Minggu, 27 September 2026

Wapres Gibran Minta Cicilan Warga Korban Banjir Solok Diringankan

Muchlis - Sabtu, 26 September 2026 00:58 WIB
Wapres Gibran Minta Cicilan Warga Korban Banjir Solok Diringankan
Foto: Diskominfo Solok
Wapres Gibran Rakabuming saat mengunjungi langsung rumah warga yang terdampak banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah sabo dam, yang berfungsi membantu mengendalikan material sedimen dan aliran material dari kawasan hulu.

Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko terulangnya bencana serupa di wilayah terdampak.

Upaya normalisasi sungai sendiri telah dilakukan di sejumlah titik. BWS Sumatera V sebelumnya menyebut material sedimen akibat banjir telah menutupi alur sungai di sekitar pusat pemerintahan Kabupaten Solok dan proses pengembalian alur terus dikerjakan.

Baca Juga:

Dalam persoalan tempat tinggal, pemerintah tidak menyiapkan hunian sementara atau huntara bagi warga yang rumahnya sudah tidak aman ditempati.

Gibran menyampaikan pemerintah akan mengarahkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya terdampak dan tidak lagi layak atau aman untuk dihuni.

Namun, lokasi pembangunan huntap diminta mempertimbangkan aspek keselamatan sekaligus jarak dengan sumber mata pencaharian warga.

"Lokasinya akan ditentukan Bupati di tempat yang lebih aman," ujar Gibran saat menemui warga pengungsi. Pemerintah juga meminta warga tidak kembali ke rumah yang berada di lokasi berbahaya.

Pertimbangan lokasi menjadi penting agar relokasi tidak justru menimbulkan persoalan baru. Warga tetap membutuhkan akses menuju tempat kerja, lahan pertanian maupun aktivitas ekonomi sehari-hari.

Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka pada Senin (21/9/2026) malam setelah hujan berintensitas tinggi. Bencana tersebut berdampak terhadap permukiman, fasilitas publik dan kompleks perkantoran pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Solok sebelumnya menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. BNPB meminta periode tersebut dimanfaatkan untuk menuntaskan kebutuhan dasar masyarakat, penanganan pengungsi, pencarian korban dan pendataan kerusakan rumah.

Dalam perkembangan terbaru, pencarian korban juga telah memasuki tahap akhir setelah korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan pada Jumat.

Dengan berakhirnya fase pencarian, perhatian pemerintah kini semakin diarahkan pada pemulihan masyarakat dan pembangunan kembali wilayah yang terdampak.

Bagi warga, pemulihan bukan sekadar kembali memiliki rumah. Kemampuan membayar cicilan, kembalinya lahan pertanian, akses menuju tempat kerja serta keamanan tempat tinggal menjadi bagian dari persoalan yang harus diselesaikan secara bersamaan.

Gibran pun menekankan perlunya seluruh unsur pemerintah dan pihak terkait bekerja bersama agar bantuan dan dukungan bagi masyarakat terdampak banjir bandang Solok dapat segera direalisasikan.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Korban Terakhir Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Banjir Bandang Solok Resmi Berakhir
Banjir Bandang Arosuka Putuskan Jalur Solok-Padang, Pengendara Dialihkan ke Padang Panjang
Banjir Bandang Terjang Arosuka Solok: Kantor Bupati Terendam, Jalur Utama Lumpuh
Bulan Madu di Alahan Panjang - Solok Berujung Duka: Istri Tewas di Kamar Mandi, Suami Kritis
Polisi Tembak Polisi di Polres Solok Selatan Terancam Dipecat
Polisi Tembak Polisi di Polres Solok Selatan, Begini Respons Polda Sumbar