Jumat, 02 Oktober 2026

Tinggal Serumah dengan Mertua? 7 Hal Ini Wajib Disepakati Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis

Rizky Aisyah - Jumat, 02 Oktober 2026 13:26 WIB
Tinggal Serumah dengan Mertua? 7 Hal Ini Wajib Disepakati Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis
Haibunda
Tinggal serumah dengan mertua membutuhkan komunikasi dan kesepakatan agar setiap anggota keluarga tetap merasa nyaman. Batas privasi, pembagian tugas hingga urusan keuangan sebaiknya dibicarakan sejak awal.

Topikseru.com -Tinggal bersama mertua menjadi pilihan sebagian pasangan, terutama ketika baru menikah, sedang menyiapkan rumah sendiri, atau ingin lebih dekat dengan keluarga. Dalam kondisi tertentu, tinggal satu rumah dengan orang tua pasangan juga dapat membantu dari sisi pengasuhan anak maupun pembagian kebutuhan rumah tangga.

Namun, hidup bersama dalam satu rumah juga berarti mempertemukan kebiasaan, aturan, dan cara pandang yang berbeda. Hal-hal kecil seperti penggunaan ruang, pekerjaan rumah hingga cara mengasuh anak bisa menjadi sumber ketegangan jika tidak dibicarakan sejak awal.

Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya disepakati bersama sebelum pasangan memutuskan tinggal serumah dengan mertua.

Baca Juga:

1. Bicarakan Batas Privasi

Privasi menjadi salah satu hal penting ketika beberapa generasi tinggal dalam satu rumah.

Pasangan sebaiknya memiliki ruang pribadi yang tetap dihormati. Kamar tidur, misalnya, dapat dipandang sebagai area pribadi sehingga anggota keluarga lain sebaiknya mengetuk atau meminta izin sebelum masuk.

Batas privasi bukan berarti menjauhkan diri dari keluarga. Justru, aturan sederhana tersebut dapat membantu setiap orang merasa nyaman tanpa kehilangan kedekatan.

2. Tentukan Pembagian Pekerjaan Rumah

Pekerjaan rumah juga sebaiknya tidak dibiarkan menjadi asumsi.

Siapa yang memasak, mencuci piring, membersihkan rumah, membayar tagihan, atau berbelanja kebutuhan sehari-hari dapat dibicarakan bersama sesuai kemampuan masing-masing.

Pembagian tersebut tidak harus selalu sama rata. Yang penting, tanggung jawabnya jelas dan tidak membuat salah satu orang merasa seluruh pekerjaan rumah dibebankan kepadanya.

3. Sepakati Urusan Keuangan

Tinggal bersama juga berarti ada kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi.

Sebelum tinggal bersama, pasangan dapat membicarakan kontribusi untuk kebutuhan seperti listrik, air, bahan makanan, internet, hingga biaya perawatan rumah.

Pembicaraan soal uang memang terkadang terasa sensitif. Namun, kejelasan sejak awal justru dapat mengurangi salah paham di kemudian hari.

4. Cara Mengasuh Anak Perlu Dibicarakan

Jika pasangan sudah memiliki anak atau berencana memiliki anak, pola pengasuhan menjadi salah satu hal yang penting untuk disepakati.

Kakek dan nenek tentu dapat memiliki pengalaman dalam membesarkan anak. Namun, orang tua tetap perlu memiliki kesepakatan mengenai aturan yang ingin diterapkan kepada anak.

Perbedaan pendapat sebaiknya dibicarakan secara pribadi, bukan melalui pertengkaran di depan anak. Dengan begitu, anak tidak berada dalam posisi harus memilih antara orang tua dan kakek-neneknya.

5. Jangan Membiarkan Pasangan Sendirian Menghadapi Konflik

Ketika muncul masalah dengan mertua, pasangan sebaiknya tidak langsung saling menyalahkan.

Komunikasi antara suami dan istri tetap menjadi bagian penting. Jika ada persoalan, pasangan dapat membicarakannya terlebih dahulu secara pribadi sebelum menentukan cara menyampaikannya kepada orang tua.

Hal ini juga berlaku sebaliknya. Orang tua pasangan sebaiknya tidak selalu ditempatkan sebagai pihak yang harus disalahkan ketika terjadi perbedaan kebiasaan.

6. Tentukan Aturan Bersama, Bukan Sepihak

Setiap rumah memiliki kebiasaan berbeda. Ada keluarga yang terbiasa makan bersama, ada yang memiliki aturan tertentu mengenai tamu, jam tidur, penggunaan kendaraan, hingga kegiatan di rumah.

Ketika tinggal bersama, aturan tersebut sebaiknya dibicarakan secara terbuka. Kesepakatan yang dibuat bersama biasanya lebih mudah dijalankan dibandingkan aturan yang hanya ditetapkan oleh satu pihak.

7. Tetap Sediakan Waktu untuk Keluarga Inti

Tinggal bersama mertua bukan berarti pasangan kehilangan ruang untuk membangun kehidupan rumah tangganya sendiri.

Suami dan istri tetap membutuhkan waktu berdua untuk berbicara, beristirahat, atau melakukan aktivitas bersama. Jika sudah memiliki anak, keluarga inti juga membutuhkan waktu berkualitas tanpa selalu melibatkan anggota keluarga lainnya.

Hal sederhana seperti makan bersama, berjalan-jalan, atau berbicara sebelum tidur dapat membantu menjaga kedekatan pasangan.

Bukan Soal Siapa yang Paling Berkuasa

Pada akhirnya, tinggal serumah dengan mertua membutuhkan kemampuan untuk saling menyesuaikan diri.

Mertua memiliki pengalaman dan kebiasaan sendiri. Pasangan yang lebih muda juga memiliki cara pandang serta aturan rumah tangga yang mungkin berbeda. Perbedaan tersebut tidak selalu harus berujung konflik selama ada komunikasi dan batas yang disepakati bersama.

Kunci utamanya bukan menentukan siapa yang paling berkuasa di dalam rumah, melainkan bagaimana setiap anggota keluarga dapat merasa dihargai.

Dengan membicarakan privasi, pekerjaan rumah, keuangan, pola pengasuhan, serta aturan sehari-hari sejak awal, kehidupan dalam satu rumah dapat dijalani dengan lebih nyaman dan minim kesalahpahaman.

Berita Terkait
Anak Lebih Banyak Diasuh Mertua? Jangan Sampai Pola Asuh Jadi Berbeda
23 Pasangan Nikah Massal di Milad Pengajian An-Nisa
Tito Pastikan TKDD Rp 735 Triliun Cukup, Daerah dengan PAD Lemah Jadi Perhatian
Di Tengah Janji Anggaran PPPK Rp 31 T, Purbaya Digantikan Suahasil Nazara
Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya
Kemenkeu Amankan Likuiditas Bank, Bayar Langsung Rp 40 T KDKMP ke Himbara