Jumat, 02 Oktober 2026

Anak Lebih Banyak Diasuh Mertua? Jangan Sampai Pola Asuh Jadi Berbeda

Rizky Aisyah - Jumat, 02 Oktober 2026 13:41 WIB
Anak Lebih Banyak Diasuh Mertua? Jangan Sampai Pola Asuh Jadi Berbeda
Kakek dan nenek kerap menjadi bagian penting dalam pengasuhan ketika orang tua sibuk bekerja. Komunikasi dan kesepakatan pola asuh diperlukan agar anak tetap mendapat aturan yang konsisten.

Topikseru.com -Kesibukan pekerjaan membuat sebagian orang tua membutuhkan bantuan keluarga untuk mengasuh anak. Salah satu pilihan yang cukup umum adalah menitipkan anak kepada kakek dan nenek, termasuk orang tua dari pasangan.

Kehadiran mertua dalam pengasuhan tentu dapat menjadi bantuan yang berarti. Anak tetap memiliki orang yang mendampingi ketika orang tua bekerja, sementara kakek dan nenek juga dapat membangun kedekatan dengan cucunya.

Namun, perbedaan kebiasaan dan cara mendidik terkadang membuat pola asuh di rumah menjadi tidak sama. Orang tua mungkin memiliki aturan tertentu, sementara kakek atau nenek memiliki cara sendiri berdasarkan pengalaman mereka.

Baca Juga:

Agar kondisi tersebut tidak menimbulkan kebingungan bagi anak maupun konflik dalam keluarga, beberapa hal sebaiknya dibicarakan sejak awal.

1. Sepakati Aturan Dasar

Orang tua sebaiknya menjelaskan aturan yang dianggap penting dalam keseharian anak.

Misalnya mengenai waktu tidur, penggunaan gadget, makanan, kebiasaan belajar, hingga cara memberikan konsekuensi ketika anak melakukan kesalahan.

Aturan tersebut tidak harus dibuat terlalu banyak. Fokus pada beberapa hal yang memang dianggap penting agar mudah diterapkan oleh semua pihak.

2. Bedakan Pola Asuh dan Memanjakan

Kakek dan nenek sering kali memiliki cara menunjukkan kasih sayang yang berbeda. Memberikan makanan kesukaan, hadiah atau membiarkan cucu melakukan sesuatu yang biasanya dibatasi orang tua dapat menjadi bentuk kasih sayang.

Namun, jika terlalu sering terjadi, anak dapat belajar bahwa aturan bisa berbeda tergantung siapa yang menjaganya.

Karena itu, orang tua dan mertua perlu menentukan batas mana yang masih bisa ditoleransi dan mana yang harus tetap konsisten.

3. Jangan Berdebat di Depan Anak

Perbedaan pendapat mengenai cara mengasuh sebaiknya tidak dibicarakan dengan emosi di depan anak.

Jika orang tua tidak setuju dengan suatu cara pengasuhan, pembicaraan dapat dilakukan secara pribadi dengan mertua. Begitu pula sebaliknya, orang tua perlu mendengarkan pengalaman kakek dan nenek tanpa langsung menganggap cara mereka salah.

Anak sebaiknya tidak ditempatkan sebagai pihak yang harus memilih antara orang tua dan kakek-nenek.

4. Orang Tua Tetap Memegang Peran Utama

Meski sehari-hari anak lebih banyak bersama mertua, keputusan utama mengenai pengasuhan tetap perlu berada dalam komunikasi orang tua.

Hal-hal penting seperti pendidikan, kesehatan, kebiasaan anak, hingga aturan keluarga sebaiknya dibicarakan bersama.

Kakek dan nenek dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman, sementara orang tua tetap bertanggung jawab menentukan keputusan yang berkaitan dengan anak.

5. Tetap Luangkan Waktu Bersama Anak

Kesibukan bekerja bukan berarti hubungan orang tua dan anak harus bergantung sepenuhnya kepada pengasuh.

Waktu bersama anak tetap penting, meski tidak selalu dalam durasi panjang. Makan bersama, menemani bermain, membaca buku sebelum tidur atau sekadar berbicara tentang kegiatan hari itu dapat menjadi kesempatan untuk menjaga kedekatan.

Yang penting bukan hanya berapa lama orang tua berada di rumah, tetapi bagaimana kualitas interaksi yang diberikan kepada anak.

6. Hargai Peran Mertua

Membicarakan batasan bukan berarti mengurangi peran kakek dan nenek dalam kehidupan anak.

Sebaliknya, komunikasi yang jelas dapat membuat hubungan semua pihak menjadi lebih nyaman. Mertua dapat merasa dihargai karena dipercaya membantu mengasuh cucu, sementara orang tua juga memiliki ruang untuk menjalankan prinsip pengasuhan yang mereka yakini.

7. Evaluasi Jika Ada Masalah

Pola pengasuhan tidak selalu berjalan sempurna sejak hari pertama. Seiring bertambahnya usia anak, aturan yang dibutuhkan juga dapat berubah.

Karena itu, orang tua dan mertua dapat melakukan komunikasi secara berkala. Jika muncul masalah, sebaiknya dibicarakan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Ketika anak diasuh oleh mertua, perbedaan cara mendidik merupakan hal yang mungkin terjadi. Orang tua memiliki pandangan sendiri, sedangkan kakek dan nenek memiliki pengalaman yang terbentuk dari generasi berbeda.

Kuncinya bukan mencari siapa yang paling benar, tetapi membangun kesepakatan mengenai aturan dasar yang perlu diterapkan secara konsisten.

Dengan komunikasi yang terbuka, bantuan mertua dalam mengasuh anak dapat menjadi dukungan bagi keluarga tanpa membuat anak kehilangan arah dalam memahami aturan dan batasan.

Berita Terkait
Tinggal Serumah dengan Mertua? 7 Hal Ini Wajib Disepakati Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis
Wanita dari Empat Zodiak Ini Katanya Auto Jadi Menantu Idaman, Anda Termasuk?
Rampok Kalung Mertua Sendiri, Pomo Dilumpuhkan Polisi di Medan Area