Jumat, 25 September 2026

Update Banjir Sumut: 311 Meninggal Dunia, 127 Hilang, Tim K-9 Diterjunkan

Ameq - Kamis, 04 Desember 2025 19:14 WIB
Update Banjir Sumut: 311 Meninggal Dunia, 127 Hilang, Tim K-9 Diterjunkan
banjir Sumut
Topikseru.com - Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) kembali bertambah. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (3/12/2025) mencatat 311 orang meninggal dunia, sementara 127 korban masih dinyatakan hilang. Adapun jumlah warga yang mengungsi mencapai 51.300 jiwa. Bencana besar yang terjadi pada akhir November 2025 itu menyapu puluhan desa dan meninggalkan kerusakan masif. Upaya pencarian korban pun terus ditingkatkan di beberapa titik yang diperkirakan masih terdapat korban tertimbun material banjir.

Tim K-9 Diterjunkan, Fokus Sisir Tiga Desa Paling Parah

Untuk mempercepat pencarian korban banjir yang hilang di Sumut, aparat gabungan kembali mengerahkan empat anjing pelacak (K-9). Penyisiran dilakukan di tiga wilayah terdampak paling parah di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, yakni Desa Garoga, Aek Ngadol, dan Huta Godang. Ketua Tim Pencarian Korban Hilang, Kompol Kadarman, mengatakan empat K-9 tersebut, yakni Walet, Dasa, Ari, dan Rubin, telah mulai bekerja sejak Senin (1/12/2025). "Empat K-9 sudah turun untuk melakukan penyisiran. Tugas mereka melacak titik-titik yang diduga terdapat korban hilang," ujar Kompol Kadarman, Kamis (4/12/2025). Menurutnya, anjing pelacak berfungsi mendeteksi lokasi keberadaan korban. Setelah titik ditemukan, petugas lainnya akan melakukan proses evakuasi. "Sejauh ini, sudah ada tujuh titik yang diberi penanda setelah ditemukan indikasi kuat oleh tim K-9," tambahnya.

Tantangan Pencarian: Tumpukan Kayu Besar hingga Keterbatasan Alat Berat

Kadarman menjelaskan pencarian korban terhambat oleh kondisi medan yang sulit. Material banjir seperti tumpukan kayu besar, lumpur tebal, serta akses terbatas membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati. "Banjir bandang ini membawa kayu-kayu ukuran besar. Saat titik sudah ditemukan, kendalanya justru di alat berat yang tidak bisa segera menjangkau lokasi," ujarnya. Selain mengandalkan penciuman K-9, tim juga memanfaatkan informasi dari warga sekitar yang mengetahui titik-titik kemungkinan keberadaan korban. "Kami kombinasikan data lapangan dan informasi masyarakat. Tim dibagi dua kelompok, masing-masing didampingi dua K-9 untuk memaksimalkan penyisiran," jelasnya.

Pencarian Masih Berlanjut, Belum Ada Batas Waktu

Hingga saat ini, operasi pencarian belum memiliki batas waktu yang pasti. Tim masih fokus pada tiga desa di Batang Toru, namun pencarian di wilayah lain yang terdampak juga tetap berjalan. "Belum bisa dipastikan sampai kapan pencarian berlangsung. Kita lihat situasi ke depan, karena ada beberapa lokasi lain yang juga masih membutuhkan pelacakan," ujar Kadarman. BNPB memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan sampai titik-titik kritis selesai disisir, mengingat skala bencana yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Sumatera Utara dalam satu dekade terakhir.
Sumber
:
Berita Terkait
595 KK Terdampak Banjir Nias Barat, Sawah dan Jembatan Ikut Terdampak
Kaget Temukan 1 Buku Dipakai Berdua, Wapres Gibran Cek SMAN 1 Barus Tapteng Pascabanjir
Update Korban Longsor Himalaya Minggu (30/8/2026): 261 Warga Asing dari 23 Negara Hilang
Update Korban Banjir Nepal-Tibet Minggu (30/8/2026): 750 Orang Tewas dan 3.044 Masih Hilang
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Pemprov Tetapkan Tanggap Darurat
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Konfirmasi 2 Orang Meninggal Dunia di Sikka