Selasa, 13 Oktober 2026

13 Oktober Diperingati sebagai Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional, Ini Tema 2026

Rizky Aisyah - Selasa, 13 Oktober 2026 12:05 WIB
13 Oktober Diperingati sebagai Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional, Ini Tema 2026
Shutterstock
Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional diperingati setiap 13 Oktober. Tema 2026, “Resilience Starts at Home”, menekankan pentingnya menciptakan hunian aman dan meningkatkan kesiapsiagaan keluarga menghadapi bencana.

Topikseru.com -Setiap 13 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional atau International Day for Disaster Risk Reduction. Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana sebelum menimbulkan korban jiwa maupun kerugian besar.

Pada 2026, peringatan ini mengusung tema "Resilience Starts at Home" atau ketangguhan dimulai dari rumah. Tema tersebut menekankan pentingnya menciptakan tempat tinggal yang aman dan mampu menghadapi berbagai ancaman bencana.

Sejarah Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional

Baca Juga:

Mengutip situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peringatan Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional dimulai pada 1989 melalui seruan Majelis Umum PBB untuk membangun budaya global yang lebih peduli terhadap risiko bencana.

Peringatan setiap 13 Oktober ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai berbagai upaya untuk mengurangi paparan terhadap bencana serta memperkuat kesiapsiagaan di tingkat individu, keluarga, dan komunitas.

Risiko bencana tidak hanya berkaitan dengan fenomena alam. Perencanaan wilayah, kondisi bangunan, kesiapan infrastruktur, akses terhadap informasi, dan kemampuan masyarakat merespons peringatan dini juga berperan dalam menentukan besarnya dampak yang ditimbulkan.

Tema 2026: Ketangguhan Dimulai dari Rumah

Tema Resilience Starts at Home mengajak masyarakat melihat rumah sebagai salah satu titik penting dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Rumah seharusnya menjadi tempat yang memberikan perlindungan. Namun, lokasi tempat tinggal yang berada di kawasan rawan bencana, bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan, serta kurangnya persiapan keluarga dapat meningkatkan kerentanan ketika bencana terjadi.

Karena itu, membangun ketangguhan tidak cukup dilakukan setelah bencana datang. Persiapan perlu dimulai sejak awal melalui pemahaman terhadap risiko di lingkungan sekitar, perencanaan evakuasi, serta peningkatan kualitas dan keamanan tempat tinggal.

PBB juga menekankan bahwa tanggung jawab menciptakan hunian yang aman tidak hanya berada di tangan keluarga. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu bekerja sama agar tempat tinggal yang aman dan terjangkau dapat diakses oleh semua orang.

Langkah Sederhana Mengurangi Risiko Bencana dari Rumah

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pertama, kenali potensi bencana di lingkungan tempat tinggal, seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, atau kebakaran. Pengetahuan tersebut membantu keluarga menentukan tindakan yang sesuai dengan risiko di wilayahnya.

Kedua, siapkan tas darurat yang berisi air minum, makanan tahan lama, obat-obatan pribadi, senter, alat komunikasi, dan dokumen penting yang mudah dibawa.

Ketiga, tentukan jalur evakuasi dan titik berkumpul keluarga. Pastikan setiap anggota keluarga mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, termasuk cara menghubungi anggota keluarga lainnya.

Keempat, pantau informasi dan peringatan resmi dari instansi terkait. Peringatan dini hanya efektif apabila diterima, dipahami, dan ditindaklanjuti dengan langkah yang tepat.

Kelima, periksa kondisi bangunan dan lingkungan sekitar. Perhatikan bagian rumah yang berpotensi membahayakan penghuni serta hindari mengabaikan tanda-tanda kerusakan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Mengapa Peringatan Ini Penting?

Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional mengingatkan masyarakat bahwa dampak bencana dapat dikurangi melalui persiapan yang dilakukan sebelum keadaan darurat terjadi.

Kesiapsiagaan di tingkat rumah tangga menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh. Namun, upaya tersebut juga membutuhkan dukungan kebijakan, infrastruktur yang aman, perencanaan wilayah yang memperhitungkan risiko, serta sistem peringatan dini yang dapat menjangkau masyarakat.

Melalui peringatan 13 Oktober 2026, masyarakat diajak untuk tidak hanya memahami bahaya bencana, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk mengurangi risikonya.

Sebab, ketangguhan menghadapi bencana bukan hanya tentang kemampuan untuk bangkit setelah kejadian, melainkan juga kesiapan untuk melindungi diri dan keluarga sebelum bencana datang.

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
Sudah Tak Bahagia tapi Masih Bertahan? Ini Alasan Seseorang Sulit Mengakhiri Hubungan
Seharian Sibuk tapi Tak Ada yang Selesai? Ini Alasan Kamu Merasa Tidak Produktif
Gratis Ongkir Bikin Boros? Begini Cara Promo Mengubah Kebiasaan Belanja
Medan Rawan Hujan dan Banjir, Ini Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Air Mulai Naik
Sinamot Batak 2026: Berapa Kisaran Biaya Pernikahan Adat Batak Toba?
7 Tradisi Pernikahan di Sumatera Utara yang Punya Makna Mendalam, Bukan Sekadar Seremoni