Jumat, 25 September 2026

SEPTEMBER HITAM: Aksi Kamisan Medan Peringati 21 Tahun Munir dan Korban Ricuh Unjuk Rasa

Administrator - Kamis, 04 September 2025 22:07 WIB
SEPTEMBER HITAM: Aksi Kamisan Medan Peringati 21 Tahun Munir dan Korban Ricuh Unjuk Rasa
Aksi Kamisan Medan
Topikseru.com - Puluhan massa yang tergabung dalam Aksi Kamisan Medan menggelar aksi peringatan 21 tahun pembunuhan Munir Said Thalib, aktivis HAM yang tewas diracun di pesawat Garuda Indonesia pada 7 September 2004. Aksi berlangsung pada Kamis (4/9) di kawasan parkiran Posbloc, Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Selain memperingati kematian Munir, massa juga menggelar aksi bakar lilin untuk mengenang sembilan korban tewas dalam unjuk rasa 25–29 Agustus 2025 yang berujung ricuh di sejumlah daerah. [caption id="attachment_20503" align="aligncenter" width="1082"]Aksi Kamisan Medan SEPTEMBER HITAM: Aksi Kamisan Medan Peringati 21 Tahun Munir dan Korban Ricuh Unjuk Rasa[/caption] Dalam suasana hening, mereka menyanyikan lagu “Gugur Bunga” sebagai bentuk penghormatan bagi korban kekerasan negara.

Nama-Nama Korban yang Disebut Aksi Kamisan Medan

Dalam orasi, salah satu peserta aksi, Gana, menyebut deretan nama korban terbaru akibat tindak kekerasan negara:
  • Affan Kurniawan
  • Sarinawati
  • Saiful Akbar
  • Muhammad Basri
  • Damdyansyah
  • Reza Shendy Pratama
  • Andhika Lutfi
  • Sumari
  • Iko Julian
  • Septinus Sesa
"Mereka adalah korban paling baru atas tindak kekerasan yang dilakukan negara," kata Gana. Aksi Kamisan Medan

Tuntutan Hentikan Kekerasan Negara

Aksi Kamisan Medan menegaskan desakan agar negara menghentikan segala bentuk kekerasan dan ketidakadilan serta bertanggung jawab atas jatuhnya korban. "Hidup korban, jangan diam, lawan!" teriak massa menjelang aksi ditutup sekitar pukul 19.30 WIB.

Munir, 21 Tahun Tanpa Keadilan

Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia, dibunuh dengan racun arsenik dalam penerbangan Jakarta - Amsterdam pada 7 September 2004 ketika hendak melanjutkan studi S2 di Leiden University, Belanda. Kasus kematiannya hingga kini belum tuntas diusut, dan menjadi simbol gelapnya sejarah pelanggaran HAM di Indonesia. Aksi Kamisan sendiri sudah menjadi gerakan moral yang konsisten digelar di berbagai kota, termasuk Medan, sebagai simbol perlawanan terhadap impunitas dan pengingat agar negara tidak melupakan korban pelanggaran HAM.
Sumber
:
Berita Terkait