Kamis, 15 Oktober 2026

Antrean BBM di Bali Mulai Terurai, Bahlil Kerahkan SPBU 24 Jam untuk Percepat Pemulihan

Muchlis - Kamis, 15 Oktober 2026 18:36 WIB
Antrean BBM di Bali Mulai Terurai, Bahlil Kerahkan SPBU 24 Jam untuk Percepat Pemulihan
Foto: Antara
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (tengah) memberi keterangan setelah peresmian Kilang LPG Cilamaya, di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Topikseru.com - Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mulai berkurang. Namun, distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Dewata belum sepenuhnya kembali normal sehingga percepatan pasokan dan pelayanan SPBU masih menjadi perhatian pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan proses pemulihan distribusi BBM mulai menunjukkan perkembangan.

"Sekarang mulai terurai," ujar Bahlil setelah menghadiri peresmian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga:

Menurut Bahlil, pemerintah terus berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk menangani persoalan antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Bali dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, ia mengakui pelayanan dan distribusi BBM belum sepenuhnya pulih. Pertamina masih melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat normalisasi pasokan sekaligus mengurangi antrean masyarakat.

Bahlil Minta SPBU Beroperasi 24 Jam

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah meminta sejumlah SPBU di Bali beroperasi selama 24 jam. Kebijakan operasional tersebut diharapkan dapat memperluas waktu pelayanan dan membantu mengurai antrean kendaraan.

Bahlil menyebut dirinya terus berkomunikasi dengan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, untuk memantau perkembangan penanganan di lapangan.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, berada di Bali untuk mengawal proses pemulihan distribusi BBM.

Selain memperpanjang jam operasional, pemerintah juga meminta perbaikan alur distribusi agar penyaluran BBM dapat berlangsung lebih efektif.

Kekurangan tenaga kerja di sejumlah SPBU turut menjadi perhatian. Bahlil mengatakan pihaknya meminta bantuan aparat setempat untuk mendukung pelayanan di lokasi yang membutuhkan tambahan personel.

Langkah tersebut dilakukan agar proses pengisian BBM dapat berjalan lebih lancar ketika pasokan mulai kembali tersedia.

Keterlambatan Kapal Ikut Memengaruhi Distribusi BBM

Sebelumnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Bali menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan BBM. Situasi ini juga menjadi perhatian pemerintah daerah dan Pertamina.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, seusai rapat bersama Gubernur Bali di Depo BBM Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026), menjelaskan bahwa keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal distribusi.

Menurut Simon, kapal tersebut menghadapi kendala saat proses penjangkaran. Akibatnya, waktu kedatangan kapal bergeser dari jadwal yang sebelumnya direncanakan.

Perubahan jadwal kedatangan itu berdampak pada proses penyaluran BBM. Simon pun menyampaikan permohonan maaf atas gangguan ketersediaan BBM yang terjadi di Bali dalam beberapa hari terakhir.

Meski keterlambatan kapal disebut sebagai salah satu faktor, pemulihan distribusi tetap membutuhkan penanganan menyeluruh, mulai dari pasokan di terminal hingga penyaluran ke SPBU.

Mobil Angki dan Terminal Beroperasi Nonstop

Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan armada mobil tangki dan terminal BBM selama 24 jam.

Pengoperasian nonstop tersebut ditujukan untuk mempercepat distribusi dari fasilitas penyimpanan menuju SPBU yang membutuhkan pasokan.

Kecepatan pemulihan tidak hanya bergantung pada ketersediaan BBM di terminal, tetapi juga pada kelancaran pengangkutan, kesiapan fasilitas penerimaan, dan kapasitas pelayanan di SPBU.

Karena itu, koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi antrean kendaraan.

Selama distribusi belum sepenuhnya normal, masyarakat masih perlu mengikuti informasi resmi mengenai pelayanan dan ketersediaan BBM di wilayah masing-masing.

TNI Ikut Mengamankan Distribusi BBM di Bali

Dukungan terhadap pemulihan distribusi juga datang dari Kodam IX/Udayana. TNI turut membantu Pertamina mengamankan penyaluran BBM menyusul antrean panjang di sejumlah SPBU.

Keterlibatan aparat diarahkan untuk mendukung kelancaran distribusi di lapangan. Sementara itu, Pertamina tetap menjalankan perannya dalam pengelolaan pasokan dan penyaluran BBM.

Di tengah proses normalisasi, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi.

Imbauan tersebut penting karena gangguan distribusi dapat meningkatkan kekhawatiran masyarakat dan mendorong pembelian yang tidak sesuai kebutuhan. Penggunaan BBM subsidi juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Masyarakat diharapkan membeli BBM secara wajar dan tidak melakukan penimbunan, sementara perkembangan pasokan perlu dipantau melalui informasi resmi dari Pertamina maupun pemerintah.

Pemulihan BBM Bali Masih Menunggu Kondisi Normal

Mulai berkurangnya antrean menjadi perkembangan positif dalam penanganan gangguan distribusi BBM di Bali. Namun, kondisi tersebut belum otomatis menandakan seluruh SPBU telah kembali beroperasi secara normal.

Pemerintah dan Pertamina masih perlu memastikan distribusi berjalan konsisten, pasokan tersedia sesuai kebutuhan, serta pelayanan di SPBU dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik.

Langkah operasional 24 jam, pengerahan mobil tangki, perbaikan alur distribusi, dan dukungan aparat menjadi bagian dari upaya pemulihan yang sedang berjalan.

Publik kini menunggu kepastian kapan distribusi BBM di Bali benar-benar kembali normal. Hingga pemulihan selesai, informasi resmi mengenai pasokan dan pelayanan SPBU tetap menjadi acuan utama bagi masyarakat.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Lakukan Optimalisasi Distribusi BBM di Kota Padang
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Aceh Tamiang
Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Kota Padang
ESDM Hunting BBM ke Negara Lain, Stok Nasional Dijaga 18-20 Hari
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Gubernur Kepulauan Riau Eratkan Sinergi untuk Kelancaran Energi Kepulauan
4 Ketum Partai Jadi Menko di Kabinet Prabowo, Bahlil Masuk Setelah Reshuffle