Jumat, 25 September 2026

Sri Mulyani: Indonesia Butuh Rp 7,45 Kuadriliun Investasi demi Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026

Muchlis - Minggu, 17 Agustus 2025 00:54 WIB
Sri Mulyani: Indonesia Butuh Rp 7,45 Kuadriliun Investasi demi Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di 2026
Sri Mulyani
Topikseru.com - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia butuh Rp 7,45 kuadriliun. Itulah total investasi yang dibutuhkan Indonesia agar perekonomian nasional mampu tumbuh 5,4 persen (yoy) pada 2026. Pernyataan ini disampaikan Sri Mulyani saat Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Sabtu (16/8). [irp posts="16402" ] "Untuk mencapai 5,4 persen pertumbuhan kita di tahun 2026 dibutuhkan Rp7.450 triliun dari total investasi di dalam GDP kita," ujar Sri Mulyani.

APBN Bukan Sumber Utama

Sri Mulyani menekankan bahwa investasi jumbo ini tidak sepenuhnya bersumber dari APBN 2026. Anggaran negara, katanya, hanya akan berperan sebagai katalis untuk mengakselerasi kegiatan investasi. [irp posts="1983" ] “Bapak Presiden (Prabowo Subianto) menyampaikan tidak semuanya harus tergantung dari APBN. APBN menjadi katalis dan saling membantu,” jelasnya.

Fokus Investasi: Energi, Mineral, dan Hilirisasi

Sektor prioritas yang ditargetkan pemerintah meliputi mineral dan batu bara, transisi energi, ketahanan energi, hilirisasi pertanian, serta hilirisasi kelautan dan perikanan. Sebagai motor penggerak, pemerintah juga akan memperkuat kerja sama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dengan pelaku usaha swasta. [irp posts="15809" ]

Tiga Kontributor Utama Investasi 2026

Sri Mulyani merinci tiga pilar sumber investasi: Swasta: Rp 6.200 triliun BUMN di bawah Danantara Indonesia: Rp 720 triliun APBN: Rp 530 triliun “Ketiganya harus berjalan bersama untuk menopang pertumbuhan,” kata Sri Mulyani.

Target Jangka Menengah 2025–2029

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa total investasi yang dibutuhkan dalam rentang 2025 - 2029 mencapai Rp 13.032,8 triliun. [irp posts="8056" ] Angka ini lebih tinggi sekitar 43 persen dibanding capaian investasi 2014–2024 yang sebesar Rp 9.912 triliun. "Kontribusi investasi ini diharapkan terus meningkat karena memberi dampak positif terhadap lapangan pekerjaan, daya beli, dan ekspor nasional," ujar Rosan.
Sumber
:
Berita Terkait
Ketok Pagu Anggaran Kementan 2027 Rp 28,02 Triliun, DPR Fokus Swasembada Pangan
Komisi X DPR Dorong Putusan MK soal Anggaran MBG Diterapkan Mulai APBN 2027
MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Harus Dipisahkan dari Dana Pendidikan APBN
Data Kemendikbud: Hampir 600 Ribu Sekolah Rusak, Target Renovasi 2026 Baru Capai 71.744 Sekolah
Rp17 Triliun untuk Sekolah Rusak vs Rp229 Triliun MBG, Begini Perbandingan Anggarannya
Baleg DPR Usulkan Dana Otsus Aceh Naik Jadi 2,5 Persen dalam Revisi UUPA