Kamis, 24 September 2026

Analis Pasar: IHSG Masih Berpeluang Menguat dengan Kecenderungan Terbatas

Mhd Rabbani - Minggu, 19 Juli 2026 13:41 WIB
Analis Pasar: IHSG Masih Berpeluang Menguat dengan Kecenderungan Terbatas
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan Jumat (17/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,1% ke level 6.175,54 di pasar spot.  Dalam sepekan, IHSG menguat 4,24%. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG selama sepekan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik. “Selama sepekan ini, IHSG bergerak menguat 4,24% dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat,” ujarnya. Meski Ketegangan Timur Tengah Dongkrak Aset Safe Haven Ia menjelaskan, salah satu katalis utama berasal dari rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang lebih rendah dari ekspektasi pasar, sehingga meningkatkan peluang bank sentral AS (The Fed) menahan suku bunga acuannya. Selain itu, sentimen positif juga datang dari keputusan S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia beserta outlook stabil. Dari sisi domestik, penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp17.971 per dolar Amerika Serikat turut menjadi faktor pendukung, meskipun masih terdapat aksi jual bersih (net sell) investor asing. “Di sisi lain, menguatnya harga minyak mentah dunia akibat memanasnya kondisi di Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran akan inflasi global,” jelasnya. Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyebut, IHSG juga ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah sepanjang pekan. Ia menambahkan, rupiah juga menguat sekitar 0,8% secara mingguan ke level Rp17.921 per dolar AS. Secara sektoral, saham sektor keuangan mencatatkan penguatan terbesar, sementara sektor basic materials mengalami koreksi. Dari sisi teknikal, Alrich menilai IHSG menunjukkan sinyal penguatan lanjutan. “IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10 weekly. Histogram MACD negatif menyempit dan berpotensi membentuk golden cross,” jelasnya. Untuk perdagangan pekan depan, Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan meski terbatas. “Kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas, dengan support di 5.987 dan resistance di 6.268,” ungkapnya. Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen, seperti rilis laporan keuangan emiten semester I-2026, arah kebijakan The Fed, serta pergerakan harga komoditas global. Sementara itu, Alrich memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.225 hingga 6.280 pada pekan depan. Investor juga akan menanti sejumlah data ekonomi domestik, seperti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, pertumbuhan kredit, serta jumlah uang beredar (M2). Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pada pekan depan, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di kisaran Rp 2.550-Rp 2.600. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) di rentang Rp 625-Rp 645, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada kisaran Rp 24.500-Rp 24.950 per saham. Dengan berbagai sentimen tersebut, investor disarankan tetap selektif dan mencermati dinamika pasar yang masih dipengaruhi faktor global maupun domestik.
Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290