Senin, 28 September 2026

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bisa Menguat Setelah Adanya Sentimen Positif dari Dalam Negeri

Mhd Rabbani - Selasa, 05 Mei 2026 21:41 WIB
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bisa Menguat Setelah Adanya Sentimen Positif dari Dalam Negeri
rupiah hari ini
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (5/5/2026) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di pasar spot. Berdasarkan data yang dilanisr dari Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah 0,17% secara harian ke Rp 17.424 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah melemah 0,32% secara harian ke Rp 17.425 per dolar AS. Menanggapi hal tersebut, Analis Pasar Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto memproyeksikan rupiah bisa menguat setelah adanya sentimen positif dari dalam negeri. Seperti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61% pada kuartal I-2026, inflasi yang masih terjaga, dan surplus neraca dagang. “Dengan berbagai good news yang ada dari domestik harusnya investor asing masuk ke pasar saham maupun pasar surat utang negara," "Dan itu yang seharusnya bisa membuat rupiah kita menguat besok,” ujar Myrdal. Myrdal menambahkan sejumlah sentimen yang perlu dicermati besok di antaranya perkembangan eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah global. Jika tidak ada sentimen negatif terkait hal tersebut, Myrdal memperkirakan rupiah besok (6/5) bergerak ke sekitar Rp 17.224 per dolar AS. Namun, jika sentimen negatif dari Timur Tengah terus terjadi, rupiah berpotensi mendekati level psikologis di Rp 17.500 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah dan mata uang regional umumnya melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran Akan eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang masih di atas US$ 100 per dolar AS. Data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang dirilis lebih kuat dari perkiraan, menahan pelemahan yang lebih besar. “Rupiah masih tertekan walau sudah cenderung oversold sehingga ada potensi penguatan teknikal,” ucap Lukman. Adapun untuk rupiah besok, Lukman mengatakan investor menantikan data ekonomi AS Yakni data ISM Services Purchasing Managers' Index (PMI) dan data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS). Lukman memproyeksikan rupiah besok (6/5/2026) bergerak di kisaran Rp 17.375 – Rp 17.500 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau