Selasa, 29 September 2026

Rico Waas Dorong UMKM Medan Naik Kelas, Bukan Sekadar Bertahan

Muchlis - Selasa, 29 September 2026 06:25 WIB
Rico Waas Dorong UMKM Medan Naik Kelas, Bukan Sekadar Bertahan
Foto: Humas Pemkot Medan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas pada ajang Financial Inclusion Dor Women.

Digitalisasi Jadi Jalan Memperluas Pasar

Perubahan perilaku konsumen juga membuat pemasaran digital semakin sulit dipisahkan dari aktivitas UMKM.

Rico mendorong pelaku usaha memanfaatkan perangkat digital dan media sosial untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

WhatsApp, Instagram, Facebook, hingga TikTok dapat digunakan sebagai kanal pemasaran sesuai karakter produk dan target konsumen.

Baca Juga:

Dorongan digitalisasi tersebut sejalan dengan kebijakan Pemko Medan yang sebelumnya menempatkan pemanfaatan teknologi sebagai salah satu strategi untuk memperkuat daya saing UMKM.

Pemko Medan juga menyatakan pelatihan perlu dilanjutkan dengan pendampingan, inkubasi, dan kurasi bagi usaha yang memiliki potensi berkembang.

Artinya, transformasi digital UMKM bukan hanya soal memiliki akun media sosial, tetapi bagaimana kanal tersebut digunakan untuk membangun merek, berkomunikasi dengan konsumen, dan menghasilkan transaksi.

Manajemen Keuangan Tak Boleh Terlewat

Selain produk dan pemasaran, Rico meminta pelaku UMKM mulai memperhatikan pengelolaan keuangan.

Bisnis yang berkembang membutuhkan pencatatan dan pengelolaan keuangan yang lebih tertata agar pemilik usaha dapat mengetahui kondisi sebenarnya dari bisnis yang dijalankan.

Pengelolaan tersebut juga menjadi penting ketika pelaku usaha ingin mendapatkan akses pembiayaan atau memperbesar kapasitas produksi.

Sebelumnya, Rico juga menekankan bahwa dukungan pembiayaan UMKM seharusnya tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi perlu dibarengi kesiapan operasional agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dari Usaha Rumahan Menuju Bisnis yang Lebih Profesional

Dorongan Rico kepada pelaku UMKM Medan pada akhirnya mengarah pada perubahan pola pikir.

Usaha kecil tidak harus selamanya dikelola dengan cara sederhana. Ketika produk mulai memiliki pasar, pelaku usaha dapat meningkatkan standar pengelolaan secara bertahap.

Mulai dari memperbaiki kemasan, memastikan legalitas, menjaga kualitas, mencatat keuangan, membangun kapasitas produksi, hingga memanfaatkan pemasaran digital.

Rangkaian langkah tersebut menjadi fondasi sebelum UMKM membidik pasar yang lebih besar.

Rico berharap penguatan tersebut dapat membuat produk UMKM Kota Medan semakin dikenal, diminati konsumen, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

"Saya berharap ini menjadi pijakan nyata agar produk-produk UMKM Kota Medan semakin diminati, laris manis, dan mampu bersaing di papan atas," ujarnya.

Bagi pelaku UMKM, tantangannya kini bukan hanya bagaimana bertahan, tetapi bagaimana mengubah usaha yang sudah berjalan menjadi bisnis yang lebih siap menghadapi perubahan pasar.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Pemko Medan Bentuk Tim, Nama SM Amin Diusulkan Jadi Nama Jalan
Rico Waas Targetkan Pembangunan Puskesmas Glugur Darat Rampung Desember
KNMP Medan Disiapkan Jadi Mesin Baru Ekonomi Nelayan, Pemkot Soroti Harga dan Distribusi Hasil Laut
Pemkot Medan Salurkan Bansos PKH Medan Makmur Rp 200 Ribu, Targetkan 20 Ribu Penerima