Senin, 26 Oktober 2026

26 Oktober Hari Kesadaran Interseks Internasional, Apa Itu Interseks dan Mengapa Penting Dipahami?

Rizky Aisyah - Senin, 26 Oktober 2026 10:03 WIB
26 Oktober Hari Kesadaran Interseks Internasional, Apa Itu Interseks dan Mengapa Penting Dipahami?
Harian Disway
Ilustrasi

Topikseru.com -Setiap 26 Oktober, masyarakat internasional memperingati Hari Kesadaran Interseks atau International Intersex Awareness Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman tentang interseks sekaligus mengingatkan pentingnya menghormati hak, kesehatan, dan martabat setiap orang.

Istilah interseks mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Padahal, interseks berkaitan dengan variasi alami karakteristik biologis manusia yang tidak sepenuhnya sesuai dengan definisi umum tubuh laki-laki atau perempuan.

Apa Itu Interseks?

Baca Juga:

Interseks merupakan istilah umum untuk menggambarkan seseorang yang terlahir dengan variasi karakteristik seks biologis. Karakteristik tersebut dapat meliputi kromosom, hormon, organ reproduksi, serta anatomi seksual internal maupun eksternal.

Variasi ini beragam. Pada sebagian orang, karakteristik interseks dapat diketahui sejak lahir. Namun, pada orang lain, variasi tersebut baru diketahui ketika memasuki masa pubertas atau setelah menjalani pemeriksaan medis.

Artinya, kondisi interseks tidak selalu dapat dikenali hanya dari penampilan fisik seseorang. Tidak semua orang interseks memiliki karakteristik tubuh yang terlihat berbeda dari orang lain.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui kampanye UN Free & Equal menjelaskan bahwa interseks mencakup beragam variasi karakteristik seks biologis. Karena itu, pengalaman dan kebutuhan kesehatan setiap orang interseks dapat berbeda-beda.

Mengapa Hari Kesadaran Interseks Diperingati Setiap 26 Oktober?

Peringatan ini berkaitan dengan aksi publik aktivis interseks yang berlangsung pada 26 Oktober 1996 di Boston, Amerika Serikat. Aksi tersebut berlangsung di sekitar konferensi American Academy of Pediatrics dan menyuarakan penolakan terhadap tindakan medis pada anak interseks yang dilakukan tanpa persetujuan mereka.

Sejak saat itu, tanggal 26 Oktober berkembang menjadi momentum tahunan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan dan hak-hak orang interseks. Peringatan ini juga mendorong keterbukaan informasi agar persoalan interseks tidak terus diselimuti stigma dan kesalahpahaman.

Interseks Berbeda dengan Orientasi Seksual dan Identitas Gender

Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa interseks tidak sama dengan orientasi seksual maupun identitas gender.

Interseks berkaitan dengan karakteristik biologis tubuh seseorang. Sementara itu, orientasi seksual berhubungan dengan ketertarikan seseorang kepada orang lain, sedangkan identitas gender berkaitan dengan bagaimana seseorang memahami dan mengidentifikasi gendernya.

Ketiganya merupakan hal yang berbeda. Orang interseks dapat memiliki orientasi seksual dan identitas gender yang beragam. Oleh sebab itu, seseorang tidak dapat disimpulkan sebagai interseks hanya berdasarkan cara berpakaian, penampilan, atau perilakunya.

Stigma dan Tantangan yang Masih Dihadapi

Orang interseks dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kurangnya pemahaman masyarakat hingga perlakuan diskriminatif. Kondisi tersebut dapat membuat mereka kesulitan memperoleh lingkungan yang aman dan layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Persoalan lainnya adalah tindakan medis untuk mengubah karakteristik tubuh agar sesuai dengan standar laki-laki atau perempuan yang dilakukan tanpa persetujuan individu yang bersangkutan. Praktik semacam ini menjadi perhatian organisasi hak asasi manusia karena berkaitan dengan keselamatan, integritas tubuh, dan hak seseorang untuk mengambil keputusan mengenai tubuhnya sendiri.

Karena itu, pemahaman tentang interseks tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan biologis, tetapi juga dengan cara masyarakat memperlakukan orang yang memiliki karakteristik tubuh berbeda.

Pentingnya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Hari Kesadaran Interseks Internasional menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang bermartabat tanpa diskriminasi. Edukasi mengenai interseks dapat membantu masyarakat memahami variasi biologis manusia sekaligus mengurangi penyebaran informasi yang keliru.

Masyarakat juga perlu menghindari pemberian label, ejekan, atau pertanyaan pribadi yang dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman. Dalam konteks layanan kesehatan, kebutuhan setiap individu perlu dinilai secara tepat dengan tetap menghormati privasi dan persetujuan pasien.

Pada akhirnya, peringatan 26 Oktober bukan sekadar mengenalkan istilah interseks kepada masyarakat. Momentum ini juga mengajak publik untuk lebih terbuka terhadap informasi yang benar, menghormati perbedaan, dan memastikan setiap orang dapat hidup dengan aman serta bermartabat.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Kapolri Sebut Laboratorium 1,2 Ton Sabu di Aceh Dikendalikan Jaringan Berpengalaman
Malaysia Tak Ingin Kabut Asap Picu Ketegangan dengan Indonesia, ASEAN Jadi Jalur Utama
6 Sekolah Islam Berwawasan Internasional di Medan, Ada Program Bilingual hingga Tahfiz Al-Qur’an
13 Oktober Diperingati sebagai Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional, Ini Tema 2026
Daftar Sekolah Internasional di Medan 2026, Lengkap dengan Kisaran Uang Masuk dan SPP
Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, KBRI Belum Terima Laporan WNI Jadi Korban