Topikseru.com,
Deli Serdang - Di balik semarak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, tersimpan cerita tentang perjuangan seorang perempuan lanjut usia.
Perempuan tersebut dikenal dengan nama Nenek Emi, berusia 71 tahun. Pada Senin (17/8/2026), ia berada di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Percut Sei Tuan ketika masyarakat tengah merayakan momentum kemerdekaan.
Namun, Nenek Emi datang bukan untuk mengikuti perlombaan ataupun menikmati kemeriahan perayaan.
Dia justru memanfaatkan keramaian untuk mengumpulkan botol-botol bekas yang nantinya dijual kembali. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara Nenek Emi membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kisahnya kemudian menjadi perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan Nenek Emi beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Nenek Emi mengaku sempat diminta meninggalkan lokasi ketika sedang mengumpulkan botol bekas.
Peristiwa itu kemudian mengundang perhatian masyarakat.
Kisah Nenek Emi Menggerakkan Kepedulian
Video yang viral tersebut turut mendapat perhatian Persatuan Mediagram Sumatera Utara (PERMEDSU).
Organisasi yang beranggotakan para wartawan itu kemudian berinisiatif mencari kediaman Nenek Emi untuk memastikan kondisi perempuan lanjut usia tersebut.
Upaya tersebut membuahkan hasil.
Pada Jumat (21/8/2026), Ketua PERMEDSU Ahmad Sanusi bersama sejumlah pengurus mendatangi rumah Nenek Emi.
Mereka datang membawa bantuan berupa sembako dan uang tunai yang dikumpulkan melalui sumbangsih para pengurus PERMEDSU.
Bantuan tersebut diserahkan dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan Nenek Emi dan keluarganya.
Ketua PERMEDSU Ahmad Sanusi mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Jumat Berkah yang kali ini secara khusus ditujukan kepada Nenek Emi.
Menurut Ahmad, usia lanjut tidak menyurutkan semangat Nenek Emi untuk tetap berusaha mencari penghasilan.
"Hari ini kami sengaja mengunjungi Nenek Emi yang pada HUT RI kemarin sempat viral. PERMEDSU memiliki program Jumat Berkah dan kali ini kami arahkan untuk memberikan sedikit bantuan kepada Nenek Emi yang di usia lanjut masih memiliki semangat untuk mencari nafkah," ujar Ahmad.
Dia mengatakan kedatangan PERMEDSU bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kegigihan Nenek Emi.
"Kami datang sebagai bentuk kepedulian sekaligus apresiasi atas semangat beliau," sambungnya.
Ahmad berharap bantuan sederhana tersebut dapat sedikit mengurangi beban kebutuhan Nenek Emi bersama keluarganya.
PERMEDSU Ikut Patungan Bantu Nenek Emi
[caption id="attachment_54257" align="alignnone" width="960"]

Pengurus PERMEDSU menyambangi kediaman nenek Emi dan menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai. Foto: Dok.Humas PERMEDSU[/caption]
Sekretaris PERMEDSU Mukhlis turut menyerahkan bantuan uang tunai secara langsung kepada Nenek Emi.
Menurut Mukhlis, bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian para wartawan yang tergabung dalam organisasi tersebut setelah mengetahui kisah Nenek Emi.
"Ini sedikit dari rekan-rekan wartawan sebagai bentuk kepedulian," ujar Mukhlis saat menyerahkan bantuan.
Kedatangan para pengurus PERMEDSU disambut baik keluarga Nenek Emi.
Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada perempuan berusia 71 tahun tersebut.
Menariknya, keluarga mengaku sebelumnya tidak mengetahui bahwa Nenek Emi menjadi perhatian publik setelah videonya mengumpulkan botol bekas di tengah perayaan HUT RI viral di media sosial.
PERMEDSU Ingin Kepedulian Tak Berhenti di Pemberitaan
Kisah Nenek Emi menjadi gambaran bahwa di tengah perayaan kemerdekaan, masih ada masyarakat yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi PERMEDSU, perhatian terhadap masyarakat tidak harus berhenti pada pemberitaan. Para wartawan yang tergabung di dalamnya juga ingin mengambil bagian melalui kegiatan sosial.
Program Jumat Berkah PERMEDSU menjadi salah satu wadah untuk menyalurkan kepedulian tersebut.
Ahmad mengatakan pihaknya berharap bantuan yang diberikan kepada Nenek Emi dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga.
Kegiatan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat untuk bertahan hidup dan mencari nafkah, bahkan ketika usia telah lanjut, merupakan perjuangan yang patut dihargai.
Di tengah kisah viral Nenek Emi, bantuan yang datang bukan sekadar soal sembako dan uang tunai. Lebih dari itu, perhatian tersebut menjadi bentuk dukungan kepada seorang perempuan lanjut usia yang tetap berusaha mandiri di tengah keterbatasan.
Berita Terkait