Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Selasa (14/7/2026) pagi ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 5,026 poin atau 0,08% ke 6.032,816.
Tapi, IHSG berhasil balik arah dan menguat 0,13% ke 6.045,806 pada pukul 09.11 WIB. Penguatan IHSG ini disokong sebagian besar indeks sektoral.
Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Energi yang melonjak 1,22% di awal perdagangan. Berikutnya ada IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer dan IDX Sektor Teknologi.
Selanjutnya, IDX Sektor Kesehatan, IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Properti dan Real Estate serta IDX Sektor Transportasi & Logistik.
Sementara itu, IDX Sektor Keuangan menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,46%. Diikuti, IDX Sektor Perindustrian dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer.
Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 5,06%
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 2,89%
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 2,76%
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) turun 1,91%
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,88%
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 1,71%
Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Masih Berpeluang Menguat
pada perdagangan hari ini (14/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali menguat.
Sekedar mengingatkan, IHSG melonjak 1,92% ke 6.037,84 dengan peningkatan volume pembelian pada Senin (13/7/2026).
Secara teknikal, pergerakan IHSG berhasil menembus level MA20 di awal pekan ini.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG didorong oleh sentimen dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil.
“Kami mencermati dengan adanya katalis dari berita S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia dan outlook stabil membuat IHSG menguat,” ujar.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan ke level Rp 18.073 per dolar Amerika Serikat, yang turut menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Untuk perdagangan hari ini, Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan.
“Kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan support di 5.986 dan resistance di 6.057,” jelasnya.
Ia menambahkan, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi dari China dan Amerika Serikat, serta potensi penguatan lanjutan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Untuk strategi, investor dapat mencermati sejumlah saham yang direkomendasikan. Di antaranya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada kisaran Rp 1.595-Rp 1.670.
PT Astra International Tbk (ASII) di rentang Rp 5.000-Rp 5.250, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada kisaran Rp 590-Rp 665 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali menguat pada perdagangan hari ini (14/7/2026).
Sekedar mengingatkan, IHSG melonjak 1,92% ke 6.037,84 dengan peningkatan volume pembelian pada Senin (13/7/2026).
Secara teknikal, pergerakan IHSG berhasil menembus level MA20 di awal pekan ini.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG didorong oleh sentimen dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil.
“Kami mencermati dengan adanya katalis dari berita S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia dan outlook stabil membuat IHSG menguat,” ujar Herditya
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan ke level Rp 18.073 per dolar Amerika Serikat, yang turut menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Untuk perdagangan hari ini, Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan.
“Kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan support di 5.986 dan resistance di 6.057,” jelasnya.
Ia menambahkan, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi dari China dan Amerika Serikat, serta potensi penguatan lanjutan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Untuk strategi, investor dapat mencermati sejumlah saham yang direkomendasikan. Di antaranya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada kisaran Rp 1.595-Rp 1.670.
PT Astra International Tbk (ASII) di rentang Rp 5.000-Rp 5.250, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada kisaran Rp 590-Rp 665 per saham.
Berita Terkait