Jumat, 09 Oktober 2026

Malaysia Tutup Banyak Sekolah Imbas Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Agus Supratman - Jumat, 09 Oktober 2026 15:35 WIB
Malaysia Tutup Banyak Sekolah Imbas Asap Kebakaran Hutan dan Lahan
Sumber: Beritasatu
Malaysia menutup sekolah-sekolah di empat negara bagian dan dua wilayah federal sebagai tanggapan atas buruknya kualitas udara di Malaysia pada Jumat (9/10/2026) buntut kabut asap pekat kebakaran hutan yang menyelimuti negara tersebut.

Topikseru.com, Jakarta -Malaysia menutup sekolah-sekolah di empat negara bagian dan dua wilayah federal sebagai tanggapan atas buruknya kualitas udara di Malaysia pada Jumat (9/10/2026) buntut kabut asap pekat kebakaran hutan yang menyelimuti negara tersebut.

Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek mengatakan.telah menginstruksikan untuk meliburkan semua sekolah di empat negara bagian dan dua wilayah federal sebagai tanggapan atas buruknya kualitas udara di Malaysia. Beberapa sekolah di negara bagian Pahang juga telah diinstruksikan serupa.

"Ke depannya, kami akan memastikan bahwa setiap keputusan untuk menutup sekolah diinformasikan lebih awal agar orang tua memiliki waktu yang cukup untuk bersiap-siap," kata Fadhlina pada Kamis (8/10) malam.

Baca Juga:

Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah membekap berbagai negara Asia Tenggara, terutama Malaysia, selama lebih dari sebulan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan kualitas udara Negeri Jiran memburuk dan kasus gangguan pernapasan meroket tajam.

Penutupan sekolah di Malaysia dilakukan setelah Perdana Menteri Anwar Ibrahim mendesak pemerintah Indonesia cepat mengambil langkah untuk mengatasi akar penyebab karhutla. Anwar juga menyerukan pertemuan negara-negara Asia Tenggara guna membahas masalah ini."Kami terus memantau situasi dan akan mengupayakan langkah-langkah lanjutan yang memang perlu dilakukan," kata Anwar.

Sepanjang pekan, kualitas udara di ibu kota Malaysia berada di level "tidak sehat". Lembaga pemantau kualitas udara yang berbasis di Swiss, IQAir, sampai menempatkan Kuala Lumpur sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia untuk sebagian besar hari.

Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, sampai ikut bersuara mengenai masalah ini pada Kamis. Ia mengimbau agar sekolah ditutup sementara jika Indeks Polutan Udara (API) mencapai 150 atau lebih.Di Malaysia, angka API di atas 100 dikategorikan tidak sehat. Sedangkan angka di atas 200 dianggap sangat tidak sehat dan lebih dari 300 diklasifikasikan sebagai berbahaya.

Angka di atas 500 sementara itu merupakan ambang batas untuk menetapkan status darurat lokal. Per Jumat, API di Kuala Lumpur tercatat di angka 170.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Pintu Investasi dan Perdagangan
MBG Gaya Prasmanan Diuji Coba di Jepara
Hotspot Sumatera Melonjak Jadi 4.845, Kabut Asap Riau Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Malaysia Hajar Singapura 6-0, Tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Tan Cheng Hoe Akui Tembok Indonesia Sulit Ditembus, Malaysia Gagal Manfaatkan 10 Pemain
Justin Hubner: Perjuangan Indonesia Belum Berakhir Usai 0-0 Lawan Malaysia