Selasa, 29 September 2026

Rico Waas Dorong UMKM Medan Naik Kelas, Bukan Sekadar Bertahan

Muchlis - Selasa, 29 September 2026 06:25 WIB
Rico Waas Dorong UMKM Medan Naik Kelas, Bukan Sekadar Bertahan
Foto: Humas Pemkot Medan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas pada ajang Financial Inclusion Dor Women.

Topikseru.com, Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak berhenti pada tahap bertahan. Menurutnya, pelaku usaha perlu mulai membangun bisnis yang lebih profesional agar mampu mengikuti perubahan pasar dan memperluas jangkauan penjualan.

Rico menilai proses UMKM naik kelas tidak cukup hanya dengan meningkatkan penjualan. Pelaku usaha juga perlu membenahi kualitas produk, kemasan, legalitas, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran digital.

"Pelaku usaha harus berani naik kelas, tidak hanya sekadar bertahan," ujar Rico Waas.

Baca Juga:

Pesan tersebut disampaikan Rico saat menghadiri kegiatan Learning Event Program Financial Inclusion for Women Entrepreneur di Medan.

Kegiatan itu menjadi salah satu ruang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan penguatan kapasitas usaha. Pemko Medan menyebut program tersebut menargetkan pelatihan bagi 6.000 pelaku UMKM, dengan sekitar 800 peserta hadir secara langsung.

UMKM Medan Tak Cukup Hanya Punya Produk

Menurut Rico, produk yang bagus belum otomatis membuat sebuah usaha mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pelaku UMKM Kota Medan perlu memahami apa yang dibutuhkan konsumen, termasuk bagaimana produk ditampilkan dan dipasarkan. Tampilan kemasan menjadi salah satu faktor yang menurutnya dapat memengaruhi ketertarikan calon pembeli.

"Orang jualan itu kadang-kadang kelihatan visualnya dulu. Orang tertarik dan berkeinginan membeli diawali dari visualnya," kata Rico.

Karena itu, pengembangan UMKM Medan perlu diarahkan bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pembentukan identitas produk yang lebih profesional.

Kualitas rasa atau fungsi produk tetap menjadi dasar, namun kemasan, visual, serta cara memperkenalkan produk kepada konsumen juga semakin penting di tengah persaingan bisnis.

Legalitas Jadi Bagian dari Proses Naik Kelas

Rico juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak mengabaikan aspek legalitas.

Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan produk, serta sertifikasi yang dibutuhkan sesuai jenis usaha perlu diperhatikan sejak bisnis mulai berkembang.

Pemko Medan sebelumnya juga mendorong pendataan dan pendampingan bagi pelaku UMKM yang belum memiliki dokumen seperti NIB, PIRT, BPOM, maupun sertifikasi halal.

Langkah tersebut penting karena legalitas tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan administrasi. Kelengkapan dokumen usaha dapat menjadi bagian dari kesiapan UMKM ketika ingin memperluas pasar dan masuk ke saluran distribusi yang lebih besar.

Dengan demikian, UMKM naik kelas bukan sekadar perubahan skala omzet, tetapi juga perubahan cara mengelola bisnis.

Produksi Harus Stabil Sebelum Membidik Pasar Besar

Rico juga mengingatkan pelaku UMKM agar tidak terburu-buru mengejar pasar nasional maupun internasional apabila kemampuan produksinya belum stabil.

Menurut dia, konsistensi produksi harus lebih dulu dibangun dari tingkat lokal.

"Artinya, sebelum membidik pasar internasional atau skala nasional, kestabilan produksi di tingkat lokal harus ditata rapat-rapat," jelasnya.

Kapasitas produksi yang konsisten menjadi penting ketika permintaan meningkat. Jangan sampai promosi berhasil mendatangkan banyak pelanggan, tetapi pelaku usaha kesulitan memenuhi pesanan atau menjaga kualitas produk.

Karena itu, penguatan UMKM di Medan perlu berjalan dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, kualitas, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran.

Digitalisasi Jadi Jalan Memperluas Pasar

Perubahan perilaku konsumen juga membuat pemasaran digital semakin sulit dipisahkan dari aktivitas UMKM.

Rico mendorong pelaku usaha memanfaatkan perangkat digital dan media sosial untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

WhatsApp, Instagram, Facebook, hingga TikTok dapat digunakan sebagai kanal pemasaran sesuai karakter produk dan target konsumen.

Dorongan digitalisasi tersebut sejalan dengan kebijakan Pemko Medan yang sebelumnya menempatkan pemanfaatan teknologi sebagai salah satu strategi untuk memperkuat daya saing UMKM.

Pemko Medan juga menyatakan pelatihan perlu dilanjutkan dengan pendampingan, inkubasi, dan kurasi bagi usaha yang memiliki potensi berkembang.

Artinya, transformasi digital UMKM bukan hanya soal memiliki akun media sosial, tetapi bagaimana kanal tersebut digunakan untuk membangun merek, berkomunikasi dengan konsumen, dan menghasilkan transaksi.

Manajemen Keuangan Tak Boleh Terlewat

Selain produk dan pemasaran, Rico meminta pelaku UMKM mulai memperhatikan pengelolaan keuangan.

Bisnis yang berkembang membutuhkan pencatatan dan pengelolaan keuangan yang lebih tertata agar pemilik usaha dapat mengetahui kondisi sebenarnya dari bisnis yang dijalankan.

Pengelolaan tersebut juga menjadi penting ketika pelaku usaha ingin mendapatkan akses pembiayaan atau memperbesar kapasitas produksi.

Sebelumnya, Rico juga menekankan bahwa dukungan pembiayaan UMKM seharusnya tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi perlu dibarengi kesiapan operasional agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dari Usaha Rumahan Menuju Bisnis yang Lebih Profesional

Dorongan Rico kepada pelaku UMKM Medan pada akhirnya mengarah pada perubahan pola pikir.

Usaha kecil tidak harus selamanya dikelola dengan cara sederhana. Ketika produk mulai memiliki pasar, pelaku usaha dapat meningkatkan standar pengelolaan secara bertahap.

Mulai dari memperbaiki kemasan, memastikan legalitas, menjaga kualitas, mencatat keuangan, membangun kapasitas produksi, hingga memanfaatkan pemasaran digital.

Rangkaian langkah tersebut menjadi fondasi sebelum UMKM membidik pasar yang lebih besar.

Rico berharap penguatan tersebut dapat membuat produk UMKM Kota Medan semakin dikenal, diminati konsumen, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

"Saya berharap ini menjadi pijakan nyata agar produk-produk UMKM Kota Medan semakin diminati, laris manis, dan mampu bersaing di papan atas," ujarnya.

Bagi pelaku UMKM, tantangannya kini bukan hanya bagaimana bertahan, tetapi bagaimana mengubah usaha yang sudah berjalan menjadi bisnis yang lebih siap menghadapi perubahan pasar.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Pemko Medan Bentuk Tim, Nama SM Amin Diusulkan Jadi Nama Jalan
Rico Waas Targetkan Pembangunan Puskesmas Glugur Darat Rampung Desember
KNMP Medan Disiapkan Jadi Mesin Baru Ekonomi Nelayan, Pemkot Soroti Harga dan Distribusi Hasil Laut
Pemkot Medan Salurkan Bansos PKH Medan Makmur Rp 200 Ribu, Targetkan 20 Ribu Penerima