Rabu, 23 September 2026

595 KK Terdampak Banjir Nias Barat, Sawah dan Jembatan Ikut Terdampak

Muchlis - Senin, 07 September 2026 22:59 WIB
595 KK Terdampak Banjir Nias Barat, Sawah dan Jembatan Ikut Terdampak
Banjir Nias Barat berdampak terhadap 595 kepala keluarga di 13 desa
Topikseru.com - Banjir yang melanda Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, pada Minggu (6/9/2026) berdampak cukup luas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat sedikitnya 595 kepala keluarga (KK) terdampak bencana tersebut. Ratusan keluarga itu tersebar di 13 desa yang berada di empat kecamatan. Meski banjir berdampak terhadap permukiman dan sejumlah fasilitas masyarakat, BPBD Sumut memastikan belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi, mengalami luka-luka maupun meninggal dunia. Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan data tersebut diperoleh berdasarkan laporan penanganan bencana di wilayah Nias Barat. "Berdasarkan laporan, sebanyak 595 kepala keluarga terdampak banjir di Kabupaten Nias Barat yang terjadi pada Minggu (6/9)," ujar Sri Wahyuni Pancasilawati di Medan, Senin (7/9/2026).

Banjir Rendam 13 Desa di Empat Kecamatan

Banjir Nias Barat terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Berdasarkan pendataan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), wilayah terdampak berada di Kecamatan Lahomi, Mandrehe, Mandrehe Barat dan Sirombu. Sebanyak 13 desa di empat kecamatan tersebut masuk dalam wilayah yang terdampak banjir. Meski jumlah warga terdampak mencapai ratusan keluarga, kondisi di lapangan sejauh ini belum memerlukan evakuasi warga ke tempat pengungsian. "Tidak ada pengungsi, korban luka maupun korban jiwa berdasarkan laporan yang diterima," kata Sri Wahyuni. Kondisi tersebut masih terus dipantau mengingat cuaca dan curah hujan dapat berubah sewaktu-waktu.

Sawah dan Irigasi Pertanian Ikut Terdampak

Dampak banjir Nias Barat tidak hanya menyentuh permukiman warga. BPBD Sumut juga mencatat adanya lahan persawahan dan jaringan irigasi pertanian masyarakat yang terdampak. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sektor pertanian merupakan salah satu aktivitas masyarakat yang dapat terganggu ketika terjadi genangan maupun kerusakan pada saluran irigasi. Selain lahan pertanian, terdapat pula satu jembatan gantung yang terdampak banjir. BPBD belum menyebutkan tingkat kerusakan pada jembatan tersebut. Namun, keberadaan infrastruktur penghubung yang terdampak menjadi bagian dari pemantauan pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Pemkab Nias Barat Lakukan Pendataan

Setelah banjir terjadi, pemerintah daerah bersama unsur terkait langsung melakukan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak. Sri Wahyuni mengatakan pemerintah kabupaten melakukan pendataan untuk mengetahui kondisi warga maupun fasilitas yang terkena dampak banjir. Pemantauan juga dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan munculnya dampak lanjutan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. BPBD Sumut turut berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Nias Barat dalam proses penanganan bencana. "BPBD Kabupaten Nias Barat terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan," ujar Sri Wahyuni.

Risiko Banjir Masih Dipantau

Dengan ratusan KK terdampak, penanganan banjir di Nias Barat kini diarahkan pada pemantauan kondisi warga serta fasilitas yang terdampak. Pemerintah daerah juga perlu memastikan akses masyarakat tetap berjalan, terutama di wilayah yang memiliki jembatan dan jaringan irigasi terdampak. Hingga laporan terakhir diterima BPBD Sumut, belum ada warga yang harus mengungsi dan tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka. Namun, pendataan dan pemantauan masih dilakukan untuk memastikan kondisi di 13 desa terdampak dapat ditangani sesuai kebutuhan di lapangan. Bagi masyarakat di wilayah rawan banjir, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama ketika hujan berintensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Nias Barat.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Banjir Rendam 7 Desa di Nias Barat, Ketinggian Air Capai 2 Meter