Jumat, 25 September 2026

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS dan Israel

Muchlis - Minggu, 01 Maret 2026 04:02 WIB
Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS dan Israel
Selat Hormuz
Topikseru.com, Teheran - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Islam Iran dikerahkan untuk menutup Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, Sabtu (28/2/2026). Brigadir Jenderal Ibrahim Jabari menyatakan langkah tersebut diambil menyusul serangan militer terhadap Iran. "Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran," kata Jabari kepada penyiar Al-Mayadeen.

Respons atas Serangan AS dan Israel

Keputusan menutup Selat Hormuz muncul setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil di beberapa wilayah. Hingga kini, otoritas Iran belum merinci jumlah pasti korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan gabungan tersebut. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan juga menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Perwakilan IRGC menyebut Israel telah melakukan “salah perhitungan” dengan menyerang Iran, dan memperingatkan bahwa respons Teheran akan terus berlanjut.

Dampak Strategis Penutupan Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Sekitar sepertiga pasokan minyak dunia yang diperdagangkan melalui laut melewati perairan sempit ini. Penutupan selat tersebut berpotensi mengguncang pasar energi global dan memicu lonjakan harga minyak dunia, sekaligus meningkatkan risiko konflik terbuka yang lebih luas di kawasan. Belum ada konfirmasi resmi dari otoritas maritim internasional terkait status navigasi kapal-kapal komersial di wilayah tersebut.

Sekolah Ditutup, Warga Diminta Waspada

Di dalam negeri, dampak eskalasi konflik mulai terasa. Mengutip pernyataan Kementerian Pendidikan Iran, kantor berita ISNA melaporkan bahwa sekolah-sekolah di berbagai wilayah ditutup atau untuk sementara beralih ke sistem pembelajaran daring. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas situasi keamanan yang memburuk akibat serangan AS dan Israel. Situasi di kawasan Timur Tengah terus berkembang cepat, dengan risiko eskalasi lebih lanjut jika kedua belah pihak tidak menahan diri.

Sumber
:
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Pemprov Sumut - AS Perkuat Kemitraan Strategis
Imperialisme Modern dan 'New Western Century': Dunia Sedang Berubah
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz