vol. 5 Tahun 2026. Kopi Sinaok hingga keripik pisang dan singkong produksi rumahan dipromosikan melalui stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi di Jakarta.

Pameran yang berlangsung pada 7 - 11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, itu menjadi ruang promosi bagi produk lokal Dairi untuk menjangkau konsumen di luar daerah.

Keikutsertaan produk tersebut juga memperlihatkan upaya memperluas pemasaran UMKM, tidak hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga dengan memperkenalkan hasil olahan masyarakat dalam pameran berskala nasional.

Baca Juga:

Produk-produk yang ditampilkan merupakan bagian dari UMKM binaan PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Dari Hasil Bumi Menjadi Produk Bernilai Tambah

Pembinaan UMKM yang dijalankan PT DPM mencakup tahapan produksi hingga pengolahan. Program tersebut tidak hanya menyasar sektor pertanian melalui dukungan bibit kopi, kakao, dan durian, tetapi juga mendorong masyarakat mengolah hasil bumi menjadi produk siap konsumsi.

Salah satu fokusnya adalah pemberdayaan pelaku usaha rumahan, termasuk ibu-ibu di Parongil dan sekitarnya. Melalui pengolahan pangan, hasil pertanian diharapkan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan ketika hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.

Kopi Sinaok dan aneka keripik menjadi contoh produk yang dapat dikembangkan melalui peningkatan keterampilan, kualitas produksi, dan pengemasan.

Upaya tersebut penting karena peluang pasar produk lokal tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku. Konsistensi rasa, kebersihan, daya tahan produk, tampilan kemasan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen juga berpengaruh terhadap daya saing.

Dengan pengolahan yang lebih baik, pelaku UMKM berpeluang membangun identitas produk sekaligus memperluas saluran penjualan.

PT DPM Fasilitasi Pelatihan Kopi dan Keripik

Untuk memperkuat kemampuan pelaku UMKM, PT DPM secara berkala mengadakan pelatihan pengolahan pangan dengan melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Dairi.

Pada September 2026, pelatihan menyangrai kopi atau roasting digelar untuk membantu pelaku usaha menjaga karakter cita rasa kopi lokal.

Selain kopi, pendampingan juga mencakup pembuatan dan pengemasan keripik rumahan. Materi pelatihan diarahkan pada proses produksi yang higienis, tekstur renyah, ketahanan produk, serta kemasan yang menarik bagi calon pembeli.

Peningkatan keterampilan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memenuhi standar kualitas yang lebih baik dan mempersiapkan produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Namun, perluasan pasar tetap membutuhkan upaya lanjutan, termasuk menjaga konsistensi kualitas, menentukan harga yang kompetitif, dan membangun saluran pemasaran yang berkelanjutan.

PT DPM Dorong UMKM Tidak Berhenti pada Pelatihan

Chief Legal and External Relations PT DPM, Radianto Arifin, mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat membutuhkan pendekatan terpadu dan berkesinambungan.

Menurut dia, program PPM tidak hanya berfokus pada kegiatan budidaya di lahan pertanian, tetapi juga mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil bumi menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pendampingan, kata Radianto, mencakup peningkatan keterampilan pengolahan, efisiensi produksi, hingga pembukaan akses pemasaran melalui kegiatan seperti INACRAFT.

Dia berharap masyarakat tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi produk olahan yang memiliki daya saing.

Radianto menambahkan, kesempatan mengikuti pameran nasional diharapkan menjadi pijakan bagi UMKM binaan untuk semakin dikenal dan membuka peluang pasar baru.

Baginya, pembinaan usaha masyarakat perlu berlanjut setelah pelatihan selesai, sehingga produk yang dihasilkan berpeluang menjangkau konsumen secara lebih luas.

INACRAFT Menjadi Kesempatan Memperkenalkan Produk Dairi

Keikutsertaan Kopi Sinaok dan keripik rumahan di INACRAFT memberi kesempatan bagi produk asal Dairi untuk diperkenalkan kepada pengunjung pameran di Jakarta.

Pameran tersebut juga menjadi salah satu jalur promosi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan karakter produk lokal kepada konsumen yang sebelumnya belum mengenalnya.

Meski demikian, partisipasi dalam pameran belum otomatis menjamin peningkatan penjualan secara berkelanjutan.

Peluang tersebut perlu diikuti dengan strategi pemasaran, kesiapan kapasitas produksi, serta kemampuan menjaga kualitas ketika permintaan meningkat.

Bagi pelaku UMKM, akses pasar menjadi bagian penting yang melengkapi proses produksi. Produk yang berkualitas tetap membutuhkan promosi dan jalur distribusi agar dapat ditemukan serta dibeli konsumen.

Karena itu, keberlanjutan pembinaan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung perkembangan usaha setelah kegiatan pameran berakhir.

Pengembangan UMKM Diharapkan Memperkuat Ekonomi Keluarga

Melalui program PPM, PT DPM berharap pengembangan UMKM dapat memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sinergi antara peningkatan kapasitas produksi, pengolahan yang lebih berkualitas, dan perluasan akses pasar diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan nilai produk lokal.

Bagi Kabupaten Dairi, pengembangan produk olahan seperti kopi dan keripik juga membuka ruang untuk memperkenalkan potensi hasil bumi daerah melalui usaha berbasis rumah tangga.

Ke depan, tantangannya bukan hanya membawa produk lokal ke pameran nasional, tetapi juga menjaga agar kualitas, pemasaran, dan kapasitas usaha dapat berkembang setelah promosi selesai.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produk UMKM Dairi diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait