Rabu, 30 September 2026

Rupiah Menguat 0,21% di Level Rp16.538 Per Dolar AS di Perdagangan Kamis (9/10/2025) Siang Ini

Mhd Rabbani - Kamis, 09 Oktober 2025 13:57 WIB
Rupiah Menguat 0,21% di Level Rp16.538 Per Dolar AS di Perdagangan Kamis (9/10/2025) Siang Ini
Rupiah
Topikseru.com - Pada perdagangan Kamis (9/10/2025) siang. Pukul 12.10 WIB rupiah spot berada di level Rp16.538 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,21% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.573 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,46%, disusul dolar Taiwan yang menguat 0,27%. Rupiah menguat 0,21%, dolar Singapura menguat 0,14%, yen Jepang naik 0,11%, ringgit Malaysia naik 0,09%, dolar Hong Kong naik 0,02% dan rupee India naik 0,01% terhadap dolar AS. Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS siang ini. Baht Thailand melemah 0,19%, yuan China melemah 0,06% dan pesso Filipina melemah 0,02%. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,71, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 98,91.

Rupiah spot Dibuka Menguat 0,10% di Level Rp16.556 Per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah spot dibuka menguat pada perdagangan Kamis (9/10/2025). Pukul 09.02 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.556 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,10% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.573 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,28%, dolar Taiwan menguat 0,20%. Pesso Filipina menguat 0,15%, rupiah menguat 0,10%, yen Jepang menguat 0,08%, dolar Singapura menguat 0,08%, dolar Hong Kong menguat 0,02% dan ringgit Malaysia menguat 0,01% terhadap dolar AS. Sedangkan baht Thailand dan yuan China melemah terhadap dolar AS pagi ini dengan pelemahan 0,30% dan 0,17%. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,76, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 98,91.

Doo Financial Futures: Rupiah Masih Berpotensi Melanjutkan Pelemahan

rupiah masih belum mampu bangkit dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (8/10/2025). Sentimen dari risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis malam ini disebut bakal menjadi penentu arah rupiah pada Kamis (9/10/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah tipis 0,07% ke level Rp 16.573 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) juga mencatat pelemahan 0,28% ke Rp 16.606 per dolar AS. Tekanan Datang dari The Fed dan Data Domestik Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh pernyataan bernada hawkish dari para pejabat Federal Reserve (The Fed). "Namun, intervensi BI membatasi pelemahan," ujar Lukman. Dari sisi domestik, turunnya indeks kepercayaan konsumen (IKK) Indonesia pada September turut memperburuk sentimen pasar terhadap rupiah. Fokus Pasar Tertuju ke Risalah FOMC Lukman menambahkan, pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (9/10/2025) akan sangat bergantung pada hasil risalah FOMC meeting malam ini. Menurutnya, Ketua The Fed Jerome Powell kemungkinan besar akan mempertahankan nada hawkish, sejalan dengan sikap bank sentral AS dalam beberapa waktu terakhir. "Hal ini akan mendorong dolar AS kembali menguat dan menekan rupiah," terangnya. Proyeksi Rupiah Kamis (9/10) Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada Kamis (9/10/2025).

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,83% Selama Sepekan, Inilah Prediksi Pekan Depan