Sabtu, 03 Oktober 2026

Sering Dianggap Sepele, 7 Gejala Ini Bisa Jadi Sinyal Tubuh yang Perlu Diperhatikan

Rizky Aisyah - Sabtu, 03 Oktober 2026 12:10 WIB
Sering Dianggap Sepele, 7 Gejala Ini Bisa Jadi Sinyal Tubuh yang Perlu Diperhatikan
Alodokter
Ilustrasi pemeriksaan kondisi tubuh. Gejala yang muncul berulang, menetap, atau disertai keluhan lain sebaiknya tidak diabaikan dan perlu mendapat perhatian.

Topikseru.com - Tubuh manusia memiliki berbagai cara untuk memberi tanda ketika ada sesuatu yang berubah. Tidak semua keluhan berarti penyakit serius, tetapi beberapa gejala yang muncul berulang, menetap, atau terjadi bersamaan dengan keluhan lain sebaiknya tidak terus-menerus diabaikan.

Sering kali seseorang baru memeriksakan diri setelah keluhan semakin mengganggu aktivitas. Padahal, mengenali perubahan pada tubuh sejak awal dapat membantu seseorang menentukan kapan cukup melakukan perawatan sederhana dan kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Berikut sejumlah gejala sehari-hari yang sering dianggap biasa, tetapi patut diperhatikan bila berlangsung terus-menerus.

Baca Juga:

1. Mudah lelah meski sudah cukup tidur

Rasa lelah setelah bekerja atau beraktivitas merupakan hal yang wajar. Namun, kelelahan yang terus muncul tanpa penyebab yang jelas perlu diperhatikan, terlebih jika disertai perubahan berat badan, pusing, sesak, atau keluhan lainnya.

Kelelahan dapat memiliki banyak penyebab sehingga tidak tepat langsung mengaitkannya dengan satu penyakit tertentu. Kondisi tidur, pola makan, aktivitas fisik, obat-obatan, hingga berbagai kondisi kesehatan dapat berperan.

2. Sering haus dan buang air kecil

Rasa haus setelah beraktivitas, cuaca panas, atau mengonsumsi makanan tertentu merupakan respons tubuh yang normal. Yang perlu diperhatikan adalah rasa haus yang berlangsung terus-menerus dan tidak memiliki penyebab yang jelas.

Rasa haus berlebihan yang disertai lebih sering buang air kecil, mudah lelah, penglihatan kabur, atau penurunan berat badan tanpa direncanakan termasuk gejala yang dapat muncul pada kadar gula darah tinggi.

WHO juga mencantumkan rasa haus, sering buang air kecil, kelelahan, penglihatan kabur, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebagai gejala umum diabetes.

Namun, gejala tersebut bukan berarti seseorang pasti mengalami diabetes. Pemeriksaan kadar glukosa diperlukan untuk memastikan kondisi tersebut.

3. Sakit kepala yang berulang

Sakit kepala bisa muncul karena berbagai faktor, termasuk kurang tidur, dehidrasi, perubahan pola makan, stres, atau kondisi lain.

Yang perlu menjadi perhatian adalah perubahan pola sakit kepala. Misalnya, sakit kepala menjadi jauh lebih berat dari biasanya, semakin sering muncul, atau disertai gangguan penglihatan, muntah, kelemahan atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

Kelemahan atau mati rasa yang muncul secara tiba-tiba, terutama pada wajah, lengan, atau kaki dan disertai gangguan bicara atau penglihatan, membutuhkan pertolongan medis segera karena dapat menjadi tanda keadaan darurat seperti stroke.

4. Kesemutan yang terus berulang

Kesemutan setelah duduk dalam posisi tertentu biasanya akan menghilang ketika posisi tubuh diubah. Akan tetapi, kesemutan yang sering berulang atau menetap perlu diperhatikan.

Keluhan seperti mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki dapat muncul dalam berbagai kondisi. Salah satunya dapat berkaitan dengan gangguan saraf yang terjadi pada diabetes. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sumber keluhan.

5. Luka yang sulit sembuh

Luka kecil biasanya mengalami proses penyembuhan secara bertahap. Jika luka tidak kunjung membaik, semakin memburuk, atau disertai tanda infeksi, kondisi tersebut sebaiknya tidak dibiarkan.

Luka yang sulit sembuh juga termasuk salah satu gejala yang dapat ditemukan pada kadar gula darah tinggi. Karena itu, bila keluhan tersebut muncul bersamaan dengan sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, atau berat badan turun tanpa direncanakan, pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat.

6. Berat badan berubah tanpa direncanakan

Perubahan berat badan dapat terjadi karena perubahan pola makan, aktivitas, stres, atau gaya hidup. Namun, penurunan maupun kenaikan berat badan yang terjadi tanpa perubahan yang jelas perlu dipantau.

Penurunan berat badan yang tidak direncanakan dapat muncul pada berbagai kondisi kesehatan dan tidak dapat digunakan sebagai penentu satu penyakit tertentu. Karena itu, penting memperhatikan apakah perubahan berat badan tersebut berlangsung terus dan apakah disertai keluhan lain.

7. Perubahan pola buang air besar

Perubahan sesekali pada pola buang air besar dapat dipengaruhi oleh makanan, perubahan rutinitas, kurang cairan, maupun faktor lainnya.

Namun, perubahan yang menetap, terutama jika disertai darah dalam tinja, nyeri perut yang berat, muntah terus-menerus, demam, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya diperiksakan.

Jangan Langsung Menebak Penyakit

Satu gejala tidak selalu menunjukkan satu penyakit. Bahkan, keluhan yang sama dapat memiliki penyebab yang berbeda pada setiap orang.

Karena itu, mengenali gejala bukan berarti melakukan diagnosis sendiri. Informasi mengenai gejala sebaiknya digunakan sebagai pengingat untuk memperhatikan perubahan kondisi tubuh dan mencari bantuan medis ketika keluhan menetap atau memburuk.

Ada pula kondisi tertentu yang membutuhkan pertolongan segera. Misalnya nyeri atau tekanan di dada yang disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, leher, maupun punggung. WHO menyarankan orang dengan gejala yang mengarah pada serangan jantung untuk segera mendapatkan pertolongan medis.

Pada akhirnya, tubuh tidak selalu memberikan tanda yang dramatis ketika mengalami masalah. Perubahan kecil yang berlangsung terus-menerus justru layak diperhatikan. Mencatat kapan gejala muncul, seberapa sering terjadi, serta keluhan lain yang menyertainya dapat membantu tenaga kesehatan dalam melakukan penilaian.

Yang terpenting, jangan langsung menyimpulkan penyakit hanya berdasarkan satu gejala. Jika keluhan menetap, berulang, semakin berat, atau muncul bersama tanda bahaya, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan menjadi langkah yang lebih tepat.

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
Punya Nilai Jual Tinggi, 5 Produk Lokal Sumut Ini Berpeluang Tembus Pasar Dunia
Tergerus Zaman? 4 Tradisi Sumatera Utara Ini Menyimpan Warisan yang Tak Banyak Dikenal Anak Muda
Tak Banyak Diketahui, 3 Oktober Jadi Hari Bersejarah bagi Indonesia dan Jerman
Berhenti Merokok Tak Semudah Niat, Ini Cara Menghadapi Gejala Putus Nikotin
Benarkah Magnesium Sebelum Tidur Bisa Bikin Nyenyak? Ini Penjelasan Ahli
Dikira Cuma Kerja Tradisional, Ternyata Profesi Ini Masih Jadi Sumber Cuan di Sumut