Senin, 12 Oktober 2026

7 Jajanan Masa Kecil yang Kini Mulai Sulit Ditemukan, Bikin Kangen Zaman Dulu

Rizky Aisyah - Senin, 12 Oktober 2026 12:30 WIB
7 Jajanan Masa Kecil yang Kini Mulai Sulit Ditemukan, Bikin Kangen Zaman Dulu
TangerangNews / Istimewa
Sejumlah jajanan masa kecil menyimpan kenangan tersendiri bagi generasi yang tumbuh pada era 1990-an hingga 2000-an. Meski pilihan camilan semakin beragam, jajanan seperti rambut nenek, gulali, dan es gabus masih membangkitkan nostalgia.

Topikseru.com -Ada banyak jajanan masa kecil yang pernah menjadi favorit anak-anak Indonesia. Mulai dari camilan yang dijual di depan sekolah hingga makanan ringan yang dibeli di warung dekat rumah, jajanan tersebut menyimpan kenangan tersendiri bagi mereka yang tumbuh pada era 1990-an hingga 2000-an.

Dulu, membeli jajanan tidak harus pergi ke minimarket atau memesan makanan melalui aplikasi. Cukup membawa uang receh, anak-anak sudah bisa menikmati berbagai camilan dengan rasa dan bentuk yang beragam.

Kini, sebagian jajanan tersebut mulai jarang terlihat di sejumlah tempat. Perubahan kebiasaan belanja, perkembangan industri makanan ringan, dan berkurangnya pedagang tertentu membuat beberapa jajanan masa lalu tidak lagi semudah dahulu ditemukan.

Baca Juga:

Meski begitu, sejumlah jajanan legendaris masih bisa dijumpai di pasar tradisional, toko tertentu, atau melalui penjual makanan jadul. Berikut tujuh jajanan masa kecil yang bisa membangkitkan nostalgia.

1. Rambut Nenek

Rambut nenek merupakan jajanan manis dengan bentuk menyerupai kumpulan serat halus berwarna merah muda atau putih. Teksturnya ringan dan mudah meleleh di mulut sehingga memberikan sensasi berbeda dibandingkan permen atau camilan biasa.

Jajanan ini sering dijual bersama kerupuk berwarna merah muda atau wafer tipis yang digunakan untuk menjepit bagian rambut nenek. Perpaduan tekstur renyah dan manis membuatnya menjadi camilan yang mudah dikenali.

Bagi sebagian orang, rambut nenek mengingatkan pada masa ketika membeli jajanan di depan sekolah atau di sekitar tempat bermain menjadi bagian menyenangkan dari keseharian.

Saat ini, rambut nenek masih dapat ditemukan di sejumlah pasar dan penjual jajanan tradisional, meskipun ketersediaannya berbeda-beda di setiap daerah.

2. Gulali Tradisional

Gulali menjadi salah satu jajanan yang identik dengan pedagang keliling dan suasana bermain pada masa kecil. Jajanan berbahan dasar gula ini dikenal karena bentuknya yang beragam dan bisa dibuat menyerupai bunga, hewan, atau karakter tertentu.

Ada gulali yang dibuat dari gula yang dipanaskan hingga kental, kemudian dibentuk menggunakan keterampilan tangan. Ada pula jenis gulali yang teksturnya menyerupai kapas.

Daya tarik gulali bukan hanya terletak pada rasanya, tetapi juga proses pembuatannya. Anak-anak sering menunggu sambil melihat pedagang membentuk gula menjadi berbagai rupa.

Meski masih ada penjualnya, gulali tradisional mungkin lebih sulit ditemukan di lingkungan tertentu dibandingkan camilan kemasan yang dijual secara luas.

3. Telur Gulung

Telur gulung menjadi salah satu jajanan yang lekat dengan pengalaman membeli makanan di depan sekolah. Adonan telur dituangkan ke dalam minyak panas, lalu digulung menggunakan tusuk bambu ketika mulai matang.

Rasanya sederhana, tetapi proses memasaknya menjadi daya tarik tersendiri. Banyak anak rela mengantre untuk menikmati telur gulung hangat dengan tambahan saus.

Berbeda dari beberapa jajanan lain dalam daftar ini, telur gulung masih cukup mudah ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, keberadaan penjualnya tetap bergantung pada lokasi dan lingkungan.

Jajanan ini membuktikan bahwa makanan sederhana yang memiliki pengalaman khas sering kali tetap digemari meskipun zaman terus berubah.

4. Permen Rokok

Permen rokok merupakan jajanan berbentuk menyerupai batang rokok, biasanya dibungkus kertas dan dijual dalam kemasan kecil. Permen ini pernah dikenal sebagai salah satu camilan yang menarik perhatian anak-anak karena bentuknya yang tidak biasa.

Rasanya manis seperti permen pada umumnya, tetapi bentuknya membuat jajanan ini mudah diingat. Bagi sebagian orang, melihat permen rokok bisa langsung membawa ingatan pada suasana warung kecil di dekat rumah.

Kini, jajanan tersebut tidak selalu mudah ditemukan di toko atau warung modern. Selain perubahan tren makanan ringan, pandangan masyarakat terhadap produk yang menyerupai rokok juga dapat memengaruhi penerimaannya.

5. Cokelat Payung

Cokelat payung merupakan cokelat kecil dengan bentuk menyerupai payung dan pegangan mungil. Jajanan ini menarik perhatian karena tampilannya berbeda dari cokelat batangan yang umum dijual saat ini.

Biasanya, cokelat payung dijual dalam kemasan kecil sehingga cocok dibeli menggunakan uang jajan. Rasanya manis dengan tekstur yang dapat berbeda bergantung pada produsen dan jenis cokelat yang digunakan.

Bagi anak-anak pada masa itu, bentuknya yang unik menjadi bagian dari pengalaman menikmati jajanan, bukan hanya soal rasa.

Cokelat payung masih dapat dijumpai melalui sejumlah penjual makanan jadul atau toko tertentu, tetapi belum tentu tersedia di setiap warung.

6. Anak Mas

Anak mas merupakan makanan ringan berbentuk mi kering berbumbu yang pernah populer sebagai camilan anak-anak. Teksturnya renyah dan rasanya gurih, sehingga bisa langsung dimakan tanpa perlu dimasak.

Cara menikmatinya cukup sederhana. Camilan tersebut diremukkan, kemudian dicampur dengan bumbu yang tersedia di dalam kemasan.

Bagi sebagian orang yang tumbuh pada era 1990-an dan 2000-an, anak mas memiliki tempat tersendiri dalam ingatan tentang jajanan sekolah. Sensasi mi kering berbumbu membuatnya berbeda dari keripik atau makanan ringan lainnya.

Ketersediaan dan popularitas produk dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga pengalaman menemukan kembali camilan ini mungkin berbeda di setiap daerah.

7. Es Gabus

Es gabus dikenal sebagai jajanan dingin dengan tekstur menyerupai gabus yang lembut. Jajanan ini umumnya dibuat dari bahan seperti tepung hunkue, santan, gula, dan pewarna makanan, lalu dibekukan sebelum dipotong dan disajikan.

Warna-warni potongannya menjadi salah satu ciri yang mudah dikenali. Ketika dimakan, teksturnya berbeda dari es krim modern karena terasa lebih padat dan sedikit berpori.

Dulu, es gabus dapat menjadi pilihan untuk menyegarkan diri saat cuaca panas, terutama ketika dijual oleh pedagang di sekitar permukiman atau sekolah.

Kini, es gabus masih dibuat oleh sejumlah penjual, tetapi tidak selalu mudah ditemukan di semua wilayah. Keberadaannya sering bergantung pada pedagang yang masih mempertahankan resep dan cara pembuatan tradisional.

Jajanan Masa Kecil, Kenangan yang Tidak Mudah Hilang

Jajanan masa kecil bukan sekadar makanan ringan. Bagi banyak orang, camilan tersebut berkaitan dengan pengalaman sederhana seperti bermain bersama teman, pulang sekolah, atau menghabiskan uang jajan di warung dekat rumah.

Perubahan zaman membuat pilihan makanan semakin beragam. Camilan kemasan modern kini mudah dijumpai, sementara sejumlah jajanan tradisional lebih bergantung pada pedagang dan pasar tertentu.

Meski begitu, jajanan lawas tidak sepenuhnya menghilang. Sebagian masih diproduksi dan dijual, bahkan kembali menarik perhatian karena tren nostalgia di media sosial.

Menemukan kembali jajanan masa kecil bisa menjadi cara sederhana untuk mengenang masa lalu sekaligus mengenalkan camilan tradisional kepada generasi yang lebih muda.

Dari tujuh jajanan tersebut, mana yang paling kamu ingat dan ingin kamu temukan kembali?

Editor
: Rizky Aisyah
Berita Terkait
Jangan Sembarangan Scan QR Code, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai
Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan Jika Akun Instagram Diretas
Daftar Sekolah Internasional di Medan 2026, Lengkap dengan Kisaran Uang Masuk dan SPP
Bukan Sekadar Barang Bekas, 7 Barang Jadul Ini Justru Diburu Kolektor
6 Lagu Batak tentang Orang Tua yang Penuh Makna, Bikin Ingat Pengorbanan Ayah dan Ibu
Hari Museum Nasional 12 Oktober, Ini 5 Alasan Museum Penting bagi Generasi Muda