Topikseru.com - PPATK mencatat perputaran dana perjudian online di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp286,84 triliun yang berasal dari 422,1 juta transaksi.
Dibandingkan 2024, nilai tersebut turun 20 persen dari Rp359,81 triliun.
Selain perputaran dana, total nilai deposit masyarakat ke platform perjudian online juga menurun. Sepanjang 2025, nilai deposit tercatat Rp36,01 triliun, lebih rendah 29,8 persen dibandingkan Rp51,3 triliun pada 2024. Berdasarkan total nilai transaksi dan frekuensinya, rata-rata transaksi perjudian online selama 2025 berada di kisaran Rp679.554 per transaksi.
PPATK juga mencatat sekitar 12,3 juta pengguna melakukan deposit melalui transfer bank, dompet digital (e-wallet), dan QRIS.
Data tersebut menunjukkan QRIS menjadi salah satu instrumen pembayaran yang digunakan dalam transaksi deposit sepanjang periode pengamatan.
Pada tingkat wilayah, data Semester I 2025 memperlihatkan sepuluh kecamatan dengan jumlah pemain terbanyak berada di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Cengkareng di Jakarta Barat menempati posisi pertama dengan 21.497 pemain, disusul Cakung di Jakarta Timur sebanyak 14.664 pemain serta Tanjung Priok di Jakarta Utara sebanyak 13.769 pemain.
Dari daftar tersebut, empat kecamatan berada di DKI Jakarta, empat di Jawa Barat, dan dua di Banten. Sebaran ini menunjukkan konsentrasi pemain pada kawasan metropolitan Jakarta dan wilayah penyangganya berdasarkan data PPATK Semester I 2025.
| Indikator | 2024 | 2025 |
|---|---|---|
| Perputaran Dana | Rp359,81 T | Rp286,84 T |
| Nilai Deposit | Rp51,3 T | Rp36,01 T |
| Jumlah Transaksi | - | 422,1 juta |
| Rata-rata | - | Rp679.554 |