Kamis, 24 September 2026

15 Profesi yang Terancam Punah pada 2027 Menurut WEF

ari tanjung - Sabtu, 01 Februari 2025 23:07 WIB
15 Profesi yang Terancam Punah pada 2027 Menurut WEF
Profesi yang terancam punah
TOPIKSERU.COM - Perkembangan teknologi semakin pesat. Hal ini membawa dampak besar bagi dunia kerja. Menurut laporan Future of Work 2023 dari Forum Ekonomi Dunia (WEF), sekitar 83 juta pekerjaan diprediksi akan hilang pada 2023-2027. Banyak profesi yang terancam punah karena otomatisasi dan digitalisasi. Sebagian besar tenaga kerja di berbagai sektor akan mengalami perubahan drastis dalam lima tahun ke depan.

Sektor yang Terancam Punah

Perubahan terbesar akan terjadi pada industri media, hiburan, dan olahraga. Tak hanya itu, sektor pemerintahan, komunikasi digital, teknologi informasi, real estat, layanan keuangan, serta transportasi juga mengalami dampak besar. Laporan ini juga menyebutkan bahwa 23% pekerjaan di beberapa industri akan tergantikan oleh profesi baru yang lebih berbasis teknologi.

Daftar 15 Pekerjaan yang Akan Punah

Berdasarkan laporan WEF, berikut adalah daftar pekerjaan yang berisiko hilang hingga 2027: 1. Teller Bank Otomatisasi perbankan dan layanan digital semakin mengurangi kebutuhan teller di bank. Nasabah kini lebih memilih transaksi online. 2. Petugas Pos Layanan surat fisik semakin tergantikan oleh email dan platform komunikasi digital. Peran petugas pos pun semakin menurun. 3. Kasir dan Loket Kasir otomatis dan sistem pembayaran digital semakin mengurangi kebutuhan kasir manusia. 4. Data Entry Perangkat lunak berbasis AI dan otomatisasi data membuat pekerjaan ini semakin tidak dibutuhkan. 5. Sekretaris dan Administrasi Banyak tugas administratif kini bisa diambil alih oleh asisten virtual dan sistem berbasis AI. 6. Staf Pencatat Stok (Stock-Keeping) Teknologi RFID dan otomatisasi gudang menggantikan tugas pencatatan stok manual. 7. Staf Akuntansi, Pembukuan, dan Payroll Perangkat lunak akuntansi berbasis cloud semakin canggih, mengurangi kebutuhan tenaga manusia. 8. Legislator dan Pejabat Pemerintahan Banyak tugas administrasi pemerintahan yang bisa diotomatisasi, mengurangi kebutuhan staf manusia. 9. Staf Statistik, Asuransi, dan Keuangan AI dan analitik data semakin canggih, menggantikan peran manusia dalam analisis keuangan. 10. Sales Door-to-Door, Pedagang Kaki Lima, dan Penjual Koran E-commerce dan pemasaran digital membuat model bisnis tradisional ini semakin berkurang. 11. Satpam Teknologi keamanan berbasis AI, CCTV pintar, dan sistem pengenalan wajah mulai menggantikan peran satpam. 12. Manajer Kredit dan Pinjaman Sistem pemeringkatan kredit berbasis AI kini bisa menilai kelayakan kredit tanpa campur tangan manusia. 13. Penyelidik dan Pemeriksa Klaim Analisis data otomatis dan sistem berbasis AI menggantikan peran ini di sektor asuransi. 14. Penguji Software AI semakin canggih dalam menguji perangkat lunak, mengurangi kebutuhan penguji manual. 15. Relationship Manager AI dan chatbot semakin digunakan dalam layanan pelanggan dan manajemen hubungan dengan klien. Teknologi terus berkembang dan mengubah dunia kerja. Banyak pekerjaan yang hilang, tetapi juga muncul profesi baru. Agar tetap relevan, pekerja perlu meningkatkan keterampilan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Perubahan ini tak bisa dihindari. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk terus belajar dan mengikuti tren teknologi agar tetap bersaing di dunia kerja yang semakin digital. (*)
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
PSMS Medan Menggila di Kandang, Persiku Kudus Dihantam 6-0
Ketok Pagu Anggaran Kementan 2027 Rp 28,02 Triliun, DPR Fokus Swasembada Pangan
DPR Buka Suara Soal Usulan Penundaan Pilkades 2027 dan Wacana Pj Kades Non-PNS
Realita AI di Industri Teknologi: Mengapa Meta dan Klarna Kembali Rekrut Manusia?
Championship 2026/2027 Dimulai 11 September, PSIS vs PSPS Jadi Laga Pembuka
Guru PPPK Paruh Waktu Otomatis Jadi Penuh Waktu Januari 2027, Tanpa Tes