Kamis, 24 September 2026

Putin: Era Globalisasi Liberal Mulai Usang, BRICS Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia

Muchlis - Senin, 07 Juli 2025 19:27 WIB
Putin: Era Globalisasi Liberal Mulai Usang, BRICS Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia
BRICS
Topikseru.com - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menggugat dominasi tatanan global saat berpidato dalam KTT BRICS ke-17 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7). Lewat konferensi video, Putin menyatakan bahwa model globalisasi liberal yang selama ini mendominasi perekonomian dunia sudah usang, dan masa depan justru berada di tangan negara-negara berkembang seperti anggota BRICS. "Negara-negara BRICS telah menjadi pemicu gelombang pertumbuhan yang sangat kuat," kata Putin. Putin menyebut kelompok BRICS - yang kini diperluas menjadi 10 negara - sebagai blok masa depan dalam percaturan global.

Dunia Tak Lagi Unipolar

Putin menyoroti bahwa sistem dunia yang didominasi oleh satu kekuatan besar (unipolar)—merujuk pada dominasi Barat pasca-Perang Dingin - telah tergantikan oleh dunia multipolar yang lebih adil. Dalam narasi tersebut, BRICS berdiri sebagai alternatif atas kelompok-kelompok ekonomi mapan seperti G7. Dia menegaskan perlunya penguatan kerja sama antarnegera BRICS, khususnya di sektor teknologi, perdagangan, dan keuangan, sembari mendorong penggunaan mata uang nasional dalam transaksi lintas negara.

Ekonomi BRICS Lampaui G7?

Mengutip data Dana Moneter Internasional (IMF) untuk 2025, Putin menyebut bahwa negara-negara BRICS kini: - Mewakili sepertiga daratan bumi - Menampung hampir separuh populasi dunia - Menyumbang sekitar 40 persen ekonomi global Bahkan, dengan indikator Produk Domestik Bruto berdasarkan paritas daya beli (PPP), BRICS diklaim telah mencapai nilai gabungan USD 77 triliun (setara Rp1.250.786 triliun), melampaui total PDB G7.

BRICS Semakin Besar: Ada Indonesia

KTT ke-17 ini menandai era baru BRICS dengan hadirnya anggota baru: Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia. Dengan ekspansi ini, BRICS mencoba memantapkan posisinya sebagai kekuatan geopolitik tandingan G7 dan NATO. Namun, Putin tidak hadir secara langsung di Brasil karena "kesulitan tertentu", merujuk pada surat penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait invasi Rusia ke Ukraina. Rusia diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dalam forum tersebut.

Reorientasi Ekonomi Global

Pernyataan Putin bukan hanya simbolik. Ia mencerminkan pergeseran orientasi ekonomi dunia, dari ketergantungan terhadap pusat-pusat kekuatan tradisional seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, menuju kemunculan kekuatan ekonomi alternatif berbasis Selatan-Global (Global South). Dalam hal ini, BRICS tidak lagi sekadar forum diplomatik, melainkan ditunjuk sebagai motor pertumbuhan baru yang menantang status quo. Diskusi soal pembentukan mata uang bersama atau sistem pembayaran alternatif dari SWIFT juga menjadi agenda jangka panjang BRICS.
Sumber
:
Berita Terkait
Kedaulatan Diusik, Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dan Tutup Wilayah Udara untuk UEA
Harga Minyak Mentah Turun Lebih dari 2% Menghentikan Reli Selama Hampir Sepekan
Rute dan Harga Tiket Terbaru Jalan-jalan ke Pantai Dewi Indah Dekat dari Bandara Internasional Kualanamu
Penembakan di Seattle Center Saat Festival Bite of Seattle, Polisi Selidiki Sejumlah Korban
Film Solata Gagal Bersinar di Festival Film Bandung, Justru Panen Penghargaan Internasional di Eropa
HANI 2026: Kepala BNNP Sumut Sebut 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba