Kamis, 24 September 2026

MLFC Tembus Desa Terisolir di Aceh Tamiang, Bertarung dengan Lumpur Demi Salurkan Bantuan

Muchlis - Minggu, 07 Desember 2025 22:01 WIB
MLFC Tembus Desa Terisolir di Aceh Tamiang, Bertarung dengan Lumpur Demi Salurkan Bantuan
MLFC Aceh Tamiang
Topikseru.com - Di tengah medan berlumpur, jalan yang patah, dan desa-desa yang masih terputus sejak banjir besar menerjang Aceh Tamiang, sekelompok sukarelawan dari komunitas Medan Lawyer FC (MLFC) terus bergerak. Mereka bukan tim besar, bukan lembaga negara, hanya warga biasa yang memilih hadir saat banyak pintu tertutup. Sudah sembilan hari mereka menyusuri kawasan terisolir di Kecamatan Kejuruan Muda, menembus empat desa yang hingga kini masih berjuang bangkit dari kehancuran: Desa Sidodadi, Desa Tanjung Mancang, Dusun Alor Gantung, dan Desa Sungai Liput.

Medan Berbahaya, Tapi Bantuan Harus Masuk

[caption id="attachment_30028" align="alignnone" width="464"]MLFC Aceh Tamiang Tim relawan MLFC berjibaku membuka akses jalan menuju desa terisolir di Aceh Tamiang. Foto: Dok.MLFC[/caption] Material banjir masih berserakan. Pohon tumbang, jembatan rusak, dan kubangan lumpur yang dalam membuat akses menuju desa-desa itu hampir mustahil dilalui. Tapi para relawan MLFC tidak mundur. Gumilar Aditya Nugroho, Presiden MLFC, bercerita bahwa timnya mulai bergerak sejak 2 Desember 2025, tak lama setelah menuntaskan operasi evakuasi di Kota Medan. “Kami tahu akses ke Aceh Tamiang berat, tapi saudara-saudara kita di sana butuh bantuan. Kami tak mungkin menunggu,” ujar Gumilar, Minggu (7/12/2025). Tim relawan terpaksa membuka jalan secara manual, mengangkat kayu, membersihkan runtuhan, dan menuntun kendaraan agar tidak terjebak.

Desa Hancur, Warga Bertahan dengan Sisa Tenaga

[caption id="attachment_30029" align="alignnone" width="1200"]MLFC Aceh Tamiang Kondisi desa terisolir di Aceh Tamiang porak poranda diterjang banjir[/caption] Saat tim akhirnya berhasil masuk, pemandangan yang mereka temui tak mudah dilupakan. Rumah-rumah terbelah, sekolah rusak, dan warga bertahan dengan air seadanya. Banyak yang belum menerima suplai logistik sejak hari pertama banjir. Namun, di tengah gelapnya situasi, kedatangan relawan MLFC menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian. "Alhamdulillah, ini hari ke-9 MLFC menyalurkan bantuan. Bantuan ini titipan solidaritas dari warga Medan untuk saudara-saudara kita di Aceh Tamiang," ucap Gumilar. Awalnya, seluruh logistik berasal dari kantong pribadi anggota MLFC. Tetapi, ketika kabar perjuangan tim menyebar, bantuan dari masyarakat mulai berdatangan.

Menembus Malam, Membawa Harapan

Dengan mobil pickup dan kendaraan semi off-road, relawan MLFC menyusuri jalanan gelap. Tak jarang mereka harus berhenti untuk menyingkirkan lumpur atau melintasi jalur air. Di setiap desa yang mereka masuki, mereka bukan cuma membagikan paket sembako. Mereka memberi pelukan, obrolan singkat, dan harapan. Karena di banyak titik, bantuan bukan soal beras atau air, tapi soal memastikan warga tidak merasa ditinggalkan. [caption id="attachment_30030" align="alignnone" width="1278"]MLFC Aceh Tamiang Tim relawan MLFC menyalurkan bantuan kepada korban banjir di desa terisolir di Aceh Tamiang.[/caption]

Kebutuhan Mendesak: Obat-obatan dan Makanan Bayi Mulai Menipis

Memasuki hari ke-12 pasca banjir, MLFC mencatat masih banyak desa yang belum bisa terakses kendaraan besar. Kondisi ini membuat distribusi bantuan sering terhambat dan warga terpaksa bertahan dengan apa yang tersisa. Kebutuhan paling mendesak saat ini:
  • Sembako
  • Air bersih
  • Makanan bayi
  • Susu bayi
  • Obat-obatan
  • Kebutuhan khusus perempuan
"Obat-obatan sangat kritis. Banyak warga mulai sakit karena terpaksa minum air banjir untuk bertahan hidup," kata Gumilar.
Sumber
:
Berita Terkait
AKPI Sumatera Sabet Gelar Juara MLFC CUP III 2026 Usai Tundukkan Medan Lawyer FC
Aceh Tamiang Mengenang Bantuan Medan di Saat Sama-sama Dilanda Banjir
Sinergi TNI dan Warga, Jembatan Aramco Tanah Terban Rampung Hubungkan Dua Desa di Aceh Tamiang
Dua Nelayan Aceh Didakwa Jadi Perantara Transaksi 1 Kg Kokain, Disidang di PN Medan
3 Bulan Pascabanjir Bandang Aceh 2025, Banyak Sekolah Rusak dan Sulit Direnovasi
14.143 Kasus ISPA Tercatat di Aceh Tamiang Pascabanjir Bandang, Dinkes Waspadai Lonjakan