Kamis, 24 September 2026

Zikir Akbar di Masjid Raya Baiturrahman Diwarnai Pengibaran Bendera Bulan Bintang

Muchlis - Sabtu, 15 Agustus 2026 13:57 WIB
Zikir Akbar di Masjid Raya Baiturrahman Diwarnai Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Bentrokan Masjid Raya Baiturrahman
Topikseru.com, Banda Aceh - Kegiatan doa tolak bala dan zikir akbar di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), diwarnai pengibaran bendera bulan bintang dan bendera putih oleh massa yang datang dari sejumlah daerah di Aceh. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB itu pada awalnya berlangsung dengan khidmat. Massa yang sebagian tiba sejak dini hari mengikuti rangkaian zikir dan doa dengan mengibarkan bendera putih. Situasi kemudian berubah sekitar pukul 09.00 WIB ketika sejumlah peserta mulai mengeluarkan bendera bulan bintang yang telah mereka bawa.

Massa Bentangkan Bendera Bulan Bintang

Berdasarkan pantauan di lokasi, bendera bulan bintang dibentangkan menggunakan tangan maupun dipasang pada batang bambu. Sejumlah prajurit TNI sempat berupaya meminta massa menghentikan pengibaran bendera tersebut. Namun, upaya itu mendapat penolakan dari sebagian peserta. Panitia kegiatan juga sempat mengimbau massa agar tidak mengibarkan bendera bulan bintang selama acara berlangsung. Imbauan tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi. Beberapa peserta kemudian naik ke bagian gapura tengah halaman Masjid Raya Baiturrahman untuk mengibarkan bendera. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan "Acheh Has Every Right to be Independent".

Teriakan "Merdeka" Menggema

Selain bendera bulan bintang dan bendera putih, sejumlah peserta juga terlihat membawa serta mengibarkan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Teriakan "merdeka" terdengar di tengah berlangsungnya kegiatan doa, zikir, dan orasi. Aksi tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di tengah kegiatan keagamaan yang diikuti massa dari berbagai wilayah Aceh. Hingga kegiatan berlangsung, massa tetap berkumpul di sekitar halaman Masjid Raya Baiturrahman.

Peserta Mengaku Datang Mengikuti Seruan Ulama

Salah seorang peserta asal Pidie Jaya, Muhammad Jamil, mengatakan dirinya sengaja datang ke Banda Aceh untuk mengikuti kegiatan zikir dan doa sebagaimana seruan ulama. Ia juga mengaku membawa bendera bulan bintang karena menilai pengibaran simbol tersebut merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang ingin disampaikan. "21 tahun dalami kami tidak dapat apa-apa. Kami harap ada satu hak untuk masyarakat," kata Jamil. Pernyataan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan peserta dalam kegiatan yang berlangsung di pusat Kota Banda Aceh itu.

Aparat Lakukan Pengawasan

Pengibaran bendera bulan bintang sempat mendapat perhatian aparat keamanan yang berada di lokasi. Upaya untuk mencegah pengibaran bendera tersebut dilakukan ketika massa mulai membentangkannya di area masjid. Meski demikian, kegiatan doa dan zikir tetap berlangsung di tengah berkumpulnya massa. Situasi di lokasi selanjutnya masih dalam pemantauan aparat keamanan. Informasi lebih lanjut mengenai langkah aparat terhadap pengibaran bendera maupun spanduk yang dibawa massa masih menunggu keterangan resmi pihak berwenang. Kegiatan tersebut memperlihatkan adanya aspirasi yang beragam di tengah masyarakat Aceh, sekaligus menjadi perhatian aparat karena pengibaran simbol tertentu berlangsung dalam ruang publik dan beriringan dengan kegiatan keagamaan.
Sumber
:
Berita Terkait
Diplomasi Lintas Lembaga Berhasil Pulangkan 13 Nelayan Aceh dari Thailand
13 Nelayan Aceh Dipulangkan dari Thailand, 5 Orang Masih Ditahan
Tandukan Ary Maring Bungkam Lampineung, Semen Padang Curi Poin Penuh di Banda Aceh
Hutama Karya Tutup Sementara Pengoperasian Tol Fungsional Padang Tiji-Seulimeum
Simeulue Wakili Aceh dalam Gerakan Tanam Nasional, Target 70.000 Hektare
Mantan ART di Banda Aceh Diduga Curi Emas Rp 119 Juta, Hasilnya Beli Motor