Senin, 05 Oktober 2026

ESDM Hunting BBM ke Negara Lain, Stok Nasional Dijaga 18-20 Hari

Muchlis - Senin, 05 Oktober 2026 12:45 WIB
ESDM Hunting BBM ke Negara Lain, Stok Nasional Dijaga 18-20 Hari
Foto: Antara
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman.

BBM Nonsubsidi Tetap Mengikuti Harga Pasar

Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti dinamika pasar.

Bahlil menjelaskan harga BBM nonsubsidi dipengaruhi harga minyak global yang tercermin dalam Indonesian Crude Price (ICP).

Ketika harga minyak dunia dan ICP naik, harga BBM nonsubsidi dapat mengalami penyesuaian. Sebaliknya, ketika ICP turun, harga BBM nonsubsidi juga dapat dikoreksi.

Baca Juga:

Dengan mekanisme tersebut, harga BBM nonsubsidi memiliki hubungan yang lebih langsung dengan perkembangan pasar energi global.

Indonesia Masih Bergantung pada Pasokan Impor

Persoalan pasokan BBM juga berkaitan dengan struktur kebutuhan energi Indonesia.

ESDM sebelumnya menyebut konsumsi BBM nasional masih jauh lebih besar dibandingkan produksi minyak dalam negeri.

Pada April 2026, pemerintah menyebut kebutuhan impor sekitar 1 juta barel per hari karena konsumsi BBM mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi domestik berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari.

Ketergantungan terhadap impor membuat kondisi geopolitik global menjadi faktor penting bagi ketahanan energi Indonesia.

Karena itu, diversifikasi sumber pasokan menjadi salah satu strategi yang terus didorong pemerintah.

Pada awal Oktober, ESDM juga menyatakan Indonesia tidak mengimpor BBM dari China dan menyebut pasokan crude maupun BBM masih aman.

Mayoritas impor BBM Indonesia disebut berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Malaysia.

Perang Harga dan Perang Pasokan

Perubahan dari mekanisme lelang menjadi hunting memperlihatkan tantangan baru dalam pengelolaan energi nasional.

Pemerintah kini harus memastikan tiga hal berjalan bersamaan: stok BBM tersedia, sumber pasokan beragam, dan biaya pengadaan tetap terkendali.

Di sisi konsumen, pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi hingga akhir tahun. Namun untuk BBM nonsubsidi, perkembangan harga minyak dunia dan ICP tetap menjadi faktor penentu.

Dengan kondisi geopolitik yang belum sepenuhnya stabil, strategi mencari stok BBM ke berbagai negara menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga pasokan energi Indonesia dalam jangka pendek.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Gubernur Kepulauan Riau Eratkan Sinergi untuk Kelancaran Energi Kepulauan
4 Ketum Partai Jadi Menko di Kabinet Prabowo, Bahlil Masuk Setelah Reshuffle
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi, Punya Harta Rp 344,4 Miliar
Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 Catat Nilai Transaksi Hingga Ratusan Juta Rupiah
Harga BBM Pertamax RON 92 Akan Naik hingga 11% pada Oktober 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Kodam I/Bukit Barisan Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi Energi