Wilayah tersebut meliputi:
Baca Juga:
Densus 88 bersama Brimob Polda Sulawesi Tengah menangkap tiga orang pada Jumat malam. Dua orang diamankan di Desa Tomoli Utara, Kabupaten Parigi Moutong, sedangkan satu lainnya ditangkap di Kabupaten Poso.
Penangkapan di berbagai wilayah tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian penyidikan yang lebih luas.
Kemungkinan adanya individu maupun jaringan lain masih didalami berdasarkan barang bukti yang ditemukan selama proses penegakan hukum.
Fokus penyidik saat ini adalah memetakan hubungan antara tersangka, aktivitas yang dilakukan, serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan terorisme lainnya.
Langkah tersebut penting karena aktivitas jaringan terorisme dapat melibatkan peran yang berbeda, mulai dari propaganda dan rekrutmen hingga konsolidasi dan peningkatan kemampuan.
Polri berupaya mencegah proses konsolidasi, propaganda, rekrutmen dan pembinaan berkembang menjadi kemampuan yang dapat digunakan untuk melakukan kekerasan.
Pendekatan pencegahan menjadi penting karena aktivitas yang ditemukan tidak seluruhnya berbentuk aksi kekerasan secara langsung.
Sebagian justru berada pada tahapan pembentukan jaringan, penyebaran paham, perekrutan anggota dan peningkatan kemampuan.
Densus 88 juga terus melakukan pendekatan pencegahan melalui program lain. Pada akhir September 2026, misalnya, Densus 88 menggelar program transformasi ideologi bersama 61 mantan anggota Jamaah Islamiyah di Serang, Banten.
Pertemuan virtual yang disebut Densus 88 dalam penyidikan menjadi salah satu contoh bagaimana komunikasi lintas wilayah dapat dilakukan tanpa harus selalu bertemu secara langsung.
Karena itu, penyidikan tidak hanya berfokus pada lokasi penangkapan.
Jejak komunikasi, barang bukti digital dan hubungan antarindividu juga menjadi bagian yang perlu ditelusuri untuk memahami struktur jaringan secara keseluruhan.
Densus 88 kini masih mendalami seluruh temuan tersebut.
Dengan 12 tersangka di enam provinsi, proses hukum berikutnya akan menentukan sejauh mana dugaan keterlibatan masing-masing individu serta apakah masih ada mata rantai jaringan lain yang terhubung dengan kasus tersebut.