Minggu, 27 September 2026

Jembatan Titi Runtuh yang Ambruk di Bandar Setia Ternyata Punya Jejak Sejarah

Administrator - Senin, 01 Juli 2024 21:38 WIB
Jembatan Titi Runtuh yang Ambruk di Bandar Setia Ternyata Punya Jejak Sejarah
Jembatan Titi Runtuh
TOPIKSERU.COM, DELI SERDANG - Sebuah jembatan bernama Titi Runtuh yang berada di Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, ambruk, Jumat (28/6) malam. Jembatan ini berada di Dusun IV dan menjadi akses bagi tiga desa sekitar. Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan mengganggu mobilitas masyarakat di tiga desa, yakni Desa Bandar Setia, Sampali dan Laut Dendang.
Mencegah Serangan Agresi Militer II
Bukan hanya sebagai akses penting, jembatan ini ternyata punya jejak sejarah penting era kolonial Belanda, yang diabadikan melalui namanya. Kepala Dusun IV Desa Bandar Setia Kusno mengatakan bangunan jembatan yang telah ambruk tersebut baru dibangun pada 1983. Jauh sebelum pembangunan secara permanen, jembatan ini telah ada saat Belanda melancarkan serangan merebut kembali Indonesia atau Agresi Militer II. Kusno mengatakan jembatan tersebut sengaja dirubuhkan untuk melindungi dan mencegah Belanda masuk ke wilayah Kabupaten Deli Serdang. "Sengaja diruntuhkan supaya penjajah saat itu tidak bisa masuk ke wilayah Deli Serdang," kata Kusno Senin (1/7). Penghancuran jembatan, kata Kusno, menjadi upaya yang efektif untuk melindungi masyarakat dari serangan penjajah. Peristiwa penghancuran jembatan untuk mencegah Belanda masuk selanjutnya diabadikan menjadi nama jembatan tersebut hingga saat ini. "Sudah 53 tahun usia jembatan Titi Runtuh, hari ini jembatannya runtuh betulan," ujar Kusno. Ironinya, jembatan bersejarah tersebut runtuh karena kelalaian dan tindakan kriminal.
Abaikan Tanda-tanda Bahaya
Masyarakat setempat telah lama menyadari kerusakan pada jembatan. Bahkan, sebulan sebelum ambruk, jembatan ini sudah dalam kondisi miring. [caption id="attachment_3114" align="aligncenter" width="2560"]Jembatan ambruk Jembatan penghubung di Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, ambruk. Foto: Zei/topikseru.com[/caption] Salah seorang warga bernama Dewi menuturkan bahwa sebelum ambruk pihak desa telah memasang peringatan di atas jembatan. Namun, setiap kali pelang itu terpasang tak lama hilang dan kendaran roda tiga dan empat kembali melintas di atas jembatan. "Dari situ lah langsung dia (jembatan) ambruk," ucap Dewi dengan nada kecewa.
Ulah Tangan Manusia
Kusno mengatan penyebab utama ambruknya Jembatan Titi Runtuh adalah aksi pencurian besi dan baut oleh orang tak bertanggung jawab. Dia mengatakan aksi ini terus terjadi sejak 2022. Perbuatan para pelaku ini telah terdeteksi dan pemerintah desa juga telah melakukan berbagai upaya. Warga bahkan sempat memergoki aksi pencurian tersebut, tetapi para pelaku berhasil melarikan diri dengan melompat ke sungai. "Kemarin kami sempat memergoki orang yang mengambil itu (baut). Pas kami cek malam itu, pelakunya langsung terjun ke sungai," kata Kusno. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, ambruknya Jembatan Titi Runtuh sangat mengganggu aktivitas warga. Akses vital yang menghubungkan tiga desa yaitu Bandar Setia, Laut Dendang, dan Sampali menjadi terputus, sehingga memaksa warga mencari jalur alternatif. "Warga sekarang harus muter ke jalur alternatif yang berjarak lebih dari satu kilometer. Ini yang menjadi keluhan warga," ujar Kusno. Kusno, mewakili masyarakat berharap kepada pemangku kebijakan untuk segera memperbaiki jembatan yang menjadi akses penting tiga desa tersebut. "Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah atas kejadian ini. Kasihan masyarakat kan," pungkasnya.(Zei/topikseru.com)

Sumber
:
Berita Terkait
Percut Sei Tuan Pecah! Kecamatan Percut Deli Disiapkan dan Lima Ranperda
3 Dusun Terendam Banjir di Percut Sei Tuan Deli Serdang, 733 Jiwa Terdampak
Bank Mandiri Disorot soal Rekening Supriyono, Ternyata Lahir dari Krisis 1998
Viral Cari Botol Bekas Saat HUT RI, Nenek Emi Didatangi PERMEDSU dan Dapat Bantuan
5 Objek Wisata Sibolga Kota Pelabuhan yang Kaya akan Tradisi dan Sejarah
Arti Londo Ireng yang Diucapkan Prabowo: Sejarah, Asal-usul, dan Maknanya dalam Politik Indonesia