Kamis, 24 September 2026

Banjir Nepal-China Telan 633 Nyawa, 320 Warga India Masih Hilang

Muchlis - Minggu, 30 Agustus 2026 08:06 WIB
Banjir Nepal-China Telan 633 Nyawa, 320 Warga India Masih Hilang
Tim penyelamat mencari korban banjir bandang dan tanah longsor di Nepal
Topikseru.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Nepal dan China berubah menjadi krisis kemanusiaan dengan skala yang semakin besar. Data terbaru otoritas dan media setempat hingga Sabtu mencatat sedikitnya 633 orang meninggal dunia, sementara hampir 3.000 orang masih belum diketahui keberadaannya. Di Nepal, korban tewas mencapai 626 orang. Pada saat yang sama, sebanyak 2.426 orang masih dinyatakan hilang, berdasarkan data Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal (NDRRMA) yang dikutip Kathmandu Post. Angka tersebut masih berpotensi berubah karena operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung. Tim di lapangan masih menemukan jenazah yang terbawa arus sungai setelah sejumlah aliran air meluap dengan deras.

Warga Asing Ikut Terseret dalam Tragedi Nepal

Besarnya jumlah orang hilang membuat banjir Nepal kini tidak hanya menjadi persoalan domestik. Ratusan warga negara asing berada dalam daftar orang yang belum ditemukan. India menjadi salah satu negara yang paling terdampak dari sisi warganya. Pemerintah India menyatakan 320 warganya masih hilang di Nepal. Jumlah tersebut menjadikan warga India sebagai kelompok warga negara asing terbesar yang sejauh ini diketahui belum ditemukan. "Sejauh menyangkut jumlah orang yang tidak dapat kami hubungi atau yang hilang, angkanya saat ini adalah 320," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal dalam konferensi pers, Jumat (28/8). Selain itu, sekitar 100 orang keturunan India yang kemungkinan memiliki kewarganegaraan lain juga belum dapat dihubungi. Meski demikian, proses penyelamatan masih membuahkan hasil. Puluhan warga India telah berhasil diselamatkan, termasuk 63 pekerja yang berada di proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli-1.

Sungai dari Himalaya Picu Bencana Meluas

Wilayah Chitwan dan Nawalparasi East termasuk kawasan yang mengalami dampak paling parah. Puluhan jenazah lainnya ditemukan di Gorkha, Dhading, dan Nuwakot setelah Sungai Bhotekoshi dan Trishuli meluap. Kedua sungai tersebut merupakan aliran penting yang berhulu di kawasan Himalaya. Derasnya arus membuat jenazah korban bahkan ditemukan hingga wilayah yang berada di sekitar perbatasan Nepal dengan India. Kondisi geografis dan rusaknya sejumlah infrastruktur membuat pencarian korban menjadi semakin sulit. Tim penyelamat harus menjangkau kawasan yang terisolasi, sementara gangguan jaringan komunikasi menyulitkan proses pendataan.

China Catat 7 Korban Tewas dan 554 Hilang

Dampak bencana juga terasa di China. Menurut kantor berita Xinhua, sebanyak tujuh orang meninggal dunia, sedangkan 554 orang masih dinyatakan hilang. Jika digabungkan dengan data Nepal, jumlah korban meninggal di kedua negara mencapai 633 orang, sementara jumlah orang yang belum diketahui keberadaannya mencapai 2.980 orang. Namun, angka tersebut belum bersifat final. Gangguan komunikasi dan kerusakan infrastruktur kelistrikan membuat sebagian warga sulit dihubungi. Karena itu, seseorang yang sempat dilaporkan hilang masih mungkin ditemukan setelah jalur komunikasi kembali normal.

934 Orang di Sektor PLTA Nepal Belum Diketahui

Dampak banjir juga menghantam sektor pembangkit listrik tenaga air Nepal. Asosiasi Produsen Listrik Independen Nepal melaporkan sebanyak 934 orang yang berkaitan dengan 11 lokasi pembangkit listrik tenaga air yang terdampak banjir belum diketahui keberadaannya. Data tersebut memperlihatkan bahwa bencana tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan kerusakan permukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas di sektor energi. Kerusakan infrastruktur kelistrikan pada saat bersamaan berpotensi memperburuk hambatan komunikasi dan akses menuju wilayah yang terdampak.

2.301 Orang Berhasil Diselamatkan

Di tengah tingginya angka korban, operasi penyelamatan masih terus dilakukan. Otoritas Nepal mencatat 2.301 orang telah diselamatkan atau mendapatkan perawatan akibat cedera. Sebagian besar korban selamat berada di Distrik Nuwakot dan Rasuwa. Sementara itu, sebanyak 4.811 personel telah dikerahkan ke berbagai wilayah terdampak untuk menjalankan pencarian, evakuasi, dan pemulihan. Sebanyak 27 polisi Nepal juga masih belum dapat dihubungi. Pemerintah Nepal kini menyetujui masuknya tim pencarian dan penyelamatan internasional untuk membantu operasi di wilayah terdampak. Keputusan tersebut diambil di tengah tekanan dari sejumlah negara yang memiliki warga negara yang masih hilang di Nepal.

Palang Merah: 93.000 Orang Berpotensi Terdampak

Skala bencana diperkirakan jauh lebih besar daripada angka korban yang telah terdata. Palang Merah Internasional memperkirakan sekitar 93.000 orang mungkin terdampak akibat bencana tersebut. Namun, proses penilaian masih berlangsung, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Kondisi ini membuat angka korban banjir bandang Nepal dan China diperkirakan masih akan bergerak. Tim pencarian harus terlebih dahulu membuka akses ke kawasan yang terisolasi dan memulihkan jaringan komunikasi sebelum mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai jumlah korban. Untuk saat ini, perhatian utama masih tertuju pada ribuan orang yang belum diketahui keberadaannya. Dengan 626 korban meninggal dan 2.426 orang hilang di Nepal, ditambah korban di China, bencana tersebut telah berkembang menjadi salah satu krisis kemanusiaan besar di kawasan tersebut.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Update Korban Longsor Himalaya Minggu (30/8/2026): 261 Warga Asing dari 23 Negara Hilang
Update Korban Banjir Nepal-Tibet Minggu (30/8/2026): 750 Orang Tewas dan 3.044 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 623 Orang, 638 Masih Hilang
Tragedi Sungai Kemaceak Meluap, 8 Pelajar SMAN 1 Lebong Hanyut, 3 Meninggal Dunia
Bobby Nasution Perintahkan Percepatan Cekdam Sungai Tukka, Antisipasi Banjir Bandang Susulan di Tapteng
3 Bulan Pascabanjir Bandang Aceh 2025, Banyak Sekolah Rusak dan Sulit Direnovasi