Topikseru.com -Kesibukan pekerjaan membuat sebagian orang tua membutuhkan bantuan keluarga untuk mengasuh anak. Salah satu pilihan yang cukup umum adalah menitipkan anak kepada kakek dan nenek, termasuk orang tua dari pasangan.
Kehadiran mertua dalam pengasuhan tentu dapat menjadi bantuan yang berarti. Anak tetap memiliki orang yang mendampingi ketika orang tua bekerja, sementara kakek dan nenek juga dapat membangun kedekatan dengan cucunya.
Namun, perbedaan kebiasaan dan cara mendidik terkadang membuat pola asuh di rumah menjadi tidak sama. Orang tua mungkin memiliki aturan tertentu, sementara kakek atau nenek memiliki cara sendiri berdasarkan pengalaman mereka.
Baca Juga:
Agar kondisi tersebut tidak menimbulkan kebingungan bagi anak maupun konflik dalam keluarga, beberapa hal sebaiknya dibicarakan sejak awal.
Misalnya mengenai waktu tidur, penggunaan gadget, makanan, kebiasaan belajar, hingga cara memberikan konsekuensi ketika anak melakukan kesalahan.
Aturan tersebut tidak harus dibuat terlalu banyak. Fokus pada beberapa hal yang memang dianggap penting agar mudah diterapkan oleh semua pihak.
Namun, jika terlalu sering terjadi, anak dapat belajar bahwa aturan bisa berbeda tergantung siapa yang menjaganya.
Karena itu, orang tua dan mertua perlu menentukan batas mana yang masih bisa ditoleransi dan mana yang harus tetap konsisten.
Jika orang tua tidak setuju dengan suatu cara pengasuhan, pembicaraan dapat dilakukan secara pribadi dengan mertua. Begitu pula sebaliknya, orang tua perlu mendengarkan pengalaman kakek dan nenek tanpa langsung menganggap cara mereka salah.
Anak sebaiknya tidak ditempatkan sebagai pihak yang harus memilih antara orang tua dan kakek-nenek.
Hal-hal penting seperti pendidikan, kesehatan, kebiasaan anak, hingga aturan keluarga sebaiknya dibicarakan bersama.
Kakek dan nenek dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman, sementara orang tua tetap bertanggung jawab menentukan keputusan yang berkaitan dengan anak.
Waktu bersama anak tetap penting, meski tidak selalu dalam durasi panjang. Makan bersama, menemani bermain, membaca buku sebelum tidur atau sekadar berbicara tentang kegiatan hari itu dapat menjadi kesempatan untuk menjaga kedekatan.
Yang penting bukan hanya berapa lama orang tua berada di rumah, tetapi bagaimana kualitas interaksi yang diberikan kepada anak.
Sebaliknya, komunikasi yang jelas dapat membuat hubungan semua pihak menjadi lebih nyaman. Mertua dapat merasa dihargai karena dipercaya membantu mengasuh cucu, sementara orang tua juga memiliki ruang untuk menjalankan prinsip pengasuhan yang mereka yakini.
Karena itu, orang tua dan mertua dapat melakukan komunikasi secara berkala. Jika muncul masalah, sebaiknya dibicarakan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Ketika anak diasuh oleh mertua, perbedaan cara mendidik merupakan hal yang mungkin terjadi. Orang tua memiliki pandangan sendiri, sedangkan kakek dan nenek memiliki pengalaman yang terbentuk dari generasi berbeda.
Kuncinya bukan mencari siapa yang paling benar, tetapi membangun kesepakatan mengenai aturan dasar yang perlu diterapkan secara konsisten.
Dengan komunikasi yang terbuka, bantuan mertua dalam mengasuh anak dapat menjadi dukungan bagi keluarga tanpa membuat anak kehilangan arah dalam memahami aturan dan batasan.