Senin, 12 Oktober 2026

Jarang Posting tapi Selalu Update! Mengenal Fenomena Silent Scrolling di Media Sosial

Rizky Aisyah - Senin, 12 Oktober 2026 11:30 WIB
Jarang Posting tapi Selalu Update! Mengenal Fenomena Silent Scrolling di Media Sosial
Prenuvo
Fenomena silent scrolling menggambarkan kebiasaan pengguna media sosial yang lebih banyak melihat konten daripada mengunggah atau berkomentar. Menjaga privasi, mencari hiburan, dan menghindari tekanan untuk tampil di dunia digital bisa menjadi beberapa alasannya.

Topikseru.com -Di tengah ramainya aktivitas media sosial, tidak semua orang ingin membagikan kehidupan pribadinya melalui unggahan foto, video, atau status. Sebagian orang justru lebih nyaman menjadi pengamat dengan melihat konten orang lain tanpa meninggalkan banyak jejak digital.

Kebiasaan ini sering disebut silent scrolling, yaitu aktivitas menggulir media sosial secara pasif tanpa banyak berinteraksi, seperti mengunggah konten, berkomentar, atau membagikan postingan. Istilah ini bukan diagnosis psikologis resmi, tetapi dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku pengguna yang lebih banyak mengonsumsi kontendaripada memproduksinya.

Fenomena tersebut menarik untuk dibahas karena media sosial yang awalnya menjadi ruang untuk berinteraksi kini juga digunakan untuk mencari hiburan, mengikuti informasi, dan sekadar mengisi waktu luang.

Baca Juga:

Apa Itu Silent Scrolling?

Silent scrolling menggambarkan kebiasaan seseorang melihat berbagai konten di media sosial tanpa banyak menunjukkan aktivitasnya kepada pengguna lain.

Seseorang bisa menghabiskan waktu melihat Instagram Stories, menggulir TikTok, membaca unggahan di X, atau menonton video di Facebook tanpa mengunggah apa pun di akun pribadinya.

Mereka mungkin mengetahui kabar terbaru teman, mengikuti kehidupan figur publik, hingga menyimak topik yang sedang ramai diperbincangkan. Namun, aktivitas tersebut tidak selalu terlihat dari luar karena mereka jarang memberikan tanda suka, komentar, atau membagikan ulang konten.

Kebiasaan ini berbeda dari tidak menggunakan media sosial sama sekali. Pengguna tetap aktif mengonsumsi informasi, tetapi memilih untuk tidak terlalu terlibat dalam interaksi yang terlihat oleh orang lain.

Mengapa Banyak Orang Memilih Silent Scrolling?

Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan mengapa seseorang lebih nyaman melihat konten tanpa mengunggah apa pun.

1. Ingin Menikmati Media Sosial Tanpa Tekanan

Mengunggah foto atau video terkadang membuat seseorang memikirkan banyak hal, mulai dari kualitas konten, pemilihan kata, hingga tanggapan orang lain.

Sebaliknya, melihat konten tidak mengharuskan seseorang mempersiapkan unggahan atau memikirkan respons audiens. Mereka bisa menikmati media sosial sesuai minat tanpa merasa perlu menunjukkan aktivitasnya kepada orang lain.

Bagi sebagian pengguna, cara ini terasa lebih santai karena mereka tidak harus selalu tampil atau memberikan pembaruan tentang kehidupannya.

2. Lebih Nyaman Menjaga Privasi

Tidak semua orang merasa perlu membagikan kehidupan pribadi di internet. Ada yang memilih menyimpan momen bersama keluarga, aktivitas sehari-hari, hingga pencapaian tertentu untuk dirinya sendiri.

Mereka tetap dapat mengikuti perkembangan teman atau mencari informasi tanpa harus membuka banyak hal tentang kehidupan pribadi.

Pilihan ini juga dapat berkaitan dengan kesadaran mengenai jejak digital. Setiap unggahan berpotensi disimpan, disebarkan, atau dilihat kembali oleh orang lain sehingga sebagian pengguna lebih berhati-hati sebelum membagikan sesuatu.

3. Takut Dinilai atau Dibandingkan dengan Orang Lain

Media sosial memungkinkan pengguna melihat kehidupan banyak orang dalam waktu singkat. Foto liburan, pencapaian karier, hubungan romantis, hingga gaya hidup dapat muncul silih berganti di layar.

Bagi sebagian orang, kondisi ini bisa memunculkan kekhawatiran mengenai penilaian orang lain atau dorongan untuk membandingkan kehidupan sendiri dengan apa yang ditampilkan pengguna lain.

Karena itu, ada orang yang lebih memilih menjadi penonton daripada mengunggah konten pribadi. Namun, alasan ini tidak berlaku bagi semua pengguna silent scrolling. Sebagian memang sekadar tidak tertarik membuat konten.

4. Hanya Ingin Mencari Hiburan dan Informasi

Media sosial kini menawarkan beragam konten, mulai dari berita, tutorial, edukasi, humor, hingga ulasan produk.

Seseorang dapat membuka aplikasi hanya untuk mencari informasi tertentu, menonton video lucu, atau mengetahui topik yang sedang ramai dibicarakan.

Dalam situasi tersebut, berkomentar atau mengunggah konten bukanlah tujuan utama. Mereka cukup melihat dan mengambil informasi yang dianggap menarik.

5. Merasa Tidak Harus Selalu Terlihat Aktif

Ada anggapan bahwa pengguna media sosial yang aktif harus sering mengunggah foto, membuat Stories, atau membagikan kegiatan sehari-hari. Padahal, setiap orang memiliki cara berbeda dalam menggunakan platform digital.

Sebagian orang menikmati interaksi secara terbuka, sementara yang lain lebih menyukai aktivitas pasif. Mereka tetap dapat memiliki kehidupan sosial di dunia nyata tanpa harus terus memperlihatkan aktivitasnya di internet.

Dengan demikian, jarang mengunggah konten tidak otomatis berarti seseorang tidak memiliki kehidupan sosial atau tidak tertarik berinteraksi dengan orang lain.

Apakah Silent Scrolling Selalu Berdampak Buruk?

Silent scrolling tidak selalu menjadi kebiasaan yang merugikan. Melihat konten tanpa banyak berinteraksi dapat menjadi pilihan yang wajar, terutama jika dilakukan untuk mencari informasi, menikmati hiburan, atau menjaga privasi.

Hal yang perlu diperhatikan adalah durasi dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

Jika seseorang terus menggulir media sosial hingga waktu tidur berkurang, pekerjaan tertunda, atau aktivitas penting terbengkalai, kebiasaan tersebut patut dievaluasi.

Penggunaan media sosial yang pasif juga dapat membuat seseorang terpapar berbagai konten tanpa memperoleh interaksi sosial yang mereka butuhkan. Dampaknya dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis konten, kondisi individu, dan cara mereka menggunakan media sosial.

Karena itu, yang lebih penting bukan sekadar seberapa sering seseorang mengunggah konten, melainkan bagaimana penggunaan media sosial memengaruhi kesehariannya.

Cara Menikmati Media Sosial dengan Lebih Seimbang

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar kebiasaan menggulir media sosial tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pertama, tentukan batas waktu penggunaan aplikasi, terutama saat waktu istirahat atau menjelang tidur.

Kedua, pilih konten yang memberikan manfaat atau hiburan tanpa membuat diri terus-menerus merasa tertekan.

Ketiga, perhatikan perasaan setelah menggunakan media sosial. Jika sering merasa cemas, rendah diri, atau terdorong membandingkan kehidupan sendiri dengan orang lain, pertimbangkan untuk mengurangi paparan terhadap konten tertentu.

Keempat, sisihkan waktu untuk aktivitas di luar layar, seperti berolahraga, membaca, bertemu teman, atau menjalankan hobi.

Pada akhirnya, silent scrolling menunjukkan bahwa hubungan seseorang dengan media sosial tidak selalu harus diwujudkan melalui unggahan dan komentar. Ada orang yang senang berbagi, ada pula yang lebih nyaman mengamati.

Keduanya merupakan cara menggunakan media sosial yang berbeda. Selama kebiasaan tersebut tetap terkendali dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, seseorang tidak harus merasa wajib mengunggah sesuatu hanya agar dianggap aktif di dunia digital.

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan Jika Akun Instagram Diretas
Punya Instagram tapi Tak Pernah Posting? Bisa Jadi Kamu Ikut Tren Zero Posting
Modus Iklan TikTok Parfum, Komunitas Sepeda Anak di Tanah Abang Ditipu: HP Raib
Pidato Prabowo Ramai Dibahas, Drone Emprit Rekam 18.519 Percakapan di Media Sosial
3 Cafe di Medan Johor Jadi Magnet Tempat Nongkrong untuk Pecinta Cafe yang Aesthetic dan Instagramable
Rekomendasi 8 Hotel Instagramable di Medan Super Estetik Cocok Bagi Suka Staycation Sekaligus Cari Spot Foto